Minggu, 22 November 2020

Annoying Brother - Brother (형) (2016)

 Berkat Catchplay saya jadi nonton film ini. Saya baru menyadari manfaat film gratis sebanyak 10 judul setiap bulannya tenyata ada juga yang menarik. Banyak sih yang menarik tapi ini pop up terus di halaman depan Catchplay. Jadi deh nonton 

Korean movie  hasil karya sutradara Kwon Soo-Kyung dan diperankan oleh 
DO Do Kyung-Soo personel K-pop grup EXO yang sekarang sedang menjalani 
masa wajib militernya (2019-2021),  Park Shin Hye dan Jo Jung Suk. 
 



Cerita mengisahkan Du Sik ( Jo Jung Seok) sang kakak seibunya yang sedang dipenjara untuk kasus penipuan sementara adiknya Du Young (Do Kyung Soo) seorang atlit judo mengalami kecelakaan saat bertanding yang mengakibatkan dia permanen kehilangan penglihatannya. Du Young tampil di persidangan memohon agar sang kakak dibebaskan dari penjara untuk mengurus adiknya yang tiba-tiba menjadi disabilitas. Du Sik bisa keluar penjara dengan syarat harus mengurus adiknya selama setahun.  

Do Young yang tiba-tiba buta menjadi depresi dan mengurung diri di rumahnya. Dia belum menerima kenyataan yang harus dihadapinya. Hanya mantan pelatihnya Lee So Young (Park Shin Hye) yang menjadi penghubungnya dengan dunia luar. Sudah begitu dia harus berurusan dengan kakaknya yang penipu. Do Young awalnya tidak bisa menerima kenyataan itu, tapi sedikit demi sedikit dia mulai menyesuaikan diri dengan keadaan.

Sekeluar dari penjara langsung terlihat betapa annoying nya alias menyebalkannya sang Du Sik. Mereka sudah terpisah selama 15 tahun harus tinggal serumah lagi. Layak kalau mereka kelihatan saling membenci. Mereka tinggal serumah  berdua saja karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Rumah yang asri dan indah dengan pohon persik di depannya.

Du Young berusaha menggoreng telur tapi malah terjadi kecelakaan. Wajannya jatuh mengenai kakinya. Du Sik memarahinya, kenapa tidak bilang saja kalau mau makan. Du Young bilang kalau dia ingin membuat ceplok telur untuk kakaknya seperti yang biasanya dilakukan ibunya dulu. Du Young lalu bercerita kalau ibu menggoreng telur untuk kakak, tapi kakak tidak pulang. Besok paginya ibu mengubur telur itu di bawah pohon persik di depan rumah. Makanya pohon persiknya berbuah subur.

Kelihatannya Du Sik kakak yang menyebalkan Tapi ternyata tidak. Du Sik begitu memperhatikan adiknya. Dia ingin adiknya mandiri. Menjadi atlit lagi. Du Sik terus memotivasi dan menyiapkan adiknya untuk menjadi atlit paralimpiade. Do Young pun mulai menikmati keberadaan kakaknya di rumahnya. Du Sik membekali adiknya sebuah tongkat yang bisa dilipat. Du Young semakin bisa menerima keadaan.

Du Sik lalu meminta Lee So Young untuk menjadikan Du Young menjadi atlit  judo di paralimiade musim panas 2016 di Brasil. Du Sik juga menitipkan adiknya pada So Young karena ternyata dia menderita kanker pankreas stadium 4. Du Sik didiagnosa dokter maksimal hidupnya tinggal 3 bulan.

Du Young giat berlatih untuk paralimpiade dengan So Young. Dalam seleksi akhir dia berhasil menang dan terpilih untuk mewakili negaranya di paralimpiade musim panas 2016 di Brasil. Du Young terus berlatih mempersiapkan diri untuk perhelatan penting itu.

Do Young pun sibuk mempersiapkan adiknya dan rumah yang ditinggalinya agar ramah disabilitas. Du Young mengubah ujung meja menjadi lengkung supaya bila kejeduk tidak mengenai ujung meja yang tajam. Kusen bagian kaki yang tadinya ada bingkainya dihilangkan untuk mengurangi resiko Du Young tersandung. Gelas dan piring diganti dengan gelas plastik dan lainnya. Di depan rumah diberi nama RUMAH DU YOUNG.

Di samping kesibukannya Du Young juga minum obat dari dokter. Tapi kelihatannya hanya penghilang rasa sakit saja karena dia kian parah dan kondisinya drop.

Do Sik masih berusaha gagah di depan adiknya. Sesaat sebelum keberangkatan ke Brasil Du Sik bercerita kalau dia akan bekerja di Busan. Mungkin mereka akan jarang bertemu. Du Young memahami kondisi itu. Sebagai orang yang tidak punya ijasah diterima bekerja adalah kesempatan baik. Kakaknya menggoda Du Young apa tidak sebaiknya dia batalkan saja ke Busan dan ikut Du Young ke Brasil. Du Young serius melarang dengan janji akan pulang membawa medali.

Padahal bukan. Du Sik ngedrop. Dia masuk rumah sakit begitu Du Young berangkat ke Brasil. Du Sik menonton di TV setiap penampilan Du Young.

Menjelang final tiba-tiba Du Young mengingat kejadian ketika dia mengalami kecelakaan. Dia seperti hendak menolak untuk tampil. Dia ragu-ragu. So Young lalu memotivasinya. Tiba-tiba tercetus kalau kakaknya sakit parah dan hampir meninggal. Du Young tadinya ingin buru-buru balik ke Korea tapi akhirnya berhasil dibujuk Su Young.

Du Young lalu menelepon kakaknya yang berakting kalau dia sedang di Busan. Du Sik sambil menahan air matanya berusaha mengeluarkan nada ceria dalam dialognya. Tapi Do Young lalu bertanya, “Sakit kak?” dan dijawab dengan “Sangat” oleh Du Sik. Keduanya lalu bertangisan di telepon. DO aduh pinter banget acting nangisnya.

Du Young berhasil pulang membawa kemenangan. Du Sik pergi menyusul ibu.
Sedih ya.

  Coba deh tonton filem ini tanpa menangis. Kan sudah tahu ceritanya secara lengkap hehe   

Nonton Gratis di Android TV

 

Beberapa aplikasi untuk menonton streaming

Sekarang ini musim TV Android. Dengan koneksi internet di saja tersaji aneka platform  yang menyajikan tontonan. Kita tinggal pilih yang mana. Ada Catchplay, Iflix, Viu, Disney Hotstar, Vidio dan lain-lain.  Tinggal pilih mau yang mana. Catchplay menyediakan 10 judul film dan Iflix menyediakan tayangan gratis selain yang berbayar. Hanya saja Iflix masih menyimpan iklan beberapa iklan. Tapi kalau ada yang gratis kenapa harus bayar? 

Tadinya saya lebih suka download drama Korea lalu menontonnya di kala senggang. Tapi beberapa judul drama sudah hilang melayang akibat dihapus karena hard disk yang kepenuhan. Satu didownload dan yang lain yang sudah ditonton harus dikorbankan untuk dihapus. Begitu seterusnya. Sejak ada TV android ini kita tinggal memilih tayangan apa yang kita sukai. 

 Bagusnya tayangan streaming ini, dia tahu persis apa tontonan kita kemarin sampai mana, menit ke berapa. Kita tinggal pilih melanjutkan atau mau mengulang dari awal. Ya jelas melanjutkan dong ya.. 

Memang ada yang bayar seperti Disney Hotstar. Tapi bayarannya sangat terjangkau, dan kita bisa kenyang menonton filem Disney yang asyik itu kan. Atau mau mengulang-ulang Forky yang menanyakan arti teman? What? Nooo! hahaha

                               https://tenor.com/view/forky-what-no-toy-story-gif-15578581




Senin, 13 Februari 2017

Kerang Pembuat Mutiara

Dua tahunan tidak posting di blog ini, rindu juga rasanya. Banyak sekali yang terjadi dalam hidup dua tahun ini. Alhamdulillah. Semua yang terjadi karena berkah dari Allah SWT tidak hentinya kusyukuri. Sekarang ini aku sedang inget demgan kerang mutiara. ,

Kerang yang jelek dan buruk rupanya lebar bergelambir. Kalau dimakan dagingnya kenyil-kenyil. Tapi kerang lebih berguna kalau dibiarkan hidup. Kerang binatang yang tidak pernah mengeluh. Dia selalu istiqomah melanjutkan kehidupannya. Tatkala dia tersedak masalah dia tidak ribut berkoar-koar. Masalah dia selimuti dengan air matanya. Lama kelamaan menghasilkan sesuatu yang indah. Semoga aku bisa menjadi kerang itu. Menghasilkan mutiara yang indah.
Mutiara tidak hanya terbentuk dari masalah. Mutiara juga terbentuk dari belajar. Ilmu demi ilmu pengetahuan diserap diserap diserap terus lapisan demi lapisan dan kelak akan membentuk mutiara baru yang indah. Semoga saja
 

Jumat, 03 April 2015

Sensory Couple - Kemampuan Melihat Bau (Episode 1)

Sensory Couple
Mickey Yoochun dan Shin Se Kyung
Drama baru ini kelihatannya rame. Temanya menarik.
Ceritanya tentang polisi muda Choi Moo Gak yang kehilangan adik yang disayanginya Choi Eun Sol. Dan seorang gadis yang kehilangan orang tuanya sekaligus menjadi saksi atas peristiwa pembunuhan yang menyebabkan dia jadi yatim piatu. Ada peristiwa bersamaan yang menghubungkan mereka berdua.

Di sebuah rumah terlihat seorang lelaki menyeret tubuh manusia. Di dekatnya terlihat sosok tubuh yang lain yang tergeletak. Kelihatannya keduanya tak bernyawa.

Choi Eun Sol turun dari bis dan memberi tahu orang tuanya lewat telepon kalau dia hampir sampai di rumah. Dia juga mengirimi orangtuanya SMS kalau dia kelaparan.


Sesampai di rumah dia menyalakan lampu tapi dia melihat seorang pria sedang menyeret sesosok tubuh. Pria itu melihatnya. Eun Sol melihat lelaki itu memakai masker di mulut dan topi di kepala.

Eun Sol langsung lari. Pria itu sempat menangkapnya dan sebelum lepas dia merenggut label nama di seragam sekolahnya.

Eun Sol lari sekencangnya menyusur gang. Lelaki itu mengejarnya. Sampai di pertigaan dia tidak melihat ada mobil yang melaju kencang. Eun Sol tertabrak, jatuh ke tebing dan tak sadarkan diri.
Lelaki yang mengejarnya menghentikan langkahnya dan membaca label nama di tangannya : Choi Eun Sol.

Di tempat lain ada seorang gadis, Choi Eun Sol menelepon oppanya Choi Moo Gak. Memberitahukan kalau dia mengalami kecelakaan ringan. Dia sedang menunggu antrian ambulan yang akan mengantarkannya ke RS.

Choi Moo Gak bergegas menuju RS dan bertubrukan dengan seorang lelaki berjas dokter dengan darah di dadanya. Dokter itu meliriknya sekilas Moo Gak melihatnya. Mereka berpandangan dan sang dokter berlalu.

Moo Gak mencari Choi Eun Sol adiknya. Tetapi dia menemukan adiknya tidak bernyawa dengan luka terbuka di bagian leher.

Di tempat lain, kepolisian mendapatkan informasi tentang ditemukannya dua sosok lelaki dan perempuan di tepi pantai. Kelihatannya suami istri.

Detektifnya datang untuk memeriksa.


Dia mendapat laporan kalau pasangan itu sudah hilang selama seminggu. Mereka punya anak yang sedang koma di RS. Detektif langsung menyimpulkan kalau anak itu adalah saksi kunci dan bergegas ke RS. Dia langsung mengganti nama pasien Choi Eun Sol menjadi Oh Cho Rim.

Oh Cho Rim pasien yang koma selama 193 hari mulai bergerak-gerak dan sadar. Dokter tidak ada yang menyangka kalau pasien koma seperti Oh Cho Rim bisa sadar.
 Dia melihat sekeliling dan mendapati dia dapat melihat bebauan. Dia merasa panik dan menjerit-jerit, lalu ditenangkan oleh dokter dan paramedis.
Bukan itu saja keanehannya. Mata Oh Cho Rim sebelah kiri berubah menjadi biru.

 Hal ini membuat dia dipandang aneh oleh sesama pasien yang sedang fisioterapi.
Hal yang ketiga adalah Oh Cho Rim tidak bisa mengingat apapun. Dia tidak tahu siapa namanya. Dia tidak ingat penyebab dia bisa diopname selama 193 hari di RS. Cho Rim juga tidak ingat siapa sosok yang sekarang dipanggilnya sebagai ayah.

Enam bulan setelah sehat. Oh Cho Rim kembali ke sekolah. Kebisaan barunya melihat bau mulai kelihatan manfaatnya. Dia melihat rasa eskrim di sebuah kedai.

Di kedai itu dia melihat perempuan yang menanyakan dompetnya yang ketinggalan. Pelayannya mengatakan tidak tahu. Oh Cho Rim memperhatikan wangi yang keluar dari wanita itu. Dia lalu memperhatikan bau yang sama yang keluar di balik topi. Semula pelayang mengatakan tidak tahu namun didesak dengan sorot mata dan ekspresi wajah Oh Cho Rim dia lalu mengejar wanita pemilik dompet dan mengembalikan dompetnya.

Di tempat lain Choi Moon Gak sang detektif polisi sedang duduk mengintai di sebuah toko nyaman (convenient store). Dia menunggu seseorang di situ, melihat ke sana ke sini sambil makan ramen. Sudah terlihat setumpuk 4 mangkok di dekatnya, dia mulai dengan mangkok kelima. Seolah tidak ada rasa kenyang baginya. Moo Gak minum dua gelas kopi panas tanpa meniupnya dulu bahkan pramuniaganya ngeri melihatnya.

Seniornya  memperhatikan dia makan terus dari jalan di dalam mobil dengan sebal. Dia makan tanpa ditiup dulu, kenapa bisa begitu ya, katanya sambil memperhatikan di teropong. (perasaan dekat kenapa musti pake teropong ya. lebay ah). Di dalam mobil rekan kerjanya berdebat terus sampai tidak sadar kalau yang ditunggunya sudah datang.

Sampai akhirnya ada orang masuk ke toko untuk membeli rokok. Moo Gak bergerak. Itu dia yang ditunggu datang. Kang Sang Moo. Dia menutup toko itu, Penjahatnya menodongkan pisau ke arahnya. Tapi begitu siap untuk bertarung, Moo Gak malah jatuh sendiri ke lantai. Tidur. Nyenyak. Ngorok pula. Susah dibangunkan. (Kemaren jadi prince Lee Gak lepas sepatu pas masuk biskota, eh sekarang mau menangkap penjahat malah tidur di depan mata penjahatnya hahaha)




Sabtu, 28 Februari 2015

Kebiasaan Baik dalam Drama Korea (5) Tamu Datang Langsung Disuguhi

Tamu Datang Langsung Disuguhi

Adegan menarik yang merupakan kebiasaan baik yang lain adalah setiap tamu datang akan langsung disuguhi. Teh di cangkir, bir kalengan dari kulkas dan adakalanya kue-kue atau buah potong. Padahal kedatangan si tamu adalah untuk bertengkar atau berdebat tentang sesuatu. Kalau meminjam istilah Bahasa Sunda namanya gek sor. Begitu gek (duduk) langsung (sor) dihidangkan minuman itu. Adalah kesamaannya dengan adat sunda yang begitu datang di rumah makan Sunda langsung dikasih minum teh tawar panas.

Tapi ada kalanya juga si suguhan itu malah dipakai buat menyiram siapa yang di hadapannya, kalau sedang emosi atau marah. Ha ha ha kasian ya

Tamu datang langsung diberi minum
4.

Senin, 23 Februari 2015

Kebiasaaan Baik dalam Drama Korea (4) Menu Sehat Seimbang

Makan dengan menu sehat seimbang


Seringkali dalam drama Korea adegan makan adalah bagian penting. Hampir setiap drama ada adegan makan. Bahkan ada drama yang setiap episode ada adegan makannya. Jadi kesannya makan melulu. Apakah ini strategi promosi makanan Korea atau memang kebiasaan orang Korea yang sangat mementingkan makanan, perlu diteliti lagi lebih lanjut. 

Hal ini mengingatkan pada novel-novel Inggris yang menempatkan makanan sebagai bagian penting yang harus diceritakan. Seperti serial Lima Sekawan dan Sapta Siaganya Enid Blyton atau serial Harry Potter nya J.K. Rowling yang terkenal itu. Dalam K-drama adegan makan dengan menu lengkap sering nampak misalnya dalam drama You're My Destiny serial panjang yang menampilkan Yoona sebagai Jang Sae Byuk itu. Atau Ojakgyo Brothers

Kebiasaan Baik dalam Drama Korea (3) Sarapan

Sarapan. 
Kelihatannya sarapan adalah adegan penting dalam drama Korea. Mau sendirian mau sekeluarga. Seringkali sar apan klihatan seperti sedang makan besar di mana seua anggota keluarga ikut di dalamnya. Mereka makain sambil ngobrol ini itu. Setelahnya baru mereka berangkat satu demi satu barulah kita ingat lagi kalau itu sarapan. Kenyataannya kita tidak tahu tapi ini adalah kebiasaan yang baik, bukan?


Minggu, 22 Februari 2015

Kebiasaan Baik dalam Drama Korea (2) Sikat Gigi Malam Hari

Selain menunggu tayangan drama Korea di TV yang seringkali ditunggu-tunggu tapi tak datang juga, atau sekalinya datang diputus begitu saja dengan kejam dengan alasan rating, kita sebagai penyuka perlu melakukan percepatan atau akselerasi. Seperti pada tulisan pertama: menonton  DVD

Selain menonton DVD juga kita bisa langganan antene piring (dulu sesuai bentuknya namanya parabola sekarang bentuknya lebih seperti piring makan di undangan). Boleh yang paket disembur atau yang non disembur. Paketnya agak mahal. Sebulan antara 100-200 ribuan sesuai dengan jumlah cenel yang dilanggan. Pertamanya ini asyik, karena meski agak mahal kita bisa menonton drama TV luar negeri yang lain. Misalnya The Amazing Race balapan keliling dunia itu bisa dinikmati 12 jam setelah tayangan di Amerikanya. Drama juga bisa ditonton berulang-ulang, atau karena drama itu berulangkali ditayangkan kita bisa menonton saat kita senggang. Kalau lagi senggang terus baru deh terasa kok tayangannya ini terus ya. Lama-lama biaya itu jadi memberatkan karena bosan harus menonton tayangan yang sama berulang-ulang.

Kelemahan TV berlangganan ini juga ternyata tayangan nya tidak bareng dengan waktu Korea sana. Butuh waktu sebulan untuk kita menonton drama Korea yang kita minati namun bagusnya sudah dilengkapi dengan teks Bahasa Indonesia. Kelamaan. Tapi itu pilihan. Tetap ada sisi baik dan kurang dalam semua hal kan? Nobody is perfect. :)

Ah sudahlah jadi ngelantur!
Kebiasaan baik yang ada pada drama Korea yang kedua adalah :

2. Sikat Gigi pada malam hari.
Sikat gigi dua kali sehari dicontohkan jelas dalam banyak drama Korea. Biasanya adegan sikat gigi ini dilakukan sambil tokohnya monolog alias ngomong sendiri memikirkan hal yang sudah terjadi. Ada juga adegan sikat gigi malam berdua dengan pasangan. Ada juga adegan sikat gigi lebih yang menggambarkan kehadiran orang lain dalam rumah itu. Ingat adegan lucu di Rooftop Prince?
Awas jangan ditelan ya!
Tutorial Menyikat Gigi bagi Para Ksatria Joseon

Atau dialog Go Eun Chan dan Choi Han Kyul di depan wastafel dalam Coffee Prince

 Atau monolog Ah Mo Ne dalam Hotel King
Entah apa tujuannya mencantumkan adegan sikat gigi ini dalam drama mereka yang jelas ini adalah kebiasaan baik yang harus dicontoh bukan?

Bersambung ke Kebiasaan Baik dalam Drama Korea (3) Sarapan

Kebiasaan Baik di Drama Korea (1) Bekerja

Demam drakor alias Drama Korea masih berlanjut. Mungkin makin parah. Sampai ada komen di FB yang bilang kalau otaknya dibedah pasti kebanyakan isinya tentang K-pop atau K-drama. Ada lagi yang bilang terinfeksi serius K-drama sampai kalau dicek darah jangan-jangan ketahuan kegilaannya tentang K-drama. Ada-ada saja. Akupun demikian.

Dulu CD/DVD tidak SETIA seperti sekarang. Sekarang SETIA (Setiap Tikungan Ada) di tiap belokan pasti ada tukang DVD. Bajakan tentunya. Kalau beruntung dapat barang bagus dengan terjemahan yang rapi. Kalau lagi kurang mujur ya kadang gambarnya jelek kotak-kotak, suaranya yang mencuit bikin kuping sakit. Atau gambar bagus suara bagus tapi teksnya tiada. Apes juga jadi tidak mengerti percakapannya. Level selanjutnya beli yang asli. Ini butuh militansi yang lebih, terutama duit. Soalnya DVD original kan mahal, satu set lengkap bisa 200ribuan.

Dulu waktu CD/DVD masih langka ada tetangga yang bawa dari kantornya. Lalu kamipun, 5 ibu-ibu janjian. Selesai disk 1 rumah 1 menonton disk 2 dan disk 1 dioper ke rumah kedua. Rumah kedua menonton disk 1 setelah selesai oper ke rumah ketiga dan seterusnya. Jadi 5 disk itu selesai dalam 3 hari. Filemnya kalau tidak salah Putri yang tertukar atau Autmn in My Heart atau Endless Love yang diperani dengan sukses menguras air mata penonton oleh Song Hye Kyo, Won Bin, dan Song Seng Hun. Satu ibu menyerah ogah disuruh begadang mending tunggu lain beres saja, atau nonton pagi2 di saat yang lain ke kantor. Hasilnya sama, tangisan dan mata sembab seperti sisa KDRT hahaha...

Kebiasaan menonton K-drama sampai akhirnya memperhatikan detil-detilnya. Banyak hal, seperti makanan, kebiasaan, pakaian, pemandangan, dan lain-lain. Kali ini tentang kebiasaan baik yang ada di drama Korea.

1. Bekerja

Berbeda dengan telenovela yang hanya berputar-putar seputar menunggu warisan atau rebutan warisan, tokoh di drama Korea selalu digambarkan bekerja. Baik tokoh utama maupun pendukung. Beberapa dimulai dari melamar pekerjaan lalu diterima bekerja. Misalnya Lee So Yon di Memories of Bali. Pulang dari Bali dia melamar ke perusahaannya Jung Jae Min.

                                            Lee So Yeon membuat surat lamaran

Teman sekamar Lee So Yon yang sibuk latihan dialog untuk audisi jadi figuran. Bahkan tokoh kaya pewarispun selalu bekerja. Dari tidak tahu apa-apa dilatih sampai akhirnya mahir dan pantas mewarisi jabatan si ayah atau kakeknya.
       
Aneka pekerjaan yang diperani So Ji Sub di Master Sun, Thousand Years of Love,
 I'm Sorry I love You dan Glass Slippers

Bila tidak bekerja di kantoran mereka berwirausaha. Misalnya buat dan jual asesoris secara online di Sassy Girl Chun Hyang, ibu Kang In Wook membuka warung mi, Hwang Min Yeop (si Galon) pacar adiknya Go Eun Chan yang membuka warung di pinggir jalan, dan lain-lain.
Aneka pekerjaan yang ditampilkan di Korean Drama
Penggambaran dunia kerja merekapun ditampilkan dengan jelas. Sampai kita bisa tahu dunia stuntwoman nya Gil Ra Im di Secret Garden, stressnya jadi psikiater Ko Yi Suk di Heart to Heart, jagonya Dae Jang Geum si koki kerajaan memotong sayuran, atau ramainya warung mi ibunya Kang In Wook di Memories of Bali dan banyak lagi.

Hal itu semua mengajarkan kepada penontonnya bahwa semua kenikmatan harus diperoleh dengan bekerja keras. Seperti taglinenya Abah Dahlan Iskan yang dipakai pemerintah sekarang : bekerja bekerja bekerja.

Bersambung
2. Sikat Gigi Sebelum Tidur

Jumat, 17 Oktober 2014

Masha and The Bear : Spring for Bear

Misha mau ngedate ketahuan Masha. Dia aneh lihat Beruang rapi dan bawa kado. Masha terus minta isi kado itu : permen. "Jangan rebutan permen dengan bayi!" katanya. Misha luluh.
Satu demi satu sehingga habis. Misha ketemu si Betina, dia  kasih setangkai bunga warna putih.

Selagi berduaan Masha nyelip di tengah keduanya. Betina bertanya siapa anak ini yang dijawab Misha angkat bahu. Masha marah lihat Betina menggeram, dan membela sambil naik ke pangkuan Misha. Betina mbetutut dan buang muka.

Datang beruang jantan lagi bawa bunga merah seikat besar sambil jumpalitan. Betina senang dong lihat si Jantan yang begitu macho dan meninggalkan Misha. Masha bilang "Kita memang tidak berjodoh." Bilang "KITA" seolah dia terlibat di dalamnya he he he . . . .

Masha lalu menghibur Misha yang lalu berdua main dengan riang gembira.

Ketika ada bola yang melambung kejauhan dan Masha mengambilnya, dia lihat si Betina. Si Jantan Macho masih saja memamerkan otot nya dan Betina memandang dengan bosan. Dia lalu melihat ke arah Misha yang riang gembira berjalan menjauh dengan Masha. Hehehe enak mana :D
Polisi yang sedang istirahat juga senang nonton Masha

Rabu, 15 Oktober 2014

Sarijadi-Ciroyom Sepanjang Kecamatan-Belokan Jl. Pak Gatot Raya

Naik ojek, rencananya. Tapi di pangkalan itu tidak ada satupun tukang ojegnya. Semua narik, mengantarkan penumpang. Jadilah aku naik angkot. Sepi. Hanya aku penumpangnya. Angkot hijau itu harusnya ngetem di prapatan2 yang dilewati, tapi ngasin. Setiap prapatan sudah ada angkot hijau, yang sepi juga, dengan penumpang satu atau dua orang.

Sampai kecamatan antrian kendaraan sudah menunggu. Termasuk beberapa angkot hijau yang serute. Ada angkot hijau yang malas melewati kemacetan itu memilih balik lagi ke Sarijadi.

"Tuh, balik lagi Bang?" kataku ke Supir.
"Malas, bu macet begitu mah," katanya.
Aku sepakat. Perjalanan dari rumah ke sekolah sekarang makin berat saja. Jalanan yang tadinya sepi, berkat kesejahteraan yang meningkat, jadi makin banyak kendaraan. Baik roda empat apalagi roda dua.

Kami jadi mengobrol. Supir itu orang Batak, dia supir rute itu sejak 1985. Dulu jalannya masih sepi. Masih rawan. "Maghribpun orang sudah malas narik. Banyak begal," katanya. Lalu ada 10 sopir  yang bergantian jalan malam untuk tujuan ke Ciroyom. Mengantar-jemput orang belanja. "Semua orang Medan," dia bilang.
Oh, pantesan. Waktu itu aku dan tetangga pernah belanja malam ke Ciroyom. Pulangnya setiap penumpang dengan barang yang banyak itu diantarkan sampai ke depan rumah masing-masing. Waktu itu ada yang diantarkan ke KPAD, Ciwaruga masuk gang2 sempit. Menurunkan barang lalu pergi lagi. "Sebentar ya Teh," kata sopirnya. Pemandangan baru jadi kami hanya merasa seru saja. Rupanya kegiatan itu sudah puluhan tahun dilakukan.  

Dia jadi bercerita dulu suka dipalak. Kampungan, preman dulu, mah. Sebotol AO buat bertiga-berlima, mabuk bareng. Kalau orang lain kasih uang seratus-duaratus rupiah, saya kasih seribu. Cuman dua kali kasih uang segitu, selebihnya mereka malu. Jadi sungkan mau minta.  

"Sekarang masih ada yang mabuk begitu Bang?" tanyaku. Setahuku aku belum pernah menemukan adegan orang mabuk di angkot atau adegan pemalakan, selama 23 tahun tinggal di Sarijadi. Kesimpulanku, daerahku ini aman. "Mahal, Bu." katanya. Dia juga bilang sudah bebas alkohol dan rokok sejak tahun 2000an. Keren, bang, komenku. Sayang uangnya katanya. Oh... logis dan berakibat baik.  

Sekarang harganya 70ribuan, mending beli beras 7 kilo buat 3 hari. Haduh? 7kilogram 3 hari? Di rumahku 7kg bisa buat dua minggu! "Banyak bu yang makan di rumah" katanya.
Anak sembilan orang, ketambahan menantu dan cucu. Wah? Ada yang kuliah, di UPI. Bekalnya cuma 10ribu sehari. Nggak pernah jajan, kalau ada yang ngajak jajan dia bilang "saya puasa" padahal enggak. Ke mana2 jalan kaki. Mau kasih les ke Cipadung jalan kaki. Sampai ada orang Batak lagi yang meminjamkan motor untuk dipakai.  Dia baru lulus, katanya. Baru Desember nanti wisuda.

Macet juga maju kendaraannya. Meski pelan sampai juga ke belokan Jl. Pak Gatot Raya. Aku harus turun. Kami lalu saling mendoakan supaya anak-anak bisa berhasil dan bisa mengangkat derajat orang tua. "Terimakasih Bu" katanya. "Sama-sama Bang!"

Selasa, 13 Mei 2014

Strange Doctor Episode 1

Baru episode 1 sudah tegang. Padat sekali. Ini kali kedua Goo Seung Hyun main jadi Lee Jong Suk kecil setelah I Hear Your Voice. Di sini Lee Jong Suk jadi dokter bedah yang bisa menjahit operasian meski tidak ada cahaya karena lampu mati.
Kisah Strange Doctor dimulai dari Park Hoon kecil yang menonton TV sebelum berangkat sekolah. Ayahnya sampai perlu mematikan TV supaya Hoon segera berangkat. Hoonpun berpamitan ke sekolah. Ayah hanya merespon dingin. (Cuek banget sih -_- )

Ketika di pintu Hoon melihat ada dua pria yang hendak menemui ayahnya. Orang itu masuk dan Hoon berangkat.

Di luar Hoon melihat ada parade militer. Tank-tank, helikopter dan pasukan yang siap berperang. Seperti peringatan hari TNI 5 Oktober kalau di kita.

Ayah Hoon, Park Chul seorang dokter bedah yang sedang bersiap menghadiri sidang tuntutan terhadap sebuah rumah sakit, menemui tamunya. Di luar ada pengawal menunggu. Tamunya, Jang Seok Jo dari Komite Pertahanan Nasional mengatakan kalau Korea Utara dan Selatan di ambang perang nuklir. Dan hanya dialah yag bisa menolongnya. Park Chul heran, kenapa dia yang cuma dokter bedah bisa  menghentikan perang itu?
Karena Park Chul seorang dokter bedah  dan ada pasien yang harus sembuh supaya perang bisa dibatalkan.
Park Chul bilang, bawa ke sini saja pasiennya. Pak Jang bilang dokter yang harus ke sana mengobatinya. Siapa? kata Park Chul. Kim Jong Il yang membutuhkan anda. Kim Jong Il adalah Presiden Korea Utara sakit jantung sedang tidak sadar, harus segera dioperasi.

Hoon pulang sekolah dan melihat tamunya masih ada. Melihat ajudan yang berdiri tegak, Hoon lalu mengulurkan permen loli. Ajudan itu menerima dengan hati-hati, antara jaim dan takut ketahuan komandannya.

Park Hoon bersiap pergi dan bilang, Ayah mungkin pulang terlambat, kamu makan saja yang ada di kulkas. Tapi kulkas kosong. Dan mereka pergi berbelanja. Tapi di swalayan mereka melihat orang berebut bahan makanan terutama mi instan. Hoon memandang bingung dan Ayah memandang kuatir.

Minggu, 14 April 2013

Akal Sehat Dahlan Iskan oleh Joko Intarto (JTO)

Catatan seorang Murid Dahlan Iskan (yang pandai)

Buku yang menceritakan kerja keras seorang wartawan Jawa Pos yang digembleng oleh bosnya : Dahlan Iskan.
Seperti di ketahui sebelum menjabat direktur PLN dan jadi menteri Dahlan Iskan adalah direktur Jawa Pos, jaringan surat kabar yang menasional. Joko Intarto atau JTO menuliskan pengalamannya yang berkesan selama menjadi anak buahnya.

Dikisahkan dalam buku ini bagaimana Dahlan Iskan membesarkan koran Jawa Pos yang tadinya beroplah 6.000an menjadi jaringan media nasional. Misalnya pada  bab Desa Mengepung Kota. Koran nasional yang menyebar se Nusantara membuat Jawa Pos kemudian menerbitkan koran lokal dengan nama RADAR. Radar Bogor, Radar Pekalongn, Radar Cirebon dll sampai 52 koran. Semuanya masih ada dan tumbuh berkembang sampai sekarang.

Tips bisnis juga diberikan Dahlan Iskan dalam bab Tiga Bisnis yang Pantang Dimasuki. Menurut Dahlan, ada tiga bisnis yang beresiko tinggi kalau pelak bisnisnya tidak bisa mengerjakan sendiri. Restoran, penjahit, dan salon. Ada benarnya juga. JTO menceritakan bisnis basonya yang laku keras meredup setelah chefnya resign. Pengalamanku juga berlangganan ke seorang penjahit, yang tadinya kecil lalu makin besar dan makin besar. Tapi akhirnya kami berhenti menjahitkan baju kepadanya karena bukan dia sendiri yang menjahit baju kami, dan tidak enak dipakai. Salon juga begitu. Begitu kita masuk salon kita akan memilih kapster favorit kita kan? Jitu banget ya tips nya.



Dahlan Iskan juga tidak sayang menggunakan mobil pribadinya yang mewah untuk mengantarkan koran-koran ke agen. Diceritakan dalam bab Mercy Dahlan Jadi Angkutan Koran. Tidak tanggung-tanggung mobil itu penuh dengan koran mulai dari bagasi sampai kursi depan. Dia kemudian menyusul mobilnya dengan menumpang truk pengantar koran, dan mengejutkan loper di situ. Kalau ketahuan sedang leha-leha kan malu ya.

Masih banyak lagi keseruan, kejenakaan, keseriusan Dahlan Iskan disuguhkan dalam buku ini. JTO kemudian pensiun dini dan memilih jadi bos di perusahaannya sendiri mulai dua tahun yang lalu. Tapi kelihatannya kenangannya dengan Jawa Pos terutama Pak Dahlan Iskan masih banyak. Terus terang aku menunggu buku beliau tentang Pak Dahlan yang kedua ketiga dst. Semangat ya Pak Joko. DEMI INDONESIA!!

Jumat, 12 April 2013

Tak Critani CFD DAHLANIS Versiku yaaa...

Baru Sekali

Sejak bujak ada CFD di Bandung saya baru kali kemarin itu ke situ. Ya gara-gara DahlanIs pastinya kan. Katanya dulu enak sepi sekarang rame banget jadi orang2 pada malas kata anakku yang mbarep.  Yang jelas kalau rame berarti lebih banyak semangat ya daripada yang malasnya hehe... termasuk Panitia 7 yang sok-sokan mau ikutan CFD tanpaaaaaaa.... mengetahui seberapa jauh jarak perjalanan yang akan mereka tempuh dengan berjalan kaki. Hehe eniwey asyik punya lah ya.

"Tugas Negara" Dulu
Aku datang terlambat. Elmi menelepon ketika aku sedang membolak balik gorengan tahu di wajan. Dandan sih sudah lengkap, termasuk kaos kaki dan kerudung, tinggal masukkan kaki ke sepatu .. berangkat deh.. Tapi belum.. Mau melaksanakan tugas negara dulu Kasihan ini suami kalau belum digorengkan kesukaannya, Tahu. Karena cuma itu kesukaannya. Anak2 sih gampang, ada telur, naget, dll di kulkas tinggal mengeksekusi mana yang dimau.
Muchu-muchu dia begitu tau aku sedang nggoreng tahu. Orang sudah ditunggu malah enak-enakan katanya hahaha... Sudah begitu ngga dibawakan lagi ya Mbak Iif hehe.. keterlaluan memang :)

Tahu selesai, aku segera membujuk si Penyuka Tahu untuk mengantarkanku ke Wisma. Lho, masih ada acaranya toh, katanya. Masih, kataku lunak mengajuk, sekarang ke CFD di Dago. Sepanjang jalan aku ceritakan peristiwa kemarin, sampailah di persimpangan Cikapayang yang ada tulisan D A G O nya itu. Dari sini nih mulainya CFD sampai ke Simpang sana. Sumpah aku juga baru tau itu. Kukira sepuuuaanjaaang jalan Dago mulai dari bawah itu.

Seperti Tigo dan Oren
Mau di mana ini? katanya. Karena tidak hafal pitstopnya di mana aku memutuskan minta didrop di Wisma. Sampai di Wisma, sudah sepi. Tinggal grup Manado itu. Aku minta diantar mengejar rombongan yang lain. Mereka baru sampai di Jalan Diponegoro dekat perempatan Dago. Ketemu Roby yang langsung menyapa, eh Bunda. (tau2 punya anak laki2 nih hehe... kata anakku yang ke dua kaya Tigo kucing kami yang nemu Oren seekor kucing jalu heheh iya juga ya :) ...)

Menyusur jalan Dago lumayan juga, tapi tidak terasa karena sambil ngobrol, foto2, membagikan kalender dan stiker. Oya. Ada seorang biker yang bilang, ah stiker, aku pengen kaosnya Teh. Kubilang sekilas, Ini aja dulu Kang hehe... (mahal Kang kaos mah, batinku). Belum sampai pertigaan Ganesha tugas sudah selesai, tinggal lihat sana sini ya.

Setelah senam, cek darah. Aku mendapat kejutan, semua hasilku turuuuuunnn... tensi, kolesterol, dan kadar gula. Bilangannya masih di tempat yang harus diturunkan sih, tapi dibandingkan awal Maret itu prestasi yang lebih dari lumayan. Aku berjanji akan meneruskan pola dan kebiasaan selama sebulan lebih ini, syukur2 bisa lebih rendah dari yang kemarin.

Jam 10an Polisi membubarkan CFD. Pestanya bubar. Kami langsung turun ke arah Borromeus. Lihat jalan Hasanudin aku ingin belok kiri. Sekalian nostalgia. Meski tinggal di Bandung, jarang lewat jalan itu kan.

Lewat Jalan Alternatif-Taman Lansia-Ampera
Kutoleh DahlanIs yang lain, mengajak mereka belok kiri. Ada limaan yang mau mengikutiku. Eh kenapa cowo cakep semua ini yang ngikutin hehehe... (mau disebut namanya lupa euy... maklum koneksi wajah-nama ku memang lemot abis).  Aku lewatkan ke jalan yang lebih sedikit mobil (maunya, tapi mobil di mana2 ternyata). Belok ke Gasibu. Foto-foto di depan gedung sate, aku lewatkan ke Musium Pos Indonesia. Foto-foto di situ.

Habis dari Pos Indonesia itu Roby bilang, "Bund, katanya masakan Sunda banyak daun-daunannya, kok dari kemarin aku belum ketemu daun ya." Kebetulan dekat situ ada Ampera dan Panyileukan. Kuputuskan kita ke Ampera.

Menuju Ampera melewati sebuah taman.
"Taman apa ini Bund?"
"Oh Taman Lansia."
"Wadhuh aku belum lansia"
"oh iya lewat dalam saja kita foto2 di situ"
"Wah aku belum lansia, kawin aja belum"
"Aaah.. kita kan calon lansia... pada mau kan hidup sampai lansia"
"eh iya bener..."

Masuk taman lansia foto-foto dong. Ada jembatan yang lumayan fotogenik. Kufoto bujang-bujang dan mantan bujang yang keren-keren itu. Dari situ kami ke Ampera yang terletak di balik Mesjid Istiqomah.

Ada dua orang yang tidak makan. Roby yang ingin makan daun-daunan kelihatannya menikmati. Juga satu anak muda tuh .. bilang semuanya enak. Setelah beres makan dia.. (maaf) glege'en... "Wadhuh, barang glegek en bumbune kroso kabeh" katanya... Jijay ya hehe...

Habis dari situ kami jalan lagi ke Wisma yang sudah tinggal sedikit lagi. Di Wisma kami istirahat dan ngobrol-ngobrol. Baru dapet ngantuk sudah ada pemberitahuan. "Penutupan, hayu, pada kumpul di atas"

Acara penutupan diawali dengan pesan dan kesan. Aku ngacung dulu, sebelum hilang semua aspirasi hehe...
Aku menceritakan perubahan yang kurasakan setelah mengenal Pak Dahlan Iskan. Aku juga menceritakan adegan percakapanku dengan biker yang minta kaos tadi dan mengusulkan bagaimana kalau Dahlanis juga membuat kaos yang harganya lebih bisa dijangkau oleh lebih banyak kalangan. Kelihatannya semua mengapresiasi usulku. Pada mengangguk2 soalnya hehe....

Akhirnya ada acara pembagian doorprize atau hadiah pintu itu. Door= pintu, prize = hadiah , bukan? hehe bukan ya..
Doorprize diberikan pada yang memberikan usul paling bagus. Daariiiiiiiiiiiiiiiiii............ BANDUNG!!!
Hehe kebagian deh. Kenang-kenangan.  Yang jelas tugas berat sebagai DahlanIs sudah menanti. :D

Senin, 08 April 2013

Dahlan Iskan Mengubah Saya 1

Tidak Pernah Beli Buku



Dahlan Iskan sudah banyak mengubah saya. Sejak kecil saya suka sekali membaca tapi tidak pernah membeli buku. Apalagi novel, sekali tamat, ya habislah sudah.

Waktu kecil (SD) menjadi anggota sebuah perpustakaan saya meminjam buku setiap minggu 2-3 buku.  Judul bukunya sudah lupa, tapi di antaranya ada novel2 terkenal kelas dunia yang disajikan dalam 200 gambar, ada juga serial Sapta Siaga dan Lima Sekawan karya Bu Enid Blyton itu. Sampai buku di perpus itu habis tidak ada lagi yang bisa dipinjam, (mungkin karena harga bukunya mahal dan sewa buku kan murah jadi susah untuk beli lagi) akhirnya saya tidak kembali lagi ke situ.

Jaman SMA eh SPG ya, sekolah kami merupakan sekolah terpadu mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SPG memiliki perpustakaan yang disebut Perpustakaan Pusat. Iya karena ada Perpus TK, Perpus SD, dll nya tapi ada Perpus Pusat. Di situ bukunya keren-keren. Serial karya Bu Enid Blyton ada lagi yang lain selain yang 2 itu. Saya habiskan.  Juga novel dari Marga T, V. Lestari, Mira W dll. Pokoknya semua pinjam. Sayang kalau beli. Sampai sudah tua ini. :)

Tampillah ke media seorang bernama Dahlan Iskan yang katanya hatinya diganti di Cina. Dalam acara TV beliau tampil menceritakan hatinya yang sudah ganti karena sudah kena kanker hati atau sirosis hepatis istilah kerennya. Dalam acara itu para hadirin dibagi buku Ganti Hati itu seorang satu.




Sirosis Hepatis





Kata Sirosis Hepatis  yang diceritakan Pa Dahlan Iskan sungguh memberikan kesan dalam bagi saya.
Pada tahun 1994 akhir Ibu mertua saya dikabarkan sakit sirosis hepatis. Sakit apa itu. Baru dengar. Biasanya orang sakit itu ya kanker, tumor, stroke, jantung, cuma sebegitu pengetahuan saya. Tiga bulan Ibu Mertua menderita sebelum akhirnya meninggal dunia karena sakit misterius itu. Beliau menghadapNya pada awal tahun 1995.



Lima tahun kemudian kami mendapat berita kakak ipar (kakak kandung suami) sakit akibat Hepatitis B. Itu beritanya. Beliau muntah darah di kamar mandi, lalu dibawa ke RS dan dirawat selama beberapa waktu. Dari situ Kakak bilang tidak boleh terlalu banyak bergerak, makan telur paling banyak seminggu 2 butir, minum sehari berapa ml dll.

Wah tidak boleh banyak minum? Sementara dulu Ibu selama tiga bulan terus terusan diinfus!! Sampai dari jahitan operasinya keluar air merembes. O pantesan....

Kakak sempat dianggap 'sembuh' dan bisa dinas luar kota lagi. Tapi dalam perjalanan kembali ke Jakarta dia kembali muntah darah. Dia langsung di bawa ke RS dan meninggal dunia pada tahun 2000.

Beli Buku Bajakan

Setelah ada buku Ganti Hati itu saya langsung ke pasar buku. Lho kok murah? 25rb aja? Wah terjangkau dong kalau segini, batinku. Pulang. Buku itu langsung dibawa habis. Dan di situ Dahlan Iskan menceritakan bahwa dia terkena Hepatitis B dan sudah berkembang menjadi kanker hati. Di buku itu menjelaskan kenapa tidak boleh minum air banyak-banyak, kenapa Kakak Alm. sampai muntah darah. Beribu oooo ternyata menjawab semua kepenasaranan kami tentang penyakit misterius itu. Sekarang tidak misterius lagi karena dalam buku Gati Hati dijelaskan secara gamblang dan jelas. Ada juga fotonya. Hitam putih bruwet. Gambar Ibu Nafsiah Dahlan yang 'ndeprok' di depan hati Pak Dahlan yang ditempatkan di sebuah wadah.

Buku itu saya gilirkan kepada teman-teman di sekolah. Buku itu membuat teman ingin ke Pasar Buku itu, saya juga mau beli lagi. Setelah Ganti Hati itu, tiba-tiba saya lapar terhadap segala sesuatu tentang Dahlan Iskan. Saya beli buku mengenai beliau lagi lagi dan lagi

Kunjungan kedua ke Pasar Buku saya beli Dahlan Juga Manusia karya mbak Ita Siti Nasyiah mantan anak buah Pak Dahlan. Harganya malah lebih murah lagi, 20rb perak?! Ckckck... Bukunya tipis lumayan tapi rasanya terlalu murah kalau harganya segitu.  Teman yang mau ikut beli buku kemudian cari buku Sepatu Dahlan. Ketemu. Harganya 65rb. Lho?! Kok?! Dengan diskon Sepatu Dahlan harganyajadi 51rb. Barulah saya menyadari arti bajakan dan asli. Dua buku yang murah itu bajakan :(

                                                        Sumber: sosbud.kompasiana.com
Buku bajakan itu kualitas kertasnya dan cetakannya parah payahnya. Jilidnya juga begitu. Buku Ganti Hati dengan Dahlan Juga Manusia dibaca beberapa teman bergantian, dan pulangnya jilidnya sudah pecah-pecah. Belakangan saya buka buku Ganti Hati di toko buku. Aduh! Itu foto Ibu Nafsiah sedang bersimpuh di depan hati Pak Dahla itu berwarna?! Kertasnya luks lagi! Kapok saya.... Setelahnya saya beli buku-buku tentang Pak Dahlan yang aslinya, di toko buku, yang diskon. Masih mahal dibandingkan buku bajakan, tapi tetap lebih murah.

Beli Buku Asli dan Ditandatangani oleh Penulisnya dan Tokoh Utamanya

Kemarin saya mendapat pengalaman baru. Fanpage Dahlan Iskan akan mengadakan kopi darat dan bedah buku. Saya lalu mendaftar dan hadir. Di sana ada launching dua buku tentang Pak Dahlan. Karya Joko Intarto wartawan Jawa Pos atau JTO, dan Wong nDeso itu Militan karya Misbahul Huda. Keduanya mengaku sebagai murid Pak Dahlan. Tentunya murid yang berhasil hehehe....

Bedah Buku
Buku itu dibeli oleh sebagian besar hadirin. Lalu kita berebut minta tanda tangan, dan minta foto bersama penulisnya. Bergantian kedua penulis menceritakan isi buku itu secara global. Ketika sedang Pak JTO sedang bicara, tiba-tiba ada berita Pak Dahlan sudah dalam perjalanan menuju lokasi kita di sini. Suasana langsung berubah. Hadirin berdiri. Pak Dahlan Iskan masuk diiringi tepukan Dahlanis dan yel-yel Demi Indonesia. Kejutan menyenangkan! Pak Dahlan berkeliling untuk menyalami semua hadirin!

Pak Dahlan Iskan sedang menyalami seluruh hadirin




Pak Dahlan kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Tapi dia meminta pertanyaan yang personal bukan seperti yang ada di koran. Salah satunya ada yang bertanya, bagaimana cara Bapak mendidik anak Bapak? Pak Dahlan hanya nyengir lalu berkata: Maaf, yang mendidik anak saya itu istri saya.



Selama mendengarkan pertanyaan tangan Pak Dahlan tidak berhenti menandatangani buku-buku yang baru dibeli dan disodorkan kepadanya. Termasuk buku saya. Kemajuan kan? :D







Sabtu, 16 Maret 2013

Hapunten Paa… Manawi teh… (Maafkan Paak Saya Pikir..)

Inget cerita gembala kambing jahil yang sering mengerjai penduduk desa dengan berpura-pura teriak panik karena ada serigala? Keseringan jahil akhirnya anak itu tidak dianggap lagi ketika dia berteriak panik karena ada serigala. Termasuk ketika serigala betulan datang, dia sudah tidak dianggap lagi. Korban deh anyak berjatuhan. Korban kambing pastinya ya..?

Kemarin ini saya jadi seperti penduduk kampung itu. Rugi sih tidak, tapi malu!

Sore-sore HP saya berdering dengan ringtone Lake-Celebrate agak dilambat-lambat mengangkatnya soalnya lagunya enak. Favorit sejak ABG. Sambil diperhatikan nomer peneleponnhttp://www.youtube.com/watch?v=CtojBK9dHNQya. Asing. Tidak ada di fonbuk…. Angkat? Jangan? Angkat? Jangan?

Akhirnya….. “Halo..?”

“Assalamualaikum Teteh? Hilap ka abdi? (Lupa sama saya?)

“Saha?” (Siapa)

“Ini saya Asep. Masa lupa?”

“Asep mana?” Kami tinggal di Jawa Barat pasti banyak punya teman bernama Asep. Asep SMP, Asep PGSD, Asep STKIP, Asep Guru SD tetangga juga ada beberapa. Di sekolah tempatku mengajar juga ada yang namanya Asep. Belum yang bukan bernama asli Asep tapi dipanggil Asep sejak bayi karena katanya cakep ^_^. Asep memang artinya cakep, tampan, good looking.

“Aseeeeeeeeeeeeeep” Dia keukeuh. Maksa.

“Asep mana?”

“Asep, teteh! Masak gak kenal suara ku?”

Karena dia belibet begitu kesimpulanku satu: Ini modus baru penipuan, di samping mamah minta pulsa itu.

Keesokannya di sekolah ada guru senior juga kena begitu. Asep juga, dia juga tidak punya teman bernama Asep yang suaranya seperti itu.

Berhari-hari berikutnya telepon iseng ada lagi. Kali ini dia bercakap dalam Bahasa Indonesia, dia menyuruhku menebak siapa penelepon. Aaah… kurang kerjaan… klek… Tutup!

Nah, yang kemarin ini…

Aku sedang di dalam bis pariwisata pulang dari Cirebon. Batre HP tinggal satu strip. Sudah merah. Tinggal untuk keperluan emergensi, seperti telepon atau SMS minta jemput orang rumah. Iya si Pacar teaa…

HP berbunyi. Nomor asing. Angkat? Jangan? Si Lake tidak lama kubiarkan memainkan intro lagu Celebrate. Angkat. Kan lobet.

“Halow?”

“Hai, sudah di mana?”

“Siapa ini?”

“Lah ini gue.. masa ngga kenal..?”

Duh… nomor asing, batre lobet, kandidat penelepon iseng lagi… gerutuku dalam hati.

Dan aku menjawab “Ga ada… Gak ada… Batre gw lobet!” Klek..

Teman di samping menanyakan siapa peneleon itu. Kujawab “Entahlah, aku tak mengetahuinya.” Dijawabnya, “Meni geuleuh!” Sebal dia dengan jawabanku yang formal itu. Padahal biasa aja ya…

HP berbunyi lagi. Ada SMS masuk nih. Wah dikontrol euy sama orang rumah, batinku geer. Eh bukan.

Hah? Nomer yang tadi? penelepon iseng biasanya ngga ngejar pakai SMS ah.

Firasat buruk! SMS dibaca…. Oh No!! This is very NO!!

“Bulia punten dengan saya Pak Rudi. Sudah sampai di mana? Tidak ada masalah kan di perjalanan? HP istri saya susah dihubungi mungkin lobet”

…..

….



..

.

Pak Rudi itu… suaminya temanku, yang ikut dalam perjalanan itu. Sekaligus, dia sudah jadi pejabat di tingkat kota, yang lumayan lah kedudukannya dan wewenangnya…

.

..



malu banget lah….

“Gak ada.. gak ada… HP gue lobet!!”

oh No…

.

..



….

Ah tapi dia atasan yang baik kok. Membumi dan ramah. Setel dengan isterinya yang murah hati juga.

Tapi tetap saja malu

Mengingat dia selama ini baik, tidak jaim, dan ramah.

Buru-buru dibalas SMSnya itu…. Penuh harap…

“Hapunten Paa.. Manawi teh penelepon iseng…”

Berhubung dia baik… SMS itu berlanjut dengan gurauan… cair… Terimakasih ya Pa….

Jumat, 09 November 2012

Dipikir-pikir Aku Gak Mau Punya Mantu Pria Korea

Korean wave sedang mewabah. Merasa beruntung tertular sejak awal sehingga tidak disebut ikut-ikutan. Sekarang sedang diputar drakor lama Autumn in My Heart di Antv dengan judul Endless Love, nonton lagi, sedih lagi (dasar cengeng).
Setelah itu mungkin sudah mencapai seratusan atau bahkan lebih Kdrama yang ditonton, sepotong atau seluruhnya. Beberapa diremedial atau ditonton lagi, terutama adegan-adegan yang berkesan.

Setelah menonton seratusan lebih drama Korea itu, sampai pada kesimpulan: betapa mengerikannya perempuan yang menikah dengan pria Korea terutama kalau berurusan dengan mertua. Mungkin ini lebay, karena kan itu semua drama, bohongan, dibikin-bikin. Tapi K Drama terlihat menganut aliran naturalisme. Mereka sangat 'menjual' pesona negerinya, mulai dari tempat bersejarah, tempat wisata alam, upacara2 adat, dll sehingga urusan mertua ini juga mungkin ada benarnya.

Berikut alasannya:
1. Anak perempuan hampir selalu harus pindah ke rumah mertuanya
2. Perempuan bekerja setelah menikah kelihatannya masalah besar
3. Perempuan yang tidak bekerja otomatis akan menjadi pengurus rumah tangga di keluarga suaminya.
4. Anakku perempuan semua, kalau harus mengalami hal seperti di drama itu? Nggak kebayang ngerinya.
 Tapi sekali lagi ini cuma opini dari yang terlalu terinfeksi parah :)
Bagaimana menurut anda?


Selasa, 30 Oktober 2012

Manfaat Jalan Kaki

Belakangan ini saya dan beberapa tetangga mengaktifkan lagi jalan sore. Kami lakukan bertiga, biasanya sehabis ashar atau ngaret jadi jam 16.00 atau lebih.
Kebiasaan ini bermula setelah kami mulai berasa 'tua' bila cek darah (ujian) hasilnya (bagi rapot) pasti jelek. Kalau bukan trigliserida, LDL-HDL tidak seimbang, dll. Penyebabnya mungkin (pasti) karena pola makan, olah raga sedikit atau malah tidak pernah, banyak duduk, dll. Kami kemudian berusaha mengurangi rasa bersalah ini dengan sedikit berkeringat di sore hari. Tahun2 lalu kami berenang. Lama kelamaan berenang jadi terasa mahal, atau malas mulai mendera, kami berhenti.



Menangkal diabetes. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan yang besar antara berjalan dengan menurunnya risiko terkena diabetes. Penelitian yang dilakukan di Inggris baru-baru ini menunjukkan bahwa berjalan cepat atau melakukan olahraga secara rutin, dapat meningkatkan sensitivitas insulin bagi orang yang memiliki riwayat keluarga terkena diabetes.

Menjauhkan Anda dari dokter. Para peneliti dari National Walkers’ Health Study menemukan bahwa orang yang menempuh jarak terpanjang dalam berjalan kaki setiap minggunya, cenderung lebih sehat dan tidak membutuhkan obat-obatan. Studi yang melibatkan sekitar 32.000 perempuan dan 8.000 laki-laki ini menunjukkan bahwa ada baiknya Anda menempuh jarak yang panjang dalam berjalan kaki secara rutin minimal sekali seminggu.

Membantu mengalahkan kanker payudara. Berjalan secara rutin terbukti dapat memperbesar angka harapan hidup perempuan yang terdiagnosa dengan kanker payudara hingga 45 persennya, sebut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Yale University juga menemukan fakta yang sama, bahwa perempuan yang secara rutin berolahraga hingga setahun sebelum didiagnosa dengan kanker payudara memiliki angka harapan hidup yang lebih besar ketimbang mereka yang tidak.

Menurunkan risiko stroke. Berjalan cepat selama 30 menit lima hari dalam seminggu dapat secara signifikan menurunkan risiko terserang stroke, menurut penilitian yang dilakukan oleh University of South Carolina. Studi yang melibatkan 46.000 lelaki dan 15.000 perempuan yang telah berolahraga secara teratur selama lebih dari 18 tahun ini menunjukkan bahwa berjalan cepat dapat menurunkan risiko stroke hingga 40 persen.

Memperkuat ingatan. Para peneliti Italia yang meneliti 749 orang yang menderita permasalahan dengan ingatan mereka lalu mengaitkannya dengan lama mereka berjalan dan aktivitas lainnya. Hasilnya, orang yang menghabiskan banyak waktunya untuk berjalan memiliki risiko hingga 27 persen lebih rendah untuk mengalami perkembangan demensia. Berjalan kaki dianggap mampu memperlancar aliran darah ke otak, sehingga dapat menghambat perkembangan demensia. [Tika/Mizan.com, Diolah dari: MNN]
Archive

http://mizan.com/news_det/5-manfaat-medis-jalan-kaki.html

Harus Terpisah - Cakra Khan



Sendiri sendiri ku diam
Diam dan merenung
Merenungkan jalan
Yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh
Menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba
Mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Kucoba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Bayangkan
Bayangkan ku hilang
Hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin
Mungkin tak berarti
Berarti untuk kurindukan

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
Kini harusnya kita
Coba saling melupakan
Melupakan kita pernah bersama

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Kucoba meraih mimpi
Kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Kamis, 14 Juni 2012

Ghost Episode 3

Kim Woo Hyun asli tewas karena luka bakar dalam ledakan di pabrik tua itu. Park Gi Young menggantikan posisinya sebagai Kim Woo Hyun setelah dioperasi permak wajah. (Korea ahli lah dalam melakukannya. yang nggak perlu koreksi saja mereka perbaiki apalagi korban luka bakar :))

Kang Mi menjelaskan Shin Kyung Soo adalah Direktur Departemen Investigasi Kriminal. Dia memperlakukan Woo Hyun seperti anaknya sendiri.
Woo Hyun, seperti anaknya? Masukkan dia ke dalam blacklistku
Apa?
Dia pasti tahu kebiasaan dan kesukaan Woo Hyun. Kemeja putih, dasi. Tidak ada yang lain? Aku bisa mati melihat semua ini. Aku tidak bisa berfikir bebas. Berikutnya

Jeon Jae Hyuk direktur elit paling muda, dia sering berbenturan dengan Woo Hyun. Karena ada permainan kekuatan diantara departemennya dengan Woo Hyun. Masalahnya adalah Jeon Jae Hyuk akan menjadi direktur Departemen Keamanan Cyber, jadi dia bos kita. Siap-siap saja kamu diprovokasi sama dia.

Kang Mi bilang lagi kalau Woo Hyun tidak minum alkohol.
Oya? Berikut.

Ini adalah orang-orang yang akan menjadi teman kerjamu di tim cyber.
Han Hyung Suk agak gaptek, tapi feelingnya bagus tentang TKP kejahatan.
Lee Tae Gyun jenius pembuat game, tapi direkrut untuk masuk ke dept ini
Dr. Kang Eun Jin ahli dalam menyelamatkan bukti digital yang rusak
Lee Hae Rin ahli dalam video
Kalau ada yang menyapamu jangan senyum, sapa saja sekedarnya.

Iya itu aku sudah tahu (itu kan aslinya So Ji Sub hehehe)Kecerobohanku akan brakhir.
Pembunuh Shin Hyo Jung dan orang yang menimpakannya kepadaku, aku akan bertemu dengannya dan akan kulihat seberapa hebat dia.
Kenapa dia membunuh Woo Hyun, dan membuatku seperti ini.

Gi Young/ Woo Hyun masuk ke ruang pertemuan. Di dalam sudah ada atasannya, dan yang lain-lainnya menyambut kedatangannya.
Selamat datang kembali
Terima kasih
Kau sudah pulih?
Berkat anda saya sekarang lebih baik
Tidak ada orang yang lebih tepat untuk menjadi ketua tim kejahatan cyber (belumnemu bahasa Indonesianya.. CYBER), jadi aku agak kuatir. Namun sekarang kita sudah punya ketua Tim Kejahatan Cyber: Kwon Hyuk Joo.

Gi Young/ Woo Hyun terkejut. Dia ingat orang itu yang mengejarnya di markas kepolisian, yang mengancamnya di RS, yang tersenyum penuh kemenangan menyangka masalah sudah selesai.

Det Kwon menghampiri Gi Young/ Woo Hyun yang masih terkejut, dan bilang hati-hatilah denganku. Dan dijawabnya, perlakukan aku dengan hati-hati.

Di lift Dir Shin bilang, aku sudah berusaha sekuatku. Tapi kesalahanmu bertindak sendiri itu terlalu besar. Aku tidak bisa mnghndarkanmu dari penurunan pangkat. Seorang letnan tidak bisa jadi pimpinan. Karena itu Kwon bisa naik jadi atasanmu.

Kang Mi SMS memperingatkan Gi Young/ Woo Hyun untuk berhati-hati.

Dir. Shin mengantar Gi Young/ Woo Hyun menuju kantor barunya sambil menjelaskan, sekarang atasanmu adalah Kwon Hyuk Joo dan Jeon Jae Hyuk. Tidak akan mudah bekerja di bawah mereka.

Gi Young/ Woo Hyun mengatakan tidak apa-apa.

Dr. Shin merasakan keanehan sikap Gi Young/ Woo Hyun, dan tanya, kau tidak apa-apa?

Sampai ruangan keduanya disambut oleh Det. Han Hyung Suk.
Dia memasang borgol di tangan Gi Young/ Woo Hyun.


Dia kaget sesaat, tapi kemudian menyadari kalau itu adalah sambutan selamat datang buatnya.


Di tempat lain, Det Kwon dengan Dir. Jeon.



Kau tahu kan kenapa aku memilihmu?
Iya pasti karena kasus kematian Shin Hyo Jung yang belum tuntas itu. Juga kenapa Kim Woo Hyun menemui Park Gi Young sendirian, itu juga aku akan cari tahu.
Apapun alasannya, cari ada apa dengan sikap Woo Hyun, dan laporkan padaku.

Setelah Det. Kwon berlalu Dir. Jeon menelepon seseorang. Aku sudah katakan yang ingin kau katakan kepadanya, dan semua kecurigaan kita terhadap Kim Woo Hyun. Aku akan laporkan semuanya


Gi Young/ Woo Hyun masuk ke ruangannya dan melihat-lihat. Kang Mi masuk, dan melihat Gi Young/ Woo Hyun melonggarkan dasinya. "Rapikan dasimu," katanya.
Jangan senyum, jangan bertanya, jangan melonggarkan dasi, lain hari suruh saja aku jangan bernafas, jawab Gi Young/ Woo Hyun. Kang Mi merapikan dasi, "Kim Woo Hyun orang yang sangat rapi. Kalau ketahuan kau bukan Woo Hyun, habislah kau."
(ahem.. :D)

Kang Mi memimpin rapat kasus baru.
Keluarga Shin Hyo Jung melaporkan banyaknya netizen yang menggunakan video Shin Hyo Jung sewaktu bunuh diri.
Namanya Shin Hyo Jung video game. Wajahnya diganti-ganti dengan wajah artis atau politisi. Atau ada yang mengganti fotonya dengan tokoh pahlawan kesukaan mereka. Parahnya ada yang menggantinya dengan wajah kucing atau anjing pada wajah Shin Hyo Kyung. Sudah ada 500 video diunggah ke website.
Kita harus mencari siapa pelakunya dan menghukumnya.



Di tempat lain, seorang gadis pulang ke rumahnya. Di belakang sesosok berpakaian hitam-hitam menguntitnya. Dia berhenti, si hitam berhenti. Dia lari, si hitam juga lari. Dia lari sampai depan rumahnya. Sosok hitam itu mendekat, dia ketakutan. Tapi setelah itu si hitam-hitam malah pergi begitu saja. Si gadis masuk rumah dengan lega.

Masuk rumah gadis itu menyalakan lampu dan komputernya. Di luar si hitam-hitam tadi masih mengawasi rumah gadis itu. Gadis itu ke kamar mandi. Begitu masuk tiba-tiba ada seseorang yang menyalakan player lagu dari laptop gadis itu. Dia kaget karena musiknya begitu keras (Phantom of The Opera my fave^_^)
Dia keluar kamar mandi dan mendapati laptopnya mengetik sendiri. Si gadis ketakutan membaca ketikan di layar.

Di kantor polisi, Kang Mi kehilangan Woo Hyun dan mencarinya. Bertemu di depan lift dia bertanya, Kau mau ke mana? Go Young-Woo Hyun tanya, apa Woo Hyun tidak pernah makan? Aku kelaparan (hahahaha mau jajan rupanya, huh masak dia melucu dengan wajah sedingin itu)
Kang Mi ikut masuk lift, dan ternyata Woo Hyun mau makan ramen. (Perhatikan sajian ramennya: pakai panci kecil! Seperti di rumah, ya..) Kau selalu makan ramen? tanya KangMi. Ramen itu bagus untuk stimulasi otak, kau belum pernah baca? kata Gi Young-Woo Hyun. (aku juga baru tau deh) Apa ada penelitian seperti itu? kang Mi heran. Tentu saja tidak ada (heu kirain beneran)

Kang Mi membaca file daftar orang yang mengupload video yang memakai video Shin Hyo Jung yang dibawanya tadi, tiba tiba terbaca olehnya: PHANTOM?
Shin Hyo Jung menggunakan id itu ketika menulis email ke Woo Hyun, sebelum kematiannya. Mereka melacaknya di komputer, setelah IP addressnya diketahui mereka berangkat mendatanginya.

Gi Young-Woo Hyun masuk lewat jendela dan Kang Mi menyusulnya. Di dalam mereka menemukan seorang perempuan tewas. Dinding kamarnya penuh dengan tulisan-tulisan bernada ancaman. Gi Young-Woo Hyun melihat ada tanda cekikan dan menyimpulkan kalau itu pembunuhan. Tiba-tiba terdengar jendela terbuka. Seseorang masuk, mereka berdua menyergapnya.

Ternyata reporter koran online Choi Seong Yun. Dia bilang, dulu rumah ini tempat tinggal Baek Yeong Soo. Beberapa hari sebelumnya dia melaporkan kalau dia merasa dikuntit seseorang. Tapi kemudian dia tidak menjawab teleponku, jadi aku kuatir.

Reporter itu kaget melihat si korban.

Di luar rumah Reporter Choi bercerita kalau komputer Baek Yeong Soo menyala sendiri dan musik main sendiri tanpa ada yang menyetel.
Gi Young-Woo Hyun tanya apa dia menyelidiki dan menguntit?
Choi cerita kalau dia ingin pendapatnya mengenai kematian Shin Hyo Jung.
Tulisan di dinding tadi bukannya tulisan orang yang membencinya?

Det. Kwon dilapori oleh Kang Mi sambil meneliti TKP. Dia meragukan omongan Kang Mi sambil menyuruhnya membawa semua barang bukti ke kantor. Dia juga menyuruh Sang Woo untuk menanyai lingkungan sekitar, apa ada rekaman atau CCTV.
Gi Young-Woo Hyun hanya menghela nafasnya.

Hasil otopsi BAek Yeong Soo keluar, ada bekas cekikan di lehernya, tewas dua har yang lalu. Berarti tanggal 30 Mei (pas ep 1 keluar tuh kejadiannya hehe)Tanggal yang sama dengan waktu upload file video SHJ.
Det. Kwon menebak teori Kang Mi sambil meremehkannya. Tapi pendapat itu dibenarkan oleh Gi Young-Woo Hyun dengan memberikan foto2 tulisan yang ada di dinding.

Berita menyebar kalau hantu Shin Hyu Jung membunuh nona Baek atas komentar negatifnya. (Keterlaluan banget ya, sampai segitunya)

Bersambung