Minggu, 30 Januari 2011

Lirik Lagu dan Video Filem Kartun Jaman Baheula

Tiba-tiba ada potongan lagu yang 'ganggu' banget, kemarin. Kemudian aku cari MP3nya dan ketemu. Lagu Mojacko jaman2 kita menyuapi anak waktu masih kecil dulu sekarang sih dah pada besar :D

1. Lirik Lagu Mojacko Versi Indonesia

Seandainya sahabatku dari luar angkasa
apa yang terjadi oh mungkinkah
Sejenak bintang utara bermain dengan air
mengitari planet saturnus bersama sama

Reff :

Kata kata yang indah tidaklah perlu
sungguh menyenangkan hati hingga waktupun terlupakan
Planet venus yang indah seperti dari emas
tempat yang paling indah yang pernah kau antar


2. Lirik Lagu Hamtaro Opening Versi Indonesia

Hamtaro
Hamtaro

Tuk ku tuk lewat lorong sempit
Tuk ku tuk Hamtaro berlari
Apa yang paling dia senangi
Biji bunga matahari
Yaa Hamtaro berlari

Tuk ku tuk Hamtaro berlari
Hamtaro berputar di atas roda putarnya
Apa yang paling dia senangi
Biji bunga matahari
Yaa Hamtaro senang berputar

Tuk ku tuk hamtaro tidur
Hamtaro tidur di mana saja
Apa yang paling dia senangi
Biji bunga matahari
Yaa Hamtaro tidur

Hamtaro meski permulaannya 'nggak jelas' laa-lama lucu juga. Sayang akhirnya udahan begitu saja, padahal daripada Sin Chan menurutku Hamtaro dan Maruko jauh lebih bagus

3. Lirik Chibi Maruko Chan Versi Indonesia


Hal yang menyenangkan hati
Banyak sekali
Bahkan kalau kita bermimpi

Sekarang ganti baju
Agar menarik hati
Ayo kita mencari teman

Jalan panjang menuju langit biru
Tiba tiba kulihat seorang anak
Yang menemukan harta karun di dalam sana
Alangkah senang dan hati gembira

Wangi angin
Padang rumput di sore hari
Sampaikan salam
Gembira...

Hal yang menyenangkan hati
Banyak sekali
Bahkan kalau kita bermimpi

Sekarang ganti baju
Agar menarik hati
Ayo kita mencari teman

Maruko menceritakan kehidupan sehari2 sebuah keluarga dengan 2 anak perempuan, sangat bersahaja dan menurutku sangat sesuai dengan banyak keluarga di Indonesia. Sayang juga kok tahu2 hilang. Jadi kangen nih sekarang ^_^

Sabtu, 22 Januari 2011

Nonton TV di Web Yuk....

Contoh Daftar Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

1. PENGETAHUAN
Mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambar, membilang, mengidentifikasi, mendaftar, menunjukkan, memberi label, memberi indek, memasangkan, menamai, menandai, membaca, menyadari, menghafal, meniru, mencatat, mengulang, memproduksi, meninjau, memilih, menyatakan, mempelajari, mentabulasi, memberi kode, menelusuri, menulis.

2. PEMAHAMAN
Memperkirakan, menjelaskan, mengkategorikan, mencirikan, mengasosiasikan, membandingkan, menghitung, mengkontraskan, mengubah, mempertahankan, menguraikan, menjalin, membedakan, mendiskusikan, menggali, mencontohkan, menerangkan, mengemukakan, mempolakan, memperluas, menyimpulkan, meramalkan, merangkum, menjabarkan.

3. PENERAPAN
Menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, menyesuaikan, mengkalkulasi, memodifikasi, mengklasifikasi, menghitung, membangun, mengurutkan, membiasakan, mencegah, menggambarkan, menggunakan, menilai, melatih, menggali, mengemukakan, mengadaptasi, menyelidiki, mengoperasikan, mempersoalkan, mengkonsepkan, melaksanakan, meramalkan, memproduksi, memproses, mengaitkan, menyusun, mensimulasikan, memecahkan, melakukan, mentabulasi.

4. ANALISIS
Menganalisis, mengaudit, memecahkan, menegaskan, mendeteksi, mengdiagnosis, menyeleksi, memerinci, menominasikan, mendiagramkan, mengorelasikan, merasionalkan, menguji, mencerahkan, menjelajah, membagankan, menyimpulkan, menemukan, menelaah, memaksimalkan, memerintahkan, mengedit, mengaitkan, memilih, mengukur, melatih, mentransfer.

5. SINTESIS
Mengabstraksi, mengatur, menganimasi, mengumpulkan, mengkategorikan, mengkode, mengkombinasikan, menyusun, mengarang, membangun, menanggulangi, menghubungkan, menciptakan, mengkreasikan, mengoreksi, merancang, merencanakan, mendikte, meningkatkan, memperjelas, memfasilitasi, membentuk, merumuskan, menggeneralisasi, mengabungkan, memadukan, membatas, mereparasi, menampilkan, menyiapkan memproduksi, merangkum, merekonstruksi,

6. EVALUASI
Membandingkan, menyimpulkan, menilai, mengarahkan, mengkritik, menimbang, memutuskan, memisahkan, memprediksi, memperjelas, menugaskan, menafsirkan, mempertahankan, memerinci, mengukur, merangkum, membuktikan, memvalidasi, mengetes, mendukung, memilih, memproyeksikan.

Jumat, 21 Januari 2011

Somewhere Beyond the Sea, lyrics

Somewhere Beyond the Sea

Somewhere beyond the sea
somewhere waiting for me
my lover stands on golden sands
and watches the ships that go sailin'
Somewhere beyond the sea

Somewhere beyond the sea
she's there watching for me
If I could fly like birds on high
then straight to her arms
I'd go sailin'

It's far beyond the stars
it's near beyond the moon
I know beyond a doubt
my heart will lead me there soon

We'll meet beyond the shore
we'll kiss just as before
Happy we'll be beyond the sea
and never again I'll go sailin'

I know beyond a doubt
my heart will lead me there soon
We'll meet (I know we'll meet) beyond the shore
We'll kiss just as before
Happy we'll be beyond the sea
and never again I'll go sailin'

no more sailin'
so long sailin'
bye bye sailin'...
move on out captain

Rabu, 19 Januari 2011

So Ji Sub Main Filem Baru Berjudul "Only You"


Kabar gembira bagi fans So ji Sub!! Dia akan main di filem baru berjudul Only You. Di situ Ji Sub akan bermain sebagai seorang petinju.

Setelah bermain mengesankan di Memories in Bali, I'm Sorry I Love You, (tayang di Indosiar) dan Cain And Abel, lalu Road Number One So Ji Sub akan berperan sebagai mantan petinju yang memadu kasih dengan seorang gadis tuna netra.
Siapa kira-kira lawan mainnya ya? Apakah dia akan bermain sebagus waktu dia jadi Kang In Wook atau Cha Moo Hyuk? Atau dia akan main 'nggak banget' seperti di Road No 1? Kita tunggu saja. Tapi mulai syutingnya saja bulan Maret, berarti mulai edarnya kapan ya.. jangan-jangan akhir tahun.. whoaahh... lamanyaa.. :(

So Ji Sub kembali main filem setelah pada tahun 2009 dia main filem komedi romantik dengan Zang Zi Yi dalam filem 'Sophie's Revenge'. Di filem itu dia berperan sebagai kekasih Zang yang direbut wanita lain. Mudah-mudahan 'Only You' tidak akan bernasib sama dengan 'Road Number One' yang ratingnya jeblok meski biaya produksinya muaahaal ....

Minggu, 16 Januari 2011

Recaps Bread Love and Dreams episode 26

Kim Tak Goo bersiap untuk rapat direksi. Hadirin rapat memperhatikan kelakuan Tak Goo yang salah tingkah membolak balik tumpukan dokumen sampai ada yang jatuh. Gu Ma Jun langsung menyela kalau Tak Goo sama sekali tak siap dengan presentasi hari ini. Ia kemudian memulai presentasinya lengkap dengan tumpukan kertas kerja di setiap meja hadirin. Ma Jun menyampaikan gagasannya untuk rencana Geo Sung 10 tahun ke depan. Tak Goo memperhatikan betapa canggihnya Majun presentasi sementara dia tahunya cuman membuat roti.

Selesai, Ma Jun lalu menantang Tak Goo untuk menyampaikan presentasinya. Tak Goo memulai, "Seperti diketahui aku kurang memenuhi syarat untuk menempati posisi ini. Aku sudah bersiap untuk presentasi tapi bukan dengan kertas. Aku memakai roti." Tak Goo memberi isyarat pada anak buahnya, segera keluarlah trolit berisi roti-roti bagi setiap hadirin rapat. "Bukannya ini dari pabrik kita? Untuk apa kita makan roti yang sudah kita ketahui selama 30 tahun lebih?" salah satu direksi penasaran. "Bukan." Tak Goo menjelaskan "Ini roti buatanku. Aku membuatnya sendiri sejak tadi pagi. Tidak banyak yang kulakukan, aku tidak mengerti tentang 'odari' profit juga"
(salah sebut dia.. mustinya ordinary menjadi odari = kaki pengkor?)

"Aku juga tdak tahu bedanya manekin dengan marketing. Satu hal yang bisa kulakukan sebagai pengganti presiden adalah membuat roti. Dan untuk itulah sebabnya aku duduk di sini." Wajah-wajah dewan direksi menjadi berubah respek pada Kim Tak Goo termasuk Ja Kyung. Ma Jun hanya terdiam. "Dalam roti presdir menemukan kepercayaan dirinya selama 30 tahun lebih. Itulah pemikiranku. Jangan kalian berpikir dengan menempatkanku yang hanya tahu membuat roti pada posisi ini Presdir hanya untuk melestarikan visinya. Mungkinkah?" Senyap di ruangan "Bagaimanapun Presdir adalah orang yang sangat mengerti roti" kata salah seorang direksi memecah keheningan yang disetujui oleh yang lain.
Majun, "Lalu sampai kapan kau hanya akan membuat roti yang ayah buat? Waktu berlalu,s elera berubah, dan kita selalu menjual produk yang sama dengan yang selama ini kita jual? Apa kau pikir pola biasa dapat menjalankan bisnis?"
Tak Goo, " menciprtakan rasa khas baru dapat menjadi awal yang baru. Sebelum terjun ke bisnis ini jangan lupa kita adalah tukang membut roti Gu Ma Jun."
Selama Tak Goo bicara panjang lebar, pengacara Park membatin, "Kenapa di antara semua orang harus Kim Tak Goo, Presdir?" kelihatannya dia menyadari kalau Presdirnya ternyata benar.

Selesai meeting asisten Tak Goo membincangkan bosnya, "kau lihat sorot matanya? Itu hebat!" Yoo Kyung menyambut ingin tahu hasil pertemuan itu, dia ingin tahu nasib Tak Goo juga. Tak Goo ditugaskan untuk menghidupkan kembali pabri roti di Cheongsan yang hampir bangkrut sebagai pembuktian kalau dia bisa menjalankan bisnis. "Kenapa Ceongsan?" Ny. Seo penasaran. "Cheongsan tempat di mana dia bisa menggali kuburannya sendiri" Tuan Han yakin. (Huh yakin dong..dia kan sudah punya rencana jahat buat Tak Goo yah, kan?)

Tak Goo merasa tidak yakin akan keberhasilan pabrik di Cheongsan setelah mengetahui rencana itu ternyata dari pengacara Park. "Aku menyarankan tanggalkan saja posisi presdir pengganti itu." "Jadi kau mengujiku?" Tak Goo mendesak. "Posisi itu bukanlah jabatan yang dapat dirterima dengan mudah. Kau sudah memberukan kesan yang baik di pertemuan tadi, aku harap kau berhasil di Cheongsan. Permisi."
Di kantornya Tak Goo minum dengan hausnya, ditanya oleh Yoo Kyung "Apakah kau akan ke pabrik di Cheongsan? Apapun yang akan kau lakukan kau akan melakukannya dengan baik." Tak Goo menyambut riang, "Terimakasih, Apapun upaya yang kulakukan sukses atau gagal tergantung Surga memberikannya. Namun aku harus melakukan yang terbaik. Alangkah senangnya kalau kau bisa ke Cheongsan denganku." Yoo Kyung gelagapan. "Ah, aku melantur lagi, maafkan." Ia kemudian memberikan instruksi lewat telepon. "Aku melakukannya dengan baik, kan" Dia tersenyum lebar pada Yoo Kyung.

Kim Mi Sun mencari Tak Goo di kantornya, dia melihat kesana kemari "Di sinikah Tak Gooku bekerja?" Dia berhenti sebentar mersa terharu. Ingatan kembali ke saat belasan tahun yang lalu saat Tak Goo ditinggalkannya di rumah ayahnya. Flashback selesai, Kim Mi Sun menuju lift.

Kim Tak Goo masuk lift dan turun bersama asistennya.

Kim Mi Sun merasa pusing, meletakkan kepalanya di dinding depan lift. Kim Tak Goo keluar dari lift. Kim Mi Sun terjatuh dan ditolong oleh asistennya. Tak Goo tertarik dengan pemandangan itu, mendekat dan bertanya, "Kau sakit Nyonya? (please Tak Goo itu ibumuuuu.. :) ) Kim Mi Sun bilang tidak apa-apa dan Tak Goo berkata lagi "Ada ruang duduk di mana kau bisa berstirahat di situ." Tak Goo bicara dengan punggung Kim Mi Sun dijawab lagi dengan jawaban tidak apa-apa.

Tak Goo masih khawatir dengan ibu-ibu itu ketika ada yang memanggil namanya. Dia Dr. yoo memmuji roti buatan Kim Tak Goo yang berhasil menyentuh mereka semua. Lalu dia berjalan keluar. Kim Mi Sun memperhatikan dari jauh dan memanggil lirih nama anaknya, lalu pingsan. (duh mbak asisten ... panggil dong Tak Goonya, kasihan nyonyamu itu lho ah)

Presdir dilapori pengacara Park, tentang tugas yang harus diembannya dan sebulan waktu yang diberikan. Presdir hanya merem lalu membuka matanya sebentar kemudian merem lagi. (kelihatannya sudah sadar nih ya Presdir)

Di kantor Ma Jun didatangi ibunya. "Kau suka kantormu?"
"Tidak apa-apa, aku suka."
"Kau hanya enam bulan di sini. Aku akan memberikanmu jabatan Direktur Eksekutif awal tahun depan."
"Bagus juga."
"Ini awalnya, banyak mata memandang ke dalam perusahaan, kau mengerti?"
"Ya akan kuusahakan."
Ny. Seo beranjak pergi, Majun menahan "Masalah pernikahanku tolong dimajukan secepat mungkin, Bu." Wajah Ny.Seo mengeras "Di hari yang baik ini jangan mengecewakan orang lain dengan bicara seperti itu." Majun menjawab, "Aku tidak selalu bisa mengatakan hal yang ingin kau dengar saja bukan? kau bawa aku ke dalam perusahaan, sekarang kau ingin membawakan perempuan yang kuinginkan dekat denganku, begitu, kan?" Mengapa kau begitu yakin aku akan menyetujui pernikahanmu itu?" "Karena tempat aku menemukan gelang itu adalah tempat di mana nenek meninggal." (Skakmat) Ny. Seo terkejut ketakutan. "Majun, ada apa sebenarnya sampai kau lakukan ini terhadapku? Apa yang kau lihat? Apa yang kau dengar? Apa lagi yang kau tahu?" "Jangan bertanya lagi Bu. Aku takkan menjawab lagi. Kau hanya cukup merestui pernikahanku."

Yoo Kyung dipanggi Ny. Seo ke rumahnya. "Anda memanggilku Nyonya?" Ny. Seo menoleh dan dia melihat gelang itu, dan terlihat seperti ketakutan. "Berlutut!" "Kenapa?" "Kau tak bisa?" Tadinya Yoo Kyung mamu membantah lagi tapi akhirnya dia menurut. "Aku berlutut." "Bagaimana rasanya?" tanya Ny. Seo. Kemudian dia menghujani Yoo Kyung dengan umpatan, cacian, dan hinaan. Setelah puas dia meninggalkan Yoo Kyung yang perasaannya campur aduk dan masih berlutut.

Tak Goo sudah sampai di pabrik Cheongsan malam harinya. Keluar dari mobil, pikirannya melayang ke 14 tahun yang lalu ketika di amencuri roti dan pertama kali bertemu dengan ayahnya.

Tak Goo masuk ke dalam pabrik meski dilaran oleh asistennya "manager pabrik belum datang Tuan." Tak Goo masuk ke dalam pabrik dan menyelusuri lorong-lorong pabrik yang gelap. "Tuan sebaiknya kta menunggu manager pabrik di luar saja." Tak Goo tidak mempedulikan dan terus memberikan komentar situasi pabrik yang mengkhawatirkan.

Tak Goo mendengar suara dari dalam sana. Dia mencoba menyalakan lampu tapi tidak berhasil. Tak Goo menemukan senter dan menyalakannya, kemudian mencari asal suara. Ketika dia membuka sebuah pintu, tiba-tiba Tak Goo ditinju seseorang, lalu mereka terlibat perkelahian. Ketika Tak Goo hendak meninju lagi orang itu tiba-tiba lampu dinyalakan. Ternyata orang yang ditinjunya tadi adalah Shin Shin Ho! Ayah Shin Yoo Kyung! Tak Goo tertegun, "Ahjussi?"
Manager pabrik yang menyalakan lampu, "Hey apa yang kalian lakukan di sini?" Asisten Tak Goo memberikan kartu nama dan memperkenalkan diri, "Kami dari kantor pusat."

Yoo Kyung mendatangi Ma Jun di kantornya. Dia menoleh, "Ini jadi kantorku sekarang." Yoo Kyung mendekat, "Aku habis menemui ibumu. Aku mendapat restunya untyk pernikahan kita. " "Ibu menyatakannya kepadamu? Dia menyetujuinya?" Shin Yoo Kyung mengangguk, kemudian Ma Jun menariknya ke dalam pekukannya. "Maukah kau katakan padaku? Gelang yang kau berikan padaku. Ada cerita apa di baliknya?" Yoo Kyung bertanya dalam pelukan Ma Jun. "Tak ada cerita. Jangan tanya apa-apa lagi tentang gelang itu." katanya kaku. "Mulai sekarang berfikirlah kau akan menjadi istriku. Menjadi wanitaku.
Oh keliru! Ny. Seo tidak memberikan begitu saja restu itu pada anaknya. Dia menangis, mengamuk menghancurkan botol-botol minuman di bar di rumahnya. Presdir di dalam kamar sibuk menyimak. (aneh kok orang bangun dari pingsannya nggak ketahuan yah. Kalo di sini mungkin kita sudah pengajian deh buat mengucap syukur pada Tuhan)

Di Pabrik Cheongsan Tak Goo diajak ke dalam kantor oleh manajer pabrik di sana. "Ketika ada berita dari pusat, kupikir orang yang datang jauh lebih tua. Aku agak kaget melihat betapa mudanay dirimu." Tak Goo tersenyum, "Pria tadi?" "Ah, Shin Shin Ho?" "Dia bekerja di sini?" "Dia bekerja di sini sebagai penjaga keamanan sejak 5-6 tahun yang lalu. Dia tak punya keluarga, tak punya tujuan, kami tak bisa mendiamkannya lalu kami angkat dia sebagai satpam." Mendengar penjelasan manager pabrik Tak Goo termenung. "Kau mengenal dia?" Tak Goo mengelak, "Ah bukan seperti itu." Sementara Shin Shin Ho merenung di tempat gelap, mungkin juga menguping diam-diam.

"Mengapa kau datang dari pusat secara mendadak jam segini?" tanya manager pabrik. "Kudengar situasi di Cheongsan tidak begitu bagus. Mengetahui itu, aku ingin menemuimu dan mungkin aku dapat menemukan solusinya." Tak Goo menjelaskan. "Mungkin aku tak seharusnya mengungkapkan hal ini. Tapi pabrik ini sudah tak ada harapan lagi. Karena ada isu pabrik mau tutup banyak karyawan sudah mengundurkan diri. Kalau kau datang ke sini untuk memulihkan keadaan pabrik ini percuma, tak ada harapan" Manager pabrik menjelaskan dengan apatis.

Tak Goo tidak putus asa. "kita lakukan apa yang dapat kita lakukan.Aku harus dapat membuat produk baru di sini dalam sebulan. Selagi aku ada di sini aku akan melihat-lihat." Lalu dia berkeliling memeriksa terigu, dan membauinya.

Shin Shin Ho memperhatikan dari jauh, Tak Goo mengetahuinya, dan kemudian datang menyapanya. "Ahjussi. Kau ayahnya Shin Yoo Kyung kan? bagaimana hidupmu selama ini? Bagaimana dengan Yoo Kyung? Apa kau mendengar berita tantangnya?" Kelihatannya Ahjussi berang dengan pertanyaan Tak Goo, "Tutup mulutmu, ya."
"Ahjussi?"
"Dia anak yang menjeblsokan ayahnya sendiri lalu pergi begitu saja. Jangan pernah menyebutkan namanya di depanku lagi.Aku akan mendengar namanya lagi ketika dia mati dan aku mati dengannya." (ini bapaknya beneran apa bukan sih?)
"Ahjussi, kau tak berubah sedikitpu?! Bagaimana kamu masih dapat berpikir seperti itu tentang satu-satunya anakmu?" heran Tak Goo. Shin semakin berang mendengarnya, "Diam!! LEbih baik tutup mulutmu, dan kembalilah ke Seoul. Kau membuat langkah keliru. Kau juga bisa mati di sini! Mengerti?!" Manager Cheongsan menguping dan menelepon. (Manager Han tentunya, kan?)

Setelah menutup telepn, Manager Han bicara dengan seseorang... Jun Gu! (Duh Jin Gu ini antagonis atau protagonis sih? kok kemana aja ikut :( mana ekspresinya datar gitu jadi nggak ketahuan)

Manager Han memberikan secarik kertas jada Jin Gu, "Bawalah orang ini diam-diam ke sini. Tentunya jangan sampai ada yang tahu." Jin Gu menyela, "Kudengar kau akan menyuruhku berbuat untuk Tak Goo." "ini ada hubungannya dnegan dia. Kalau kau sudah sampai, kau akan tahu."

Di sebuah rumah sakit, Dr Yoon bicara dengan Kim Mi Sun dan Bibi Gong,"Sekarang kita tinggal menunggu donor mata. Dalam 2 atau 3 bulan kau akan mendapat corneal transplant. Tapi sekarang kau harus memulihkan dulu kondisimu." Bibi Gong khawatir, "Ya Tuhan sudah beberapa hari ini dia masih saja belum membaik? Kalau kau ingin bertemud engan anakmu, kau harus bertemud engan anakmu. Bukannya malah kembali pulang seperti ini dan berbaring saja."

Kim Mi Sun merasa malu dengan keadaannya. Kesannya dia seperti tidak bertanggung jawab dalam tumbuh kembang Tak Goo sampai dewasa. Lalu bagaimana tiba-tiba dia datang ke dalam kehidupannya sebagai ibunya. Dr Yoon ingin membantu Mi Sun dengan mengontak Tak Goo, tapi Mi Sun menolaknya. "Mesik dari kejauhan aku sudah melihat Kim Tak Goo bukan, kalau mati sekarang aku tak akan menyesal," katanya.

Manager Han dan Ny. Seo.
"Kudengar kau sedang berkonsentrasi pada pernikahan Ma Jun dan Yoo Kyung?"
"Siapa bilang?"
"Kudengar dari Majun. Pernikahan segera dilakukan segera setelah presdir sadar dari komanya."
Ny. Seo memberikan alamat panti asuhan tempat Yoo Kyung dibesarkan.
"Banyak yang mencurigakan dari anak itu. Carilah ayah kandung Shin Yoo Kyung. Sekarang aku akan menenangkan Ma Jun, setelah itu tidak ada alasan lain untuk membuat Shin Yoo Kyung menyerah." Ny. Seo lalu mengajak Shin Yoo Kyung pergi ke suatu tempat.
Tak Goo mencari Yoo Kyung di sekertariat, tapi ybs sudah pergi. Tak Goo kemudian menitipkan pesan pada rekah Shin Yoo Kyung lalu pergi. Tapi Ma Jun mengetahuinya. "Urusan apa yang harus kau katakan pada Yoo Kyung?" "Sesuatu yang tak bisa kukatakan kepadamu" Tak Goo lalu pergi. "Yoo Kyung dan aku segera menikah," kata Ma Jun menghentikan langkah Tak Goo. "Kenapa kau kelihatan begitu terkejut? Kau takkan mengajaknya menikah bukan? SHin Yoo Kyung akan menjadi isteriku, jadi jangan berahasia di depanku. Kau dah Yoo Kyung secara hirarki akan menjadi keluarga. Jangan mempersulit diri." Tak Goo menjawab Ma Jun "Kau akan membuatnya bahagia bukan? Dia anak yang penuh penderitaan. Biarkan dia bersandar padamu." kemudian berlalu.

Tak Goo lalu ke Pal Bong Bakery dan bertemu dengan semuanya, minus Jin Gu. Dia meminta semuanya mengevalusi roti Cheongsan. Kesimpulannya semua sepakat rotinya tidak enak dan tidakheran pabrik mau tutup.
Yang Mi Sun, "Perusahaan itu mau mendepakmu dari sana" Kemudian Tak Goo meminta bantuan para chef itu yang dipercayainya untuk bekerja di pabriknya.

Para chef kemudian melamar di Pal Bong Bakery. Dengan alasan sekarang sulit mencari pekerjaan, sementara mereka cuma tahu bikin roti, akhirnya mereka diterima di sana. Ketiganya lalu meneliti kinerja pabrik. Bertemu dengan Tak Goo mereka berpura-pura tidak kenal, eh tapi malah Tak Goo yang senyum lebar pada mereka.. dasar Tak Goo yaa.. :D

Di kantor Geosung mereka melaporkan temuannya pada Tak Goo. Semua hasil laporannya memprihatinkan. Semua itu menyebabkan kantor pusat mengeluarkan anggaran lebih. "berarti seseorang menggunakan uang pabrik, bukan cuma beberapa Won tapi milyaran Won" kata Tak Goo. "Bukannya itu terlalu besar untuk penggelapan oleh manager pabrik?" Tuan Yang tidak yakin. "itu yang harus kita cari tahu." Tak Goo lalu meminta ketiganya terus memonitor pabrik sementara dia akan memikirkan formula untuk produk barunya.

Shin Yoo Kyung makan bersama di keluarga Ma Jun. Ma Jun meminta pernihkahan dilaksanakan segera dan tidak ingin ada penundaan lagi. Ja Kyung, kakaknya heran mengapa Ma Jun terburu-buru sementara ayahnya masih terbaring sakit.
"Di keluarga kita keturunan sangat penting. Pernikahan dipercepat pada masa ini." kata Ma Jun. Ja Kyung dan Ma Jun kemudian terlibat perdebatan.
Ny. Seo mengatakan ide itu tidak buruk dan membuat janji untuk persiapan menuju pernikahan. Ja Rim heran ibunya berubah pikiran. Ja Kyung memilih pergi meninggalkan meja makan lebih dulu dan disusul oleh Ja Rim.

Keluar rumah Yoo Kyung marah karena situasinya makin sulit dan aneh baginya. Menurutnya, ibun Ma Jun sudah merestui mereka dan sebaiknya mereka tarik nafas dulu lagipula presiden sedang sakit. Mengapa harus mendesak sepert ini?
Ma Jun, "Kenapa kau seperti ini? Kau berubah pikiran? Ketika ibu menerimamu kau menyerah dan mengabaikan pernikahan ini?"
Yoo Kyung, "Bukan itu."

"Maka dari itu," Ma Jun melanjutkan, "Mari kita lanjutkan. Kalau kita tidak buru-buru bisa jadi pernikahan tidak akan terlaksana. Kau biilang kau takkan menyesal. Sudah. Tutup saja matamu dan lakukan dengan caraku." Ma Jun menarik Yoo Kyung ke dalam pelukannya, "Bilang aku bersedia Yoo Kyung." Tak Goo datang membawa dus besar kelihatannya berat, ia lewat mendekap dusnya erat-erat (hahaha kasihan tapi lucu melihat objek yang didekap Ma Jun dan Tak Goo)

Tak Goo masuk kamar ayahnya dan menemukan kakak tertuanya Ja Kyung sedang di sana. "Kakak, bagaimana keadaan Ayah? Ada kemajuan hari ini?" Pertanyaan Tak Goo dijawa Ja Kyung, "Masih sama." (eeealaah... belum pada tahu ya)
Tak Goo berbicara dengan ayahnya seperti ayahnya bisa menanggapinya sambil memijat kaki ayahnya. Kelihatannya Ja Kyung tersentuh dengan sikap adiknya itu.

Di Rumah Sakit, Bibi Gong sangan mencemaskan keadaan Kim Ki Sun, meminta Dr. Yoon segera mencari Kim Tak Goo. Dr. Yoon lalu berangkat. Dia berpapasan dengan Jin Gu (o ow.. aku mencium bahaya nih)

Di Cheongsan, manager pabrik mempertemukan Shin Shin Ho pada Manager Han, "Ini orangnya, Tuan." Melihat Manager Han, Shin terbelalak, "Apa yang membawamu ke sini?" Manager Han menjawab tenang, "Orang bilang dunia ini kecil. Mungkin ini maksudnya." Shin semakin bingung, "Maksudmu?"
"Kau punya anak perempuan bukan? Dia bernama Shin Yoo Kyung?" tanya Manager Han.

Manager Han keluar ketika Tak Goo datang. Shin mengikutinya, Tak Goo mencium adanya bahaya. Dia mencoba melarang Shin. "Mau ke mana?" tanya Tak Goo. Shin menjawab mau mencari anaknya. Tak Goo melanjutkan, "Kau tak pernah bersikap seperti seorang ayah pada anakmu. Apa kau akan menjerumuskannya ke dalam bahaya?"
"Kau ini siapa bicara seperti itu? Suaminya?" Shin mendorong Tak Goo dan berusaha masuk ke dalam mobil. Manager Han segera menyuruh berangkat. Tak Goo masih berteriak, "Baiklah sekali ini saja. Dapatkah kau bersikap seperti seorang ayah bagi Yoo Kyung?" Shin masuk ke dalam mobil. Manager Han segera menyuruh berangkat. Tak Goo terus memanggil-manggil Shin dan meratap sedih.

Dr. Yoon mencari Tak Goo di kantornya.

Shin Yoo Kyung memilih dan mencoba baju pengantin. Yoo Kuyng keluar dalam baju pengantin. Ma Jun terpana, sementara Ny Seo berlagak sibuk tidak mau melihatnya. Dia malah terus melihat jam di dinding.
Manager Han tiba diikuti Shin dan mempertemukanya dengan anaknya. Shin Yoo Kyung terbelalak kaget, begitu jugan dengan Shin ayahnya. Mungkin dia heran melihat anaknya begitu cantik.

Tak Goo mencari Yoo Kyung di kantornya, dan diberi alamat tempat butik baju pengantin. Dia lalu berlalu dan masuk lift berpapasan dengan Dr. Yoon.
Lift tertutup dan membuka lagi. Dr. Yoon bertanya, "Kum Tak Goo?" Diiyakan oleh Tak Goo. "Yang pernah tinggal di Cheongsan?" Dr Yoon bertanya lagi.
Bersambung.

Kamis, 06 Januari 2011

Recaps Bread Love and Dreams episode 18

Presdir menemui Jin Gu di Pal Bong Bakery. "Kalau kau mau menyalahkan aku, aku terima," kata Presdir."Aku akan menerima semua kesalahan, tapi aku haris menemui anak itu. Di mana Kim Tak Goo sekarang?" Presdir mendesak,"Anakku, di mana dia?" Jin Gu memandang saja. (Cape juga ya lama-lama lihat Tuan Gu yang kurang cekatan, mustinya dia bisa agak cerdik spt manager Han)

Sementara Kim Tak Goo sedang berada di dekat menara jam. "Tanggal 25 jam 6,"katanya. Tapi jam sudah menunjukkan jam 9 kurang.
Di mansion Shin Yoo Kyung berusaha melepaskan diri dari kejaran Goo Ma Jun, "Lepaskan!".
"Ada apa denganmu? Kau mau kembali ke sana dan berdiri seperti tembok?" kata Majun. "Mau seperti tembok, mau seperti orang bodoh sama sekali tak ada huubungannya dengan mu."
"Kau bekerja di sini untuk inikah?"
"Kau bekerja di sini untuk diperlakukan seperti itu oleh ibuku? Kupikir kau pandai, tapi kenapa kau mencari masalah seperti ini? Pekerjaan di luar masih banyak. Berhentilah bekerja. Kalau kau tak dapat pekerjaan lain akan kucarikan. Pokoknya berhenti sekarang juga" Majun terengah-engah.
"Hidup buatmu mudah, ya" Yoo Kyung sinis. "Iya, kan? Kalau harga dirimu terganggu sedikit saja, kau tunggal mengamuk dan masalahmupun selesai. Apapun yang kau lakukan, kau punya keluarga yang akan menyelesaikan msalahmu. Kau punya ayah yang dapat membereskan masalahmu. Tidak ada yang kau takutkan bukan?"
Majun berdiri kaku. "Tapi berbeda denganku." Yoo Kyung melanjutkan, "Di manapun aku bekerja, aku haru selalu mulai dari bawah. Betapapu memalukandan merendahkan aku harus dapat menerimanya. Aku tak punya pilihan lain. Jadi aku tak mau orang sepertimu menguliahiku tentang harga diri dan sebagainya. Kedengarannya konyol kalau datang darimu."
"Jadi kau akan terus melawan ibuku?" Majun penasaaran.
"terserah aku. Aku takkan menbiarkan usaha dan kemampuanku sia-sia karenamu atau ibumu. Berhenti bekerja karena masalah ini? Sungguh tidak setara."
Yoo Kyung melepaskan tangan Majun lalu pergi meninggalkannya berdiri termangu.

Di dalam rumah Ny. Seo minum dilihat tamunya. "Sebaiknya kami pergi saja." kata sang tamu. "Ny. Lee saya malu karena kau harus melihat ini. Majun kelihatannya banyak tekanan dalam belajarnya. Tidak biasanya dia seperti itu. Maaf ya Najin," kata Ny. Seo. Najin,"Ah, tidak apa-apa. Aku bisa menemui Majun-oppa sendiri nanti." Ny. Lee sang tamu tadi menggamit tangan anaknya dan berpamitan.

Yoo Kyung masuk rumah dan meminta maaf pada Ny. Seo yang memandangnya dengan geram. Yoo Kyung berbicara dalam hati, "Tak Goo, sepertinya aku tak dapat menemuimu malam ini."

Kim Tak Goo masih menunggu di bawah jam.

Di Pal Bong Bakery, Yang Misun mengetuk kamar Tak Goo pelan-pelan dan bicara sendiri "Tak Goo kenapa lama sekali baru pulang?" sambil menyandarkan kepalanya ke pintu. Ketahuan Jin Gu, "Kau menunggu Kim Tak Goo?" Kaget, Misun mengelak, "Tidak. Kenapa aku harus menunggunya? Tidak pernah. Aku cuma tidak bisa tidur. Itu saja. Aku sedang memikirkan kompetisi babak kedua dan tentang aroma roti." Misun membungkukkan badannya lalu pergi (hehe.. ah pura-pura..)

Jin Gu tersenyum tipis melihat kelakuan Misun.

Flashback Jin Gu. (alur drama ini bolak balik bikin keder ini sebenernya flashback apa bukan hehehe)
"Maafkan aku Tuan Presdir. Aku tidak dapat mengatakan padamu, aku tak tahu bagaimana perasaannya." kata Jin Gu.
Presdir: "Apa maksudmu?"
Jin Gu : "Mungkin ada alasan dia tidak mau menemuimu. PErnahkah kau memikirkan kemungkinan itu? Datanglah setelah kompetisi selesai. Aku tidak mau mengacaukannya."
Presdir: "Kompetisi? Maksudmu dia ada di sini?"
Jin Gu diam
Presdir: "Aku tanya: Apa anakku ada di sini?"
Jin Gu : "Pergilah." sambil masuk rumah

Shin Yoo Kyung keluar rumah sambil terngiang-ngiang perdebatannya dengan Ny. Seo (ini flashback apa bukan, coba :D )
Ny. Seo: "Kau pikir kau dapat mengalahkan aku? Apakah kau menyatakan perang denganku?"
Yoo Kyung: "Aku tak mengerti apa yang kau katakan."
Ny. Seo: "Kupikr masalah ini sepele. Tapi ternyata aku terlalu meremehkanmu."
Yoo Kyung: "Aku tak tahu kalau aku salah. Kau suruh aku datang, aku datang. kau suruh aku tunggu, aku tunggu. Nyonya kalau kau tak memerlukan aku lagi, aku akan pergi."
Ny. Seo (gemas dan menampar Yookyung) dan dilerai oleh Ja Kyung dan Ja Rim, "Ibu, hentikan! Apa yang kau lakukan?"
Ny. Seo: "Kau licik! Kau menggunakan anak-anakku untuk melawanku."
Ja Kyung menyuruhnya pergi. Yoo Kyung lalu keluar diiringi umpatan dan hinaan Ny. Seo.

Dia terbangun dari lamunannya dan memandang jam besar tempat janjinya dengan Tak Goo.

Kim Tak Goo masih ada di sana dan memandangnya dengan senyum lebarnya yang kelihatan seperti tanpa masalah. Yoo Kyung menghambur memeluk Tak Goo dan menangis (udah dari tadi bendungan hampir jebol, kan)
Tak Goo bengong tapi suka.
Yoo Kyung : "Kau menungguku selama ini? Kau bodoh sekali"
Tak Goo : "Kau suruh aku datang ke sini."
Yoo Kyung: "Meski begitu, ini jam berapa? Bagaimana kalau aku tidak datang? Apa kau mau semalaman di sini? Dasar bodoh"
Tak Goo : "Tapi kau datang, kan"
Yoo Kyung menangis, Tak Goo mengusap air matanya "Aku merindukanu Shin Yoo Kyung. Kupikir aku bisa mati karena terlalu merindukanmu." Yoo Kyung menangis dan memeluknya lagi. Tak Goo tertawa gembira, "Ah, aku lega sekarang."

Majun pulang ke bakery dan melihat ayahnya duduk di depan Pal Bong Bakery, dan menghampirinya.
Majun: "Kenapa Ayah duduk di sini?"
Presdir: "Kenapa tidak kau katakan padaku?"
Majun: "Apa maksudmu, Ayah?"
Presdir: "Dia sudah berada di sini selama 2 tahun, tapi tidak kau katakan padaku? Katakan, kenapa tidak kau katakan padaku. Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa tujuanmu menyembunyikan hal ini dariku?"
Majun: "Ayah. Aku tak mengerti apa yang kau katakan. Apa yang kusembunyikana?"
Presdir:"Kakakmu!! Kenapa kau menyembunyikannya? Bagaimana bisa kau menyimpannya dariku selama ini?
Majun: "Ayah.."
Presdir: "Dia di sini begitu dekat, aku hanya melewatinya."
Majun: "Ayaah.." (duh tetep nggak bisa ngga kasihan sama Cep Majun ini hehehe)
Presdir: "Kau memanggilku Ayah jutaan kali sementara anak itu tidak pernah... Dia memanggilku.. Presdir.. Aku tidak tahu bagaimana cara memaafkanmu," lalu beranjak pergi.
Majun menyusulnya: "Ayah, tunggu! Tunggu sebentar Ayah. Aku tak berniat menyimpannya terus, hanya sampai kompetisi selesai. Setelah aku mengalahkan berandal itu dalam kompetisi, baru akau akan mengatakannya padamu. Benar, Ayah. Percayalah padaku."
Presdir:"Dia bukan berandal! Perlakukan dia seperti Hyung-mu!" lalu masuk mobil.
Majun terus memanggil-manggil ayahnya yang berada dalam mobil melaju.

Sampai di rumah Presdir terus merenungkan apa yang sudah terjadi dan membaca surat Tak Goo yang ingin hidu sebagai Kim Tak Goo, dan jangan mencarinya.

Tak Goo dan Yoo Kyung berjalan bergandengan dengan hati berbunga-bunga sampai di rumah kost Yoo Kyung. Mereka berpisah setelah Tak Goo mencium Yoo Kyung. Setelah Yoo Kyung masuk rumah baru sadar Tak Goo kalau roti untuk Yoo Kyung masih di tangannya (huh dasar hahaha.. gara-gara terlalu senang tuh) Tak Goo lalu berjanji dalam hati akan membuatkan roti yang enak untuk Yoo Kyung sepanjang hidupnya kelak. (gombal ah.. yang ada ntar Yoo Kyung disuruh bikin roti juga hehe.. nggak deng becanda.. :D )

Pagi tiba di Pal Bong Bakery, tiba waktunya berbaris. Tuan Yang tidak melihat Tak Goo. "Kemana anak itu?" tanyanya sambil melihat Majun. "Dia tidak pulang semalam," kata Majun. "Ada yang datang memberikan surat lalu dia pergi."
Tuan Yang: "Misun, kau tahu surat untuk Tak Goo?"
Mi Sung (gelagapan) dan mau menjawab tidak tahu, ketika tiba-tiba... "Hai, sudah kumpul semuanya?" Tak Goo menyapa semuanya dengan riang.
Tuan Yang: "Kau tidak pulangs emalaman?"
Tak Goo: "Tidak pulang? Bukan. Aku hanya sedikiiiiiiiiiiitt terlambat pulang. Setelah pulang aku memeriksa suhu oven dan kulkas, membuat adonan, lalu bersih-bersih."
Tuan Yang "Apa? membuat adonan lalu bersih-bersih?"
Virgin Chef (aku gak tahu siapa nama Chef perjaka tua ini): "Hey, Tak Goo, ada keajaiban terjadi ya. Kamu seperti penuh energi begitu."
"Siapa bilang aku hanya menghadapi hari yang sulit? Begitu memenangkan kompetisi cahaya terang bersinar dari sudut-sudut ruangan untuk Kim Tak Goo" ujarnya dengan riang yang tentu saja bikin Majun dan Misun jadi gemas
Tuan Yang mau ikut gembira, tapi kemudian dia menarik wajahnya dan berkata, "Cukup!" lalu membagikan tugas hari ini. "Kompetisi ronde dua akan dimulai sore ini. Yang lulus ronde satu harap berkumpul di sini tepat jam 5 sore."

Di kantor, Yoo Kyung mendapati dirinya dipindahkan ke bagian lain. Dia lalu bertanya kepada Manager Han, malah dijawabnya: "Kau benar-benar tidak tahu atau kau ingin menantangku? Ada garis terlarang yang kau langgar semalam"
Yoo Kyung lalu memindahkan barang-barang pribadinya dari situ.

Manager Han menerima faks info tentang dr. Yoon

Manager Han mendatangi dr. Yoon berpura-pura menjadi pasien. Dr. Yoon sedang berada di kamar sebelah, keluar dan menutup pintu kamar itu, yang justru membuat curiga. Manajer Han berkali-kali melirik ke pintu yang terbuka sedikit itu.


Sambil ditensi, dia bertanya, "Di mana Kin Mi Sun?". Dr. Yoon terdiam gesture nya menjadi kaku. Dia menolak memberi tahu. Manager Han menyerbu ke pintu kamar sebelah tadi dan menemukan ruangan yang kosong ada pintu tembus ke luar. Manager Han lari ke sana kemari mengejar Kim Mi Sun. Tapi yang dicari sembunyi di pojokan dan berhasil melarikan diri.

Di tempat lain Kim Mi Sun menelepon dr. Yoon supaya jangan membahayakan dirinya sendiri dan mengambil alih urusan ini. (urusan apa ya..)

Pal Bong Bakery, kompetisi babak kedua.

Ma Jun, Mi Sun, Tak Goo dihadapkan pada empat jenis bahan pembuat roti: terigu, garam, air, dan ragi.
Kakek Bong meminta mereka memilih salah satu bahan yang paling penting dan menyodorkannya ke depan.

Misun memilih terigu dikedepankan, Tak Goo dan Ma Jun kompak memilih ragi. Bahan roti yang di nampan masing-masing tinggal 3 macam.
Kakek Bong menyuruh Tuan Yang menyampaikan tugas untuk mereka. "Tugasnya adalah membuat roti yang paling menawan di dunia."
"Kau dapat membuatnya dengan bahan yang tersedia, kecuali yang kau ajukan kepadaku."
"Apa??" semua heran.
Misun: "Kakek, bagaimana mungkin aku membuat roti tanpa terigu?"
Majun: "Bagaimana mungkin bisa membuat roti tanpa ragi?"
Kakek Bong: "Maka itu disebut roti yang paling menawan sedunia. Dalam lima belas hari kalian harus dapat membuat roti yang paling menawan sedunia. Sekian."

Tuan Yang masuk kamar Kakek Bong tengah menyiapkan kompetisi babak ketiga.
Tuan Yang: "Ayah, hari ini kompetisi babak kedua baru dimulai, kau sudah mempersiapkan untuk babak ketiga?"
Kakek Bong: "Tidak ada salahnya bersiap sejak awal bukan?"
Tuan Yang: "Lalu di antara ketiganya kau merasa hanya salah satu yang dapat mencapai babak ketiga?"
Kakek Bong hanya menjawab, "Mungkin."

Di luar peserta kompetisi berkeluh kesah. "Bagaimana aku bisa membuat roti tanpa terigu?" Yang Mi Sun meratap. Tak Goo mengusulkan supaya memakai tepung beras tetapi hasilnya akan menjadi kue beras, kalau memakai kentang hasilnya akan menjadi kek kentang, semuanya bingung. Misun juga menanyakan bagaimana membuat roti tanpa ragi. TakGoo mengusulkan akan memakai baking soda tapi Misun menolak karena kakek anti memakan bahan kimia di rotinya.
Majun malah sibuk dengan perasaannya sendiri, dia terbayang amarah ayahnya, kemudian melemparkan serbetnya lalu pergi.

Mi Sun melihatnya pergi lalu bertanya pada Tak Goo, "Kau sudah bertemu Yoo Kyung ya? Bagaimana kabarnya selama ini?" Tak Goo mengangguk antusias, "Dia lebih cantik dari dua tahun yang lalu. Setelah kompetisi ini berakhir aku akan pergi dengannya naik kereta api untuk melihat laut." "Hanya berdua?" Mi Sun mendesak. "Iya." jawab Tak Goo sambil cengegesan. Gantian Mi Sun yang marah, melemparkan serbet lalu masuk rumah. "Aku juga ingin melihat laut" katanya 'pada Tak Goo' tapi dari dalam rumah sambil melihat Tak Goo di jendela. (hahaha dia cemburu sama Tak Goo-Yoo Kyung atau pengen ke pantai beneran ya... lucu lat kelakuan Mi Sun)

Di kamar, Ma Jun terus terbayang ucapan ayahnya lalu ke kantor ayahnya. Sesampai di kantor Ma Jun terus masuk menuju kantor ayahnya, Manager Han melihat dari kejauhan. (Kayaknya dia terus nyusul Ma Jun ke atas deh)

Ma Jun masuk ke kantor ayahnya diterima oleh sekertaris, dia melirik meja Yoo Kyung terus masuk ke ruangan ayahnya.
Presdir: "Ada apa? Tumben ke sini jam segini. Pulanglah."
Ma Jun : "Ada yang ingin kubicarakan."
Presdir: "Tak ada yang ingin kudiskusikan denganmu. Kembalilah."
Ma Jun memohon tapi ayahnya tidak ingin mendengar alasan darinya.
Ma Jun : "Mengapa? Untuk anak yang hidup denganmu beberapa bulan saja? Sedangkan aku hidup denganmu selama 26 tahun berada di sisimu dan mengikuti jejakmu. Mengapa?"
Presdir: "Selama 26 tahun kau menikmati semua yang kusediakan, tapi kakakmu tak menikmati apapun."
Ma Jun: "Jadi aku yang harus bertanggungjawab? Semua yang Kim Tak Goo tak menerimanya aku saja yang diuntungkan?"
Presdir: "Setiap kali aku mengingat apa yang dialaminya, rasanya aku tak dapat bernafas. Setiap kesulitan yang dialaminya membuat hatiku berdarah. Kalau kau tak dapat bersimpati padanya, kembalilah."
Presdir beranjak pergi, Ma Jun berlutut memohon, "Aku bersalah Ayah. Aku tidak punya alasan lain. Aku hanya ingin menyimpannya sampai kompetisi selesai. Aku hanya ingin mengalahkannya. Mengertilah."
Presdir melewatinya, "Menyingkirlah." Presdir membuka pintu dan tampak Manager Han sudah ada di depan pintu. (kayaknya dah dari tadi nguping nih)Presdir kaget, berpandangan sejenak lalu pergi.

Yoo Kyung menulis surat pengunduran dirinya, tapi kemudian diremasnya.
Ma Jun datang dan langsung memeluknya, "Jangan memaafkan mereka." katanya berkali-kali.
Yoo Kyung: "Kau merasa baikan sekarang? sudah larut, pulanglah."
Ma Jun: "Tinggallah bersamaku. "
Yoo Kyung: "Apa maksudmu? Kau suruh aku serendah apalagi? serendah apa aku bisa memuaskanmu?"
Ma Jun: "Kau masih puya harga diri? Kau tak punya apapun. Kau tak punya kekuatan, kau tak punya tempat untuk berpijak. Maka itulah kau perlu berpegangan padaku. Kau ingin balas dendam? Kau bisa memakai aku.Kau mau menyukaiku, atau sekedar memikirkanku, aku tidak mengharapkannya. Aku akan membiarkan siapapun yang ada di hatimu yang penting kau di sisiku."
Yoo Kyung : "Kenapa kau seperti ini?"
Ma Jun : "Aku ingin balas dendam juga pada mereka"

Tak Goo ada di depan rumah Yoo Kyung dan berteriak memanggil Yoo Kyung. Penghuni rumah menanggapiya dengan marah, Tak Goo lalu bersembunyi dan melihat taksi berhenti. Yoo Kyung dan Ma Jun keluar dari dalamnya.

Ma Jun meneruskan tawarannya dengan akting seperti orang sedang berciuman, "Kalau kau menaruh hati padaku, aku akan memberikan apa yang kupunya. Kau bisa menjadi isteri pemilik Geo Seong Food. Mengerti?" Yoo Kyung mundur, "Pergilah," katanya.
Masuk rumah YK bimbang, batinnya bilang "jangan terima Yoo Kyung..."

Tak Goo keluar dari persembunyiannya. “Kau pernah ketemu Yoo Kyung?”
Ma Jun mengiyakan.
Tak Goo : “Kemarin peringatan 2 tahun hubungan kami”
Ma Jun : “Oh itu sebabnya kau pulang telat semalam”
Tak Goo : “dan Kau mengapa kau disni?"
Ma Jun : “Kau tak tahu. Aku bertemu Yoo Kyung selama ini. Dua tahun kau terpisah dari Yoo Kyung, aku dan Yoo Kyung sering bertemu bukan sebagai Seo Tae Joo tapi sebagai Goo Ma Jun. Jadi sebelum bertemu denganmu di PBB, Yoo Kyung sudah mengenalku. Kami bertemu saat ulangtahun perusahaan.”
Tak Goo (bengong) : “Kau mengharapkanku mempercayai hal itu?”
Ma Jun : “Kalau tidak, bagaimana Yoo Kyung bisa bekerja di Geo Seong Food?
Tak Goo : "Geo Seong Food? Yoo Kyung bekerja di sana?
Ma Jun : "Yoo Kyung menyimpan rahasia darimu lebih dari yang kupikir”
Tak Goo tidak mempercayainya dan Majun malah menyuruh Tak Goo menanyakannya langsung pada Yoo Kyung, “Itulah sebabnya aku katakan lebih dulu kepadamu. Belum tentu dia akan menunggu orang sepertimu. Dia lebih pandai dari yang kau pikir. Tidak ada orang di dunia ini yang mengharapkan orang sepertimu termasuk Yoo Kyung dan ayah. Kau harus menyadari dirimu dan tempatmu Tak Goo. Kalau kau terus datang ke sini, hanya akan mempersulitnya bukan? Meski kau bisa membuat roti, kau tetap sampah. kau hanya gelandangan bagaimanapun juga. Kau harus tahu itu”
(duh kasian banget Tak Goo dihabisin gini baru nih Majun nyebelin di sini)
Tak Goo hanya memandangnya dengan geram Ma Jun yang beranjak pergi naik taksi. Tak Goo terdiam dalam amarah dan kesedihan air matanya jatuh berlinangan. (pinter lho nangisnya, kalau cuman setetes dua sih bisa pake obat tetes.. ini banjir air mata gitu.. tapi cengeng banget ya ^_^ )

Di PBB Presdir duduk dalam mobilnya menunggu Tak Goo pulang.. “Tuan, ini hampir tengah malam” Presdir tersadar dari lamunannya,”Oh ya. Mari kita pulang”
Mobil melaju pelan-pelan dan berpapasan dengan Tak Goo yang sedang berjalan hujan-hujanan. (Presdir nggak tahu dan pergi gitu aja tanpa menyadari itu anaknya yang sedang berhujan-hujan.. ohh.. enggak deng, itu versi sinetron biar panjang critanya :D )

Mobil berhenti dan Presdir keluar bawa payung. Tak Goo terus berjalan sampai presdir menyusulnya dengan payung. Tak Goo menoleh “Presdir?” Presdir tersenyum “Apa kabar?”
Di atas Jin Gu selesai membaca dan mematikan lampu sambil melihat ke jendela. dia melihat lampu bakery menyala, Ma Jun juga melihatnya.
Di dalam bakery Tak Goo sibuk mencari lap dan mengeringkan punggung presiden, “Keringkan dulu badanmu,” katanya menolak. Tak Goo mengeringkan mukanya, Presdir melihat kearah kantong roti. “Itu roti?” “Iya, itu roti yang kubuat pada kompetisi babak pertama.” “Kau lulus kompetisi babak pertama? Bagus. Aku ingin tahu rasanya”
“Tuan Presdir, apakah kau ada waktu?”Tak Goo lalu membuat roti disaksikan oleh Presdir. setelah matang dia menyuguhkannya pada Presdir “roti gandum beras’ (asapnya masih kelihatan, brarti panasnya beneran tuh, taruhan deh pemeran Tak Goo Yoon Shi Yoon abis man drama ini jadi pinter bikin roti ^_^)
Presdir memakan roti itu sambil menangis. Tak Goo heran campur panik dikiranya rotinya terasa aneh dan presdir kenapa-napa. (padahal presdir lapar nunggu Tak Goo dari sore sampe tengah malem gini.. :D )
"Tidak apa-apa. Rotinya enak," katanya lalu mendekat pada Tak Goo dan merangkulnya.
“Maafkan aku Tak Goo aku tak dapat menemukanmu selama bertahun-tahun. Padahal kau begitu dekat tapi aku tidak mengenalimu. Anakku Tak Goo” ayah dan anak itu kemudian berangkulan sambil bertangisan. Di luar dapur Jin Gu mendengarkan dalam diam. Di luar bakery Ma Jun melihat ke dalam bakery dalam diam (akting tanpa dialog ini bagian favoritku dalam Korean Drama, soalnya…. dalem bangeeeeeeet… ) Episode ini berakhir manis banget, setelah Presdir kelihatan lelet di awal ternyata dia bisa juga menunjukkan kharismanya good job deh Sajangnim...
Bersambung

Selasa, 04 Januari 2011

Membuat Sinopsis

Bread Love and Dreams atau Baker King Korean Drama dengan rating tertinggi di Korea tayang di Indosiar.

Sebagai penikmat K-Drama tentunya aku cari tahu dong serba-serbinya. Kucari sinopsisnya di blog Tirza ,blog Putri , blog Icha , dan yang lainnya. Akhirnya ada blog Nana yang memberikan link ke sinopsis Baker King . Wah kok baru sampai episode 11.

Kemudian aku cari tahu lewat FB, aku malah diajak bikin sinopsis BLD/BK episode 18. Masih jauh dengan tayangan di TV, kemudian aku menyanggupinya. Ternyata apa yang terjadi saudara-saudara? Buat sinopsis itu sama sekali TIDAK GAMPANG! alias SUSAH BANGET. Tidak sesusah itu sih tapi berbeda dengan kebiasaan kita nonton, kita tinggal menyetel, sambil tiduran, makan cemilan, kadang bablas juga ketiduran. enak ya.. Menulis sinopsis musti dilakukan sambil duduk dan menulis atau mengetik, bolak balik pause-play, backward-fastforward berulangkali.

Hebat sekali bagaimana Tirza melakukannya, dia menulis sinopsis judul puluhan drama dengan puluhan episode tanpa kenal lelah. Sekarang aku jadi bisa lebih menghargai kerja mereka, aku nggakan bersikap "rewel" seperti banyak pembaca blog yang bilang "Eonie, episode selanjutnya dong pleaseee... penasaran nih." karena ternyata itu sama sekali nggak gampang :)

Tapi apa juga musti diambil hikmahnya kan? Manfaatnya, aku jadi tahu seluk beluk persinopsisan dan aku juga jadi lebih banyak kawan, muda-muda dan pintar-pintar. Aku jadi seperti kata Barry Manilow.. I'm young again even tough I'm very old ^__^ ... Eh I'm not that old tough :D

Kamis, 12 Agustus 2010

TRIPLE Korean Drama



Aku habis menonton drama TRIPLE nih. Ketika belum selesai baru sampai episode 7 kesanku terhadap drama ini sudah terbentuk: MEMBOSANKAN! Wah padahal 16 episode semuanya.
Alur ceritanya berjalan lambat sekali. Dan Lee Sun Gyun yang menjadi sebab aku menonton drama ini memainkan peranan sebagai "pelengkap penyerta" alias tidak adapun peranan dia di drama ini tidak akan menjadi masalah. Aigoo mengecewakan sekali :(

Tapi lama kelamaan drama ini asyik juga. Penggambaran dunia olah raga ice skating digambarkan secara detil dan 'beneran'. Lagu-lagunya asyik-asyik dan enak didengar.

Drama Triple menceritakan kisah seorang atlit seluncur es Lee Ha Ru yang dimainkan dengan baik oleh Min Hyo Rin. Modelnya ya mirip Three Men and a Baby jaman dulu, tiga pria dan satu anak kecil.

Tokoh dan Karakter

* Lee Ha Ru (Min Hyo Rin) bisa berperan sebagai pemain es skating dengan baik. Kupikir dia ice skater betulan, habis bisa meluncur dan terbang dan mendarat dengan indah :D
The Three Men:
- Shin Hwal (Lee Jung Jae) berperan sebagai creative direktor sebuah biro iklan. Orangnya dingin dan tanpa ekspresi. Meski dingin begitu tapi ekspresi dia dalam mengungkapkan perasaannya jago banget. Lumer deh hati kita melihatnya.
- Cho Hae Yoon (Lee Sun Gyun) ini alasanku memilih drama ini. Si Kasep pemeran 'Pasta' di sini perannya 'nggak banget'. Seperti kubilang di atas, perannya sebagai pelengkap penyerta yang tidak berkait dengan cerita, kecuali teman serumah tentunya. Tapi berhubung beliau yang main, tetap saja aku menikmatinya ^_^

- Kang Hyun Tae (Yoon Kye Sang) periang, menghadapi masalah dari sudut yang gampang. Dia yang menyadarkan Haru waktu dia menghadapi masalah berat. Enak lihatnya :D

* Choi Soo Yin (Lee Ha Na) berperan sbagai istri Hwal kemudian berpindah hati ke Hyun Tae. Dia pelatih skating Haru. Permulaannya Haru tidak tahu kalau dia istri kakaknya.
* Kang Sang Hee (Kim Hee) adalah kekasih Hae Yoon (my Lee Sun Gyun) yang periang dan easy going. Perannya lebih ngga nyambung di cerita ini. Permulaannya dia kelihatan kekanak-kanakan tapi kemudian sikapnya berubah dewasa, yah seperti orang yang berusia 34 tahun lainnya.


Sinopsis

Kisah pemain ice skating yang cantik dan tiga pria tampan "yang satunya Lee Sun Gyun" yang tinggal di satu rumah. Ha Ru (18 tahun)ingin menjadi atlet ice skating tingkat dunia. Ketika Ha Ru berusia 6 tahun, Ibunya bercerai dan menikah lagi dengan seorang duda beranak satu bernama Hwal. Jadi Haru dan Hwal cuma saudara tiri yang hanya terikat oleh pernikahan ayah dan ibu mereka masing-masing. Hal ini perlu ditegaskan supaya kita tidak bingung apakah Hwal-Haru itu incest.. cinta dengan saudara sekandung.. atau tidak... jadi memang tidak ya..

Serial ini sebenarnya 3 cerita jadi satu, jadi sebaiknya dikupas perpasangan saja.

Haru-Hwal
Ketika Ha Ru berusia 13tahun, ayah tirinya dan ibu kandungnya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Haru dan Hwal kemudian hidup terpisah karena Haru tinggal dengan ayah kandungnya di kota lain. Serumah dengan ayah Haru adalah seorang pelatih ice skating, dengan dialah Haru kemudian belajar es skating sampai dianggap siap menjadi atlet es skating tinggkat nasional.

Setelah beranjak remaja, Haru memutuskan menyusul kakaknya Hwal ke Seoul untuk menjadi atlet ski nasional. Sesampai di Seoul, dia baru menyadari kalau Hwal sudah menjelma menjadi pria yang tampan dan dewasa. Haru kemudian jatuh cinta pada 'kakak'nya itu.

Hwal adalah seorang Creative Director di sebuah biro iklan, bertiga dengan teman serumahnya (the three men). Hwal orang yang nekat menempuh resiko dalam pekerjaannya. Nantinya Hwal mendirikan biro iklan sendiri dengan dua teman serumahnya itu. Nah pekerjaan biro iklan ini juga digambarkan secara detil dan 'beneran' mulai dari mencari ide, proses kreatif, hingga presentasi sampah ke sukses-gagalnya ide iklan itu di mata konsumennya. Hebat deh pokoknya.

Hwal juga ternyata diam-diam sudah menikah namun sedang bermasalah dalam rumah tangganya dan tinggal kembali di rumah orang tua Hwal. Ternyata Hwal juga jatuh hati pada Haru. Sikap dingin Hwal tapi penuh perhatian pada Haru menarik disimak. Mungkin ini yang disebut bermain watak.

Hae Yoon - Sang Hee
Mulanya keduanya bekerja di biro iklan yang sama, tapi ketika Hae Yoon keluar Sang Hee berusaha sendiri dengan membuka bar. Hae Yoon seorang yang praktis, cuek, penampilannya kurang gaul. Meski begitu Hae Yoon bijaksana, hangat, sopan, dan menghormati orang lain.

Tadinya Hae Yoon dan Sang Hee bersikap kekanak-kanakan. Mereka sering bergurau dengan gurauan bodoh. Seiring waktu Hae Yoon menyatakan cintanya pada Sang Hee. Setelah berfikir agak lama, akhirnya Sang Hee menerima. Nah sikap kekanakan berubah menjadi sikap dewasa digambarkan dengan sangat manis di sini. Kalo aku sih menikmati akting LSG tentunya hehehe ^__^

Hyun Tae seorang copywriter di biro iklan yang sama dengan ketiga di atas. Dia seorang yang sangat berbakat dalam banyak hal. Menggambar, main basket, memperbaiki mesin, dll. Dia juga seorang yang perhatian. Sikapnya pada Haru juga sangat perhatian. Kalau itu bukan Hyun Tae saja, ketiga orang ini mengambil jatah tugas mengantar dan menjemput Haru dan ketiganya memperlakukan Haru seperti princess .. asyik ya jadi Haru :D jadi ngiri...

Hyun Tae juga yang sering berpura-pura jadi Hwal ketika menjawab surat Haru ketika masih berjauhan. Adegan yang paling berkesan adalah ketika Haru habis kecelakaan dan harus beristirahat selama setahun supaya pulih total. Haru berkeras menolak beristirahat, kemudian Hyun Tae memberikan penjelasan dengan sangat menarik sehingga Haru manut mau istirahat selama setahun.

Hyun Tae bertemu dengan Soo Yin sewaktu mengantarkan Haru ke hall tempat skating. Dia tidak tahu kalau Soo Yin istri Hwal. Idiih Hwal ini bagai mana sih, punya isteri cantik kok diumpetin, jadi deh diminatin orang. Ketika mereka bertemu Hwal-SooYin sedang perang dingin, jadi selain karena tidak tahu Hyun Tae masuk pada saat ada kekosongan.

Soo Yin adalah pemegang medali emas skating dan melatih Haru. Sifatnya yang manja dan ingin dilindungi mungkin agak kurang cocok dengan Hwal. Kemudian mereka bercerai dan Hyun Tae masuk ke dalam kehidupan Soo Yin. Hyun Tae yang sifatnya penuh perhatian segera menyirami Soo Yin dengan perhatian. Siapa yang nggak akan lumer? Hwal kelihatannya tidak masalah mengingat dia juga ada perasaan pada Haru kan?

Ada satu tokoh lain Pong Ho yang naksir Haru, tapi kelihatannya Haru lebih berat ke Hwal-oppa deh. Tonton saja ya siapa tahu kita tak sependapat.

Kalau 7 episode awal tadinya membosankan ternyata aku keliru. Makin ke akhir cerita ini semakin menarik. Apalagi lagu-lagunya. Aku sampai mengulang beberapa kali nonton serial ini dari awal sampai akhir. Aku menikmati ceritanya, lagunya, akting para pemainnya, ah semuanya.

Nilai yang bisa diambil dari serial ini adalah kita harus bekerja keras tak kenal putus asa untuk mencapai tujuan. Smua itu digambarkan dengan baik oleh semua karakter dalam drama ini. Selain itu kasih sayang tidak hanya bisa disampaikan lewat kata-kata tapi juga harus berbentuk perhatian pada yang kita sayangi.

Nilai bagi sinetron Indonesia :
* Bikin drama tidak perlu panjang-panjang. Cerita yang padat dan cepat selesai lebih baik.
* Penggambaran karakter tiap tokoh musti jelas, dengan adegan. Adegan biro iklan atau perjuangan seorang atlet ice skating nyata tidak hanya dialog yang mengambang.
* Lokasi syuting harus jelas dan nyata. Adegan di rumah, di bis, di jalan, di hall skating, di kampung jauh dari kota, dll benar-benar dilakukan di tempatnya tidak hanya gambaran close up pasfoto dari pemeran habis dari kampung mau ke kota tapi cuman wajah doang yang tergambar. Buat penonton tidak sadar kalau mereka sedang dibohongi ya. Kalo di sini kelihatannya baru sinetron2 semacam FTV yang bisa seperti ini. Kalau sekali dua sih masih bisa hanyut, tapi kalo setiap FTV di Bali lagi di Bali lagi... mblenger dong

OK maju terus sinema Indonesia ^__^

Selasa, 10 Agustus 2010

Barisan Sakit Hati 2

Meski jilid 2, Barisan Sakit Hati (BSH) ini mungkin isinya drama yang lebih lama dari yang jilid 1. Maklum, setelah diingat-ingat, banyak juga BSH yang 'perlu dikasihani' hehe.. ama gue aja .. opss :p

1. Joon Sae (Brilliant Legacy)

Penyakit drama Korea menurutku, sering salah pasang karakter. Mendingan juga Eun Sung jadinya sama Joon Sae, yang karakternya dewasa, baik, perhatian, dll. Bukan ke tokoh utama Woo Hwan yang nyebelin, manja, nggak tau susah, dll. Joon Sae lebih cakep lagi kan, nggak sombong pula walow dia anak orang kaya.



2. Seung Mi (Brilliant Legacy)

Mustinya Woo Hwan jadian aja sama dia hehe. Biar Eun Sung jadian sama Joon Sae. Jadi lain dong ceritanya ntar ya.. wah ngrusak nih :D
kasihan juga Seung Mi, gagal pura-pura jadi orang kaya, ditolak pula sama Hwan.



Meski antagonis, aku nggak bisa deh antipati sama Seung Mi. Tapi apa daya ceritannya musti begitu.. mau gimana lagi yaa.. :(

3. Hua Ce Lei (Meteor Garden)

Ini drama Taiwan, tapi aku masukan ke daftar, soalnya dulu kan booming banget. Siapa yang nggak nonton drama ini coba? Belum rerunya, mungkin lebih dari 5 kali di TV Indonesia.



Mustinya San Chai jadian aja deh sama dia, menurutku. Eh tapi San Chai benar-benar melakukannya di dunia nyata. Mereka pacaran selama beberapa tahun membuktikan kalau teoriku tidak sepenuhnya salah kan?

4. Han Tae Hwa (Stairway To Heaven)

Wah, ini drama yang agak kelamaan ya, jadi musti ingat-ingat dan mengandalkan mbah goolge nih



Pertamanya ini jahat banget, bagaimana tidak, dia berkonspirasi dengan adiknya Yuri merekayasa sebuah kecelakaan sampai Han Jung Suh hilang ingatan. Dan Han Yuri bebas berpacaran dengan Cha Song Ju, meski cowonya sama sekali tidak bisa melupakan Jung Suh wanita yang dicintainya. Jung Suh amnesia selama lima tahun (lama ya?), selama itu juga dia menggganti namanya (diganti tepatnya oleh Tae Hwa). Setelah amnesianya sembuh Jung Suh kembali ke pelukan Song Ju.

Bahagia tidak bisa dinikmati terlalu lama, Jung Suh ternyata menderita penyakit parah yang membawanya ke kematian. Nah pas mulai sekarat itu kita jadi kasihan sama Tae Hwa. Soalnya Tae Hwa dan Song Ju bahu membahu merawat Jung Suh. Wah sedih banget pokoknya lah..


Itulah 'anggota' Barisan Sakit Hati dalam drama Korea-Asia yang kutonton. Barangkali yang mbaca tidak sepakat, tapi setidaknya itulah pendapatku. Mungkin nanti akan ada bagian ketiga dst, kita lihat perkembangannya :D

P.S:
Kalau ada gambar yang kuambil tanpa izin yang punya mohon dimaafkan ya, karena semua juga hasil pencarian di Google Image. Peace..

Minggu, 08 Agustus 2010

Barisan Sakit Hati 1

Istilah itu disebutkan karena tipikal drama Korea mesti ada tokoh yang juga menyukai tokoh utama, tapi nggak kesampaian. Banyak? Banyak dong.. nanti kusebutkan satu persatu dilihat dari drama2 Korea yang sudah kutonton.
1. Yul (Princess Hours)



kasihan sekali menurutku tokoh Yul ini. Sedemikian buruknya Lee Shin memperlakukan Chae Kyeong sampai-sampai rasanya mendingan dia jadian saja sama Yul. Meski tampil sebagai tokoh antagonis, tapi Yul lebih pantas dikasihani dibanding dibenci

2. Kang In Wook (Memories of Bali)



Akting dia di Memories of Bali menyedot perhatian sekali. Tampak keren dengan overcoat hitam, gesture, dan jalannya yang gagah, membuat kita lupa bahwa dia tokoh antagonis. Kasihan, perannya sebagai anak tidak berayah, lahir dari keluarga miskin tapi bisa jadi orang kepercayaan Bos. Dia mencintai Lee Soo-jung (Ha Ji Won) tapi tidak kesampaian juga.. heu kasihan..

3. Kang San (Pasta)



Menurutku dia keterlaluan. Bayangkan saja, dia menjadi secret admirer selama 3 tahun bagi Seo Yoo Kyung? Dia mengirim gambar kaktus setiap hari, mengganggu setiap hari tanpa bilang kalau dia menyukai Yook Kyung? Keterlaluan kan? Eh, Yoo Kyungnya malah pilih suka sama si Chef (sikasep) yang baru dikenal dan digalakin terus pula! Heu kasian..

4. Bidam (The Great Queen Seondeok)



Ini lagi. Padahal rasanya dah cocok sekali dengan Sang Ratu, eh nggak kesampaian. Kasihan. Dia main di The Great Queen Seondeok jadi antagonis atau bukan yah. Sampai2 penggemar The Great Queen Seondeok pada nggak ikhlas dia dimatikan dan nggak dijadikan sama sang Ratu. Keterlaluan memang hehe...

5. Ahjussi Byun Hak Do (Chun Hyang-Sassy Girl)



Hehe.. baru tahu kalau namanya Byun Hak Do. Habisnya kita nontonnya di Indosiar, Chun Hyang cuman manggil dia Paman, jadi deh dia terkenal dengan nama "Si Paman" ya setidaknya di sekitarku. Wajahnya mirip sama Chef Pasta ya, cuma bekas jerawat yang bikin beda. bagus juga kalau mereka berdua dipasangkan main jadi kembar gitu atau adik kakak. Mirip sekali soalnya wajahnya.

Jumat, 06 Agustus 2010

Lee Sun Gyun "Pasta"



Tiba-tiba aku punya idola baru. Sebagai penggemar Korean Drama atau Dongeng Korea aku pasti sudah nonton Cofee Prince. Dan memang Lee Sun Gyun main di drama itu sebagai "Barisan sakit hati", peran yang juga menyukai pelakon utama tapi tidak kesampaian. Di Coffee Prince juga akting Lee Sun Gyun mencuri perhatian juga sebenarnya tapi karena peran pinggiran itu tadi jadi agak terkesampingkan.


enak ya lihat senyumnya.. bikin kita ingin senyum balik padanya

Baru di drama "Pasta" Lee Sun Gyun dapat perhatian penuh dariku :D. Ternyata aktingnya lebih dari OK dan dia layak jadi idola. Sekarang ini aku sedang mengulang-ulang terus menonton "Pasta". Sampai-sampai rasanya English/Indonesian subnya sudah tidak perlu lagi karena sudah hafal dengan ceritanya.

Adu akting Lee Sun Gyun dengan Gong Hyo Jin terasa sekali kehebatan akting keduanya, sampai-sampai rasanya 'seperti betulan' interaksi antara keduanya. Itu yang membuat kita yang menonton tidak bosan mesti musti mengulang-ulang nonton "Pasta" beberapa kali. Dan rasanya bukan pendapatku saja nih drama "Pasta" memang bagus, rating drama ini juga lumayan masuh dua digit, memang belum sih kalau dibandingkan dengan "Baker King" atau "The Great Queen Seondeok".

Setelah nonton "Pasta" bosan (atau kasian sama DVDnya), aku sudah menyiapkan drama dari Lee Sun Gyun yang lain: Coffee Prince (ulang nonton),



Nanti dipilih aja khusus adegan bagian dianya aja doang :D .. Nggapapa kan? Namanya juga remedial.. ambil bagian pentingnya aja hehe..

Triple,



kalau lihat ratingnya sih cuman satu digit drama ini, tapi biarlah, nanti kalau rajin aku buat resumenya.. ciee :p

atau movie yang dia juga mainkan

Lee Sun Gyun juga masih terhitung manten anyar, alias penganten baru. Dapet daun mu da nih, karena jarak usia mereka terpaut jauh. Lee Sun Gyun kelahiran 2 Maret 1975, sementara isterinya kelahiran 17 Juni 1988. Tapi lihat fotonya deh.. boros banget ya untuk usia 21-22tahun? Kupikir dia kawin sama orang yang seumuran atau bahkan lebih tua? Ckckck... Model baju sama rambutnya enggak banget! Cirian tuh desainernya.. jangan pesan ke dia kalau nggak ingin kelihatan lebih tua dari umur sebenarnya hahaha... jahat ih.. hehe emang...



Tapi apapun itu kita mengharapkan dia bahagia dengan perkawinannya itu. Jangan ada gosip-gosip miring model artis-artis kita. Supaya image dia tetap baik dan kita tetap semangat menikmati karya-karyanya.

Lee Sun Gyunsshi, fighting :D

Minggu, 04 Juli 2010

Thank You

TV lokal Bandung baru selesai menayangkan Korean Drama Thank You. Eh salah deng, aku yang baru selesai nonton drama itu di TV itu. Entah sudah menayangkan drama itu ditayangkan di TV. Soalnya kan TV lokal acaranya suka itu-itu aja buat pengiritan :).

Aku sangat terkesan dengan drama itu. Thak You menceritakan Lee Young Shin seorang ibu dari satu anak perempuan. Hasil dari sebuah pergaulan bebas, anak itu terinfeksi AIDS gara-gara transfusi darah. Berat banget ya bebannya, sudah punya anak tidak bersuami, kena AIDS pula anaknya. Belum, belum semuanya. Beban dia ditambah dengan kakeknya yang sudah pikun tinggal bersamanya.

Aku suka sekali dengan akting Lee Bom, anak kecil yang kena AIDS karena salah transfusi.



Tadinya tidak ada penduduk desa yang tahu, tapi karena Young Shin membocorkan rahasia itu pada kakeknya, nyebar deh :( . Iya soalnya si kakek sudah pikun dan berubah sikapnya jadi seperti anak-anak.

Lee Bom lahir akibat pergaulan bebas ibunya (Lee Young Shin) dengan seorang pria. Disebutkan sih pria itu, tapi Young Shin tidak mau mengurus hal itu. Yang penting Lee Bom anaknya habis perkara dia tidak peduli masalah siapa ayahnya, ada yang mengaku atau tidak. Tegar ya. Ada kan artis yang gini. Tahu2 anaknya dibuatkan akte lahir, tanpa gembar-gembor hehe. Bandingkan dengan ada cewe yang nguber2 artis untuk dimintai pertanggungjawaban atas anaknya. Oh sudahlah jadi nggosip nih ah.



Young Shin diperankan dengan brilyan, seperti betulan oleh Gong Hyo Jin yang juga main di Pasta. Seperti di Pasta, Hyo Jin juga kelihatan seperti wanita kuat yang tak kenal lelah. Jarang tersenyum, mungkin karena beban kehidupannya. Tapi kalau sidah tersenyum Young Shin manis sekali senyumnya. Kalau dimisalkan seperti langit yang tertutup awan mendung kalau dia tidak tersenyum dan langit berawan yang terkena sinar matahari bedanya. Indah mana coba?! :D Young Shin digambarkan sebagai orang yang senang menolong orang lain. Meski terkadang permintaan tolong tetangganya itu tergolong "ada-ada saja" Young Shin ikhlas2 aja menolongnya. Itu yang membuat Young Shin disenangi penduduk desa.

Ketenangan Le Bom dan ibunya dikoyak ketika pada suatu hari datang ke pulau terpencil tempat mereka tinggal, seorang laki-laki yang ingin menebus kesalahan. Lelaki itu, Min Gi Suh, seorang dokter yang memiliki kekasih yang juga dokter yang bertanggung jawab terhadap peristiwa transfusi yang terjadi pada Lee Bom.



Jang Hyuk main jadi Min Gi Suh jago juga lho. Berakting sebagai seorang dokter yang frustasi emosinya naik turun. Aku terkesan waktu dia menyelamatkan orang di klinik hampir gagal. Lalu dia telpon bapaknya yang ternyata juga dokter, dan diberi tahu solusinya lewat telepon. Ckckck.. detil banget ya penggarapannya. Masalah dengan pasien selesai, begitu juga problem dengan bokapnya. Sedikit demi sedikit ego Gi Suh terkikis karena melihat Young Shin yang bersikap penolong jauh dari sikap egois.

Kakek pikun dimainkan dengan hebat oleh Shin Goo



Bandingkan dengan waktu dia main jadi kakeknya So Ji Sub di drama I'm Sorry I Love You deh. Di sini dia persiiis seperti anak kecil. Ke cucunya aja dia panggil Unnie. Sementara di ISIL dia jadi pensiunan sutradara yang bersiap menerbitkan biografi seseorang, wah beda banget. Hebat.. sudah senior belum kehilangan ketajaman berakting.

Nah teman sekampung Youn Shin yang diam-diam juga mencintainya adalah Choi Suk Hyun



Peran Suk Hyun di sini nggak jelas menurutku. Dia ini antagonis apa bukan ya. Kenapa kalau dia mencintai Young Shin ngga tembak aja gitu. Apa takut sama ibunya, apa gimana, nggak jelas deh.

Dengan semua keistimewaan itu drama Thank You diganjar banyak penghargaan.
Kata Neng Han Ci nih ya (hancinema)

▶Best Actor/Actress : Kong Hyo-jin ("Thank you")

▶Special prize : Child : Seo Sin-ae ("Thank You")
▶Golden Acting Award Miniseries : Jang Hyeok ("Thank You")

Masih ada beberapa lagi tapi linknya ngga ketemu :(

Kesimpulan: Drama ini berbeda dari tipikal drama Korea yang sudah ada. Biasanya kan Cinderella type sekali. Yang ini meski 'agak' Cinderella tapi dalam statementnya Min Gi Suh bilang meski orang melihat aku sebagai anak orang kaya yang terpelajar, tapi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh Young Shin, itu semua belum apa-apa. Gitu katanya, hebat ya.

Jumat, 11 Juni 2010

Giska - Gadis dan Jaka



Dulu itu Ray Sahetapy muda main dengan Dewi Yull dalam sebuah filem berjudul Gadis. Sudah lupa cerita detilnya yang jelas Dewi Yull main sebagai gadis desa bernama Gadis. Sedangkan Ray main sebagai seorang bangsawan bernama Jaka di filem tersebut. Bagi saya filem itu sangat berkesan. Filem itu sangat bagus, kalau tidak salah dapat Piala Citra. Tidak hanya itu, kisah cinta mereka berlanjut beneran di kehidupan nyata sampai Ray dan Dewi menikah. Kemudian mereka punya anak yang diberi nama Giska, singkatan dari nama peran yang menyatukan mereka di filem Gadis.

Idolaku itu, Ray Sahetapy menjalani kehidupannya dengan Dewi Yull secara baik-baik saja. Dewinya laris sebagai pemain drama TV (sekarang namanya sinetron) dan penyanyi. Sementara Raynya main teater. Perannya di filem2 pantes2 saja.. jadi orang soleh pantes, jadi pemuda tengil pantes, tapi dia pernah juga ya main jadi antagonis? Lupa aku... Pantes deh kalau dia jadi idola.. karena mainnya emang pandai. Sudah pandai, sabar lagi punya anak berkekurangan seperti Giska, menurutku.

Balik ke Giska. Masuk koran kemudian kalau Giska kecil ternyata punya kekurangan. Tapi kekurangan ini justru membawa dia pada kelebihan yang lain. Karena jiwa seni tidak harus berbentuk seni peran dan seni suara. Giska pintar melukis, dan main piano!

Giska berusaha menyatukan kembali ayah-ibunya yang hendak bercerai. Kemudian Giska berpacaran dengan Doni, pemuda hasil dari perkenalannya dari internet. Giska dan Doni kemudian menikah dan punya anak. Sayang kemudian mereka berpisah. Padahal kata Doni sosok Giska sempurna baginya.

Lama tidak terdengar beritanya. Kemarin terbetik berita katanya Giska 'masih' koma di RS. Wah, sakit apa? Semua mau tahu. Belum jelas beritanya,d atang lagi berita baru: Giska meninggal dunia. Radang otak dan penyakit yang dideritanya sejak kecil menjadi jalan Tuhan buat memanggilnya.

Sejak remaja mengikuti berita2 Ray-Dewi-Giska, membuat aku seperti merasa memiliki. Dulu aku tidak mengerti kenapa Dewi bilang Giska adalah gurunya. Setelah jadi ibu dan punya anak baru aku mengerti, kalau Giska harus dihadapi dengan kesabaran. Jadi Giska adalah guru Dewi untuk belajar sabar.

Giska, kelanjutan dari love story Gadis dan Jaka itu sudah dipanggil oleh yang lebih mencintainya. Selamat jalan Giska, semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.

Rabu, 14 April 2010

Jangan Biarkan Anak Merengek Sebagai Senjata



Beberapa hari terakhir ini kita sering terganggu dengan berita balita yang merokok dan berkata-kata kasar. Balita yang merokok ini rupanya sejak kecil sudah mulai merokok. Kata orang tuanya, kalau tidak dituruti anak suka marah-marah dan berkata-kata kasar.

Kenapa dibiarkan sampai berlarutt-larut begitu? Bukannya dia masih kecil yang seharusnya menuruti perkataan orang dewasa (orang tuanya)? Mengapa orang tua sampai tega menjerumuskan anaknya ke dalam bahaya padahal dia menyayanginya? Wah banyak sekali pertanyaan yang nadanya 'menuduh' kepada si orang tua anak.

Memang kita sangat sayang kepada anak kita, tapi jangan sampai kita dijajah oleh anak kita. Masih kecil masih lucu anak merengek kemudian dituruti lalu diam, tapi jika dibiarkan terus hal ini akan berakibat buruk bagi kita orang tua. Untuk itu berikut ada beberapa tips agar kita dapat mendidik anak kita bila sedang merengek meminta sesuatu, dan jangan sampai menjerumuskannya ke dalam bahaya.

1. Jangan luluh dengan rengekan

Cara paling baik agar si kecil tidak selalu merengek adalah dengan tidak mendengarkannya, jika ia tidak berbicara dengan jelas. Saat si kecil mulai merengek, katakan padanya untuk berbicara dengan baik dan mintalah dengan tegas padanya untuk menghentikan rengekan.

Jangan mendengarkan apa yang ia katakan sebelum ia menyampaikannya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk menghentikan rengekannya tetapi juga melatihnya untuk berkomunikasi dengan baik.

2. Tunjukkan nada suara yang tepat

Pilih waktu yang tepat untuk menunjukkan mengapa merengek itu tidak baik dilakukan. Kuncinya adalah untuk memastikan si kecil tahu perbedaan antara suara merengek dan nada berbicara normal.

Tunjukkan padanya nada suara yang normal saat meminta sesuatu atau berbicara. Hal ini sangat penting agar si kecil tahu bagaimana berbicara yang benar dan mengungkapkan keinginan tanpa harus merengek.

3. Hargai usahanya

Jika Anda terus-menerus memberitahunya untuk mengurangi dan menghentikan rengekan, ia pasti akan berusaha untuk melakukannya. Upaya apapun yang dilakukannya meskipun belum sesuai yang dicontohkan, harus Anda hargai.

Apalagi jika si kecil sudah bisa mengurangi rengekannya tidak sesering sebelumnya. Berikanlah pujian, hal itu akan memotivasinya untuk berbicara dan berkomunikasi dengan baik.

4. Konsekuensi

Apabila Anda sudah memberitahunya berkali-kali dan ia tetap melakukan rengekan, harus ada konsekuensinya. Anda bisa memberikannya hukuman dengan mengurangi waktunya untuk menonton televisi atau tidak mendengarkannya sama sekali saat ia merengek.

Tapi, jangan "menyerah" untuk memberitahunya kalau merengek itu tidak baik dan ada konsekuensinya jika hal itu terus dilakukan. Dan jangan sampai orang tua kalah dengan rengekannya lalu menuruti keinginannya walaupun tidak baik bagi anak bahkan berbahaya.

Sebagian dikutip dari VIVANews.

Selasa, 13 April 2010

Jalan Braga

Bungur
Jalan Braga jalan intelek
Tidak boleh masuk keretek
Beca, roda, bemo, Honda,
Jalanna muter, duh datang ti kidul
Leuh kaburu lieur

Jalan Braga mobil plat beureum
Perhiasan emasna reunceum
Tahan harga jaga gengsi meuli tarasi
Leuh kukurilingan du teu beubeunangan

Jalan Braga tempat soping jalma gede
Soal harga et amah soal sepele
Tongtonan nu gratis
Pamer mode nu gareulis
Dulak delek ucad aced nu nenjokeun panas tiris

Jalan Braga tetep teu robah
Teu galideur tahan sejarah
Gunta ganti henteu cara jalan nu sejen
Duh jalan nu paten leuh jalan konsekwen

Jalan Braga heurin ka gigir
Satengahna beak ku parker
Pareng macet lalu lintas hese rek mundur
Duh polet nu ngatur leuh wayahna sabar

Jalan Braga jadi jalan kelas hiji
Jadi catur pangimpian urang sisi
Pusat perdagangan urat nadi kota kembang
Tetep pageuh Jalan Braga ngarojong ka balarea

Selasa, 30 Maret 2010

I.R.I.S


Tadi ke pasar mampir di lapak DVD. Lama tidak singgah karena sekarang sudah ada internet di rumah. Koneksi yang sekarang ini bisa diandalkan buat nonton drama, filem atau download lagu. Jadi sebab itulah saya kehilangan alasan buat mampir. Nah, tadi siang itu kebetulan tatap mataku dengan teteh DVD bertemu, jadi kusempatkan ngobrol sambil buka-buka tumpukan DVD. Iseng kutanya, "Punya I.R.I.S?" Eh, ada!

Sampai rumah langsung kubuka. Biasanya dialgognya disub bahasa China ini asli. Baguus..
Pas kusesuaikan teksnya... omaygat.. Teksnya Bahasa Jepang!!
Waaa aku ngga ngerti Korea dan ngga ngerti Jepang.. mati kutu deh ^____^

Jumat, 26 Maret 2010

Interview Wartwan Indonesia (RCTI) dengan Barrack Obama Presiden Amerika Serikat

Tidak lama setelah Presiden Barrack Obama mengumumkan penundaan kunjungannya ke Indonesia, wartawan Indonesia berhasil mewawancarai presiden negara adidaya tersebut di rumah dinasnya, White House. Pada penayangannya saya kemudian merekamnya dan menguplodnya ke youtube. Dan saya tidak menyangka sama sekali responnya ternyata luar biasa.

Beberapa mengucapkan terimakasih atas upload videoku itu karena mereka tidak sempat menontonnya atau mereka tinggal di luar Indonesia dan di luar jangkauan TV Indonesia.

Ada juga yang mengkritik Putra Nababan yang kelihatan gugup dan mereka membandingkan kalau yang interview jurnalis Indonesia yang lain, misalnya Najwa Shihab atau Rosiana Silalahi. Bagiku wajar saja, karena itu mungkin wawancara pertamanya di luar negeri. Apalagi ini yang diwawancara adalah bukan hanya seorang presiden, tapi presiden dari negara adikuasa. Kalau saya mungkin bukan cuman gugup tapi juga sakit perut atau jantungan ha ha.

Kebanyakan merasa senang. Mendengar Presiden Obama bicara dalam Bahasa Indonesia, menceritakan makanan favoritnya, melihat dia mengenang tukang sate lewat dan berteriak "Sateee.." Lalu bagian trivia quiz di mana Obama diminta menjawab cepat pertanyaan yang diajukan tentang masa kecilnya. Obama menjawab dengan baik pertanyaan yang diajukan. Aku yakin setiap bangsa Indonesia senang dengan bagian ini.

Ada yang bilang itu cara Amerika memenangkan hati bangsa Indonesia. Ah bukan sekarang saja Amerika berusaha memenangkan hati Indonesia. Dan selalu menang. Lewat softdrinks, fastfood, filem, serial TV, teknologi sudah ada di setiap benak bangsa Indonesia. Jadi ambil sisi positifnya sajalah dengan hal ini. Soalnya saya suka merasa aneh kalau ada demo anti Amerika. Wong Amerika sudah terlanjur menguasai sendi2 seluruh penjuru dunia bukan cuma kita doang. Coba misalkan Amerika mencabut SELURUH miliknya di Indonesia apa nggak gempar kita? Kita tidak boleh pakai internet, facebook, youtube, windows, dll, dsb? Suka aneh aja sikap anti Amerika dilakukan dengan produk Amerika? He he he...

Belum tentu dua kali ada presiden luar negeri yang pernah menghabiskan waktunya di negara kita. Kita ikut senang dengan keberhasilannya. Seolah-olah kita ikut 'punya'. Dibilang ge er biar aja. Buat Putra Nababan sukses terus ya. Kalau menang PGA, berarti saya iku andil lho dalam kemenanganmu. ^_^