pertemuan virtual tadi
sungguh tidak mengobati
semua kerinduanku
masih ada lubang di hati
menuntut untuk kau isi
virtual nyatanya
tangisnya sungguhan
tawanya beneran
benak mengembara
ke masa tiga windu
tiga dekade
tak ada yang tak terbawa
semua ada
di dada
semua kalimat terasa jenaka
semua menghasilkan tawa
tak terasa masa membawa
ah kurang
aku ingin yang nyata
Tampilkan postingan dengan label Uraian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uraian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
Rinai Hujan
Rinai Hujan
Hujan tanpa permisi
tanpa apersepsi
langsung...GBRET!
langsung hidangan inti
membiarkanku
termangu
di sebrang jalan terpaku
sungguh kejutan yang menyenangkan
menyaksikan rinai hujan
dan langit yang sesekali benderang
kilatan cahaya meyilaukan
indah ah nikmat manakah yang kudustakan?
Hujan tanpa permisi
tanpa apersepsi
langsung...GBRET!
langsung hidangan inti
membiarkanku
termangu
di sebrang jalan terpaku
sungguh kejutan yang menyenangkan
menyaksikan rinai hujan
dan langit yang sesekali benderang
kilatan cahaya meyilaukan
indah ah nikmat manakah yang kudustakan?
Selasa, 24 April 2012
Undangan Prasmanan-Standing Party, Etika dan Jangan
Undangan atau hajatan sekarang tidak ada musimnya. Ada sih bulan-bulan tertentu yang 'sepi' undangan dan ada yang ramai, tetapi di bulan itu beberapa kali ada yang hajatan. Kalau orang Jawa, mereka pantang mengadakan hajatan pada bulan Muharram, entah apa alasannya. Mau ditulis di sini takut salah :). Kalau orang Sunda beda lagi, mereka pantang hajatan pada bulan Safar dengan alasan yang berbeda.
Dulu hajatan mengandalkan hari baik dengan perhitungan-perhitungan tertentu yang rumit, sekarang tugas itu digantikan oleh gedung. Tanggal yang baik adalah yang pas gedungnya kosong saat kita butuhkan, atau nurut jadwal gedung kosongnya kapan.
Kalau di Jawa Tengah orang undangan duduk manis menanti hidangan di sajikan, seperti di restoran. Nanti hidangan akan keluar bergantian mulai dari hidangan pembuka sampai penutup. Kita tidak usah mengantri sana sini, kita tinggal duduk menikmati hidangan sambil menonton acara, dari temu sampai akhirnya penganten keluar menguntapkan kita para tamu pulang. Wah seperti raja rasanya.
Tapi itu hanya berlaku di sana saja. Kebanyakan kita menghadiri undangan yang prasmanan yang mengantri untuk mengambil makanan. Di daerah Jatengpun kelihatannya sekarang sudah mulai banyak yang mengambil cara hajatan sepert ini. Nah dalam menghadiri hajatan model prasmanan ada do and don'ts atau sebaiknya dan jangan yang harus diperhatikan.
Jangan:
1. Perhatikan sewaktu mengantri, jangan sampai ada anggota badan kita atau bawaan entah dompet, tas, atau suvenir yang kita pegang kena punggung orang yang di depan kita. Sentuhan kecil saja kalau dilakukan beberapa kali akan mengesankan kita mendesak dia sehingga terkesan kita kelaparan dan tidak sabar.
Sebaiknya berikan jarak beberapa cm saja antara kita dan punggung di depan kita.
2. Jangan meletakkan bawaan di kursi. Plis deh ya, kursi terbatas jumlahnya. Jangan menganggap itu kursi kelas atau kantor yang tersedia bagi setiap kita. Kelakuan seperti itu membuat orang yang bawa piring akan kebingungan mau duduk di mana sementara kita juga sedang sibuk antri, kursi tidak terpakai juga kan. Belum lagi resiko kehilangannya. Sebaiknya bawa sajalah barang kita yang tidak seberapa besar itu ke mana kita pergi. Gunakan prinsip angkat pantat hilang tempat.
3. Hidangan utama prasmanan atau buffet adalah makanan berat, dan harus duduk untuk menikmatinya. Piring yang biasanya datar (nggak ngerti juga kenapa air kuah sop itu musti ditaro di piring datar ya). Kita mengalami kerepotan itu juga orang lain bukan? Sebaiknya kita berdiri saja untuk menikmatin hidangan stand-stand untuk memberi kesempatan orang bawa piring berat tadi. Jangan tinggalkan tas juga ya.
Pernah ada orang duduk makan baso tahu diiris kecil dengan anggun (ceritanya) sementara di sebelahnya ada ibu-ibu bawa piring hidangan utama berdiri dan memandang dengan gemas ha ha ha...
Kesimpulannya kita harus memperhatikan jarak punggung di depan kita saat antri, jangan lupa prinsip angkat pantat hilang tempat, dan makan makanan ringan sambil berdiri tak apa.
Selamat ke undangan ^_^
Dulu hajatan mengandalkan hari baik dengan perhitungan-perhitungan tertentu yang rumit, sekarang tugas itu digantikan oleh gedung. Tanggal yang baik adalah yang pas gedungnya kosong saat kita butuhkan, atau nurut jadwal gedung kosongnya kapan.
Kalau di Jawa Tengah orang undangan duduk manis menanti hidangan di sajikan, seperti di restoran. Nanti hidangan akan keluar bergantian mulai dari hidangan pembuka sampai penutup. Kita tidak usah mengantri sana sini, kita tinggal duduk menikmati hidangan sambil menonton acara, dari temu sampai akhirnya penganten keluar menguntapkan kita para tamu pulang. Wah seperti raja rasanya.
Tapi itu hanya berlaku di sana saja. Kebanyakan kita menghadiri undangan yang prasmanan yang mengantri untuk mengambil makanan. Di daerah Jatengpun kelihatannya sekarang sudah mulai banyak yang mengambil cara hajatan sepert ini. Nah dalam menghadiri hajatan model prasmanan ada do and don'ts atau sebaiknya dan jangan yang harus diperhatikan.
Jangan:
1. Perhatikan sewaktu mengantri, jangan sampai ada anggota badan kita atau bawaan entah dompet, tas, atau suvenir yang kita pegang kena punggung orang yang di depan kita. Sentuhan kecil saja kalau dilakukan beberapa kali akan mengesankan kita mendesak dia sehingga terkesan kita kelaparan dan tidak sabar.
Sebaiknya berikan jarak beberapa cm saja antara kita dan punggung di depan kita.
2. Jangan meletakkan bawaan di kursi. Plis deh ya, kursi terbatas jumlahnya. Jangan menganggap itu kursi kelas atau kantor yang tersedia bagi setiap kita. Kelakuan seperti itu membuat orang yang bawa piring akan kebingungan mau duduk di mana sementara kita juga sedang sibuk antri, kursi tidak terpakai juga kan. Belum lagi resiko kehilangannya. Sebaiknya bawa sajalah barang kita yang tidak seberapa besar itu ke mana kita pergi. Gunakan prinsip angkat pantat hilang tempat.
3. Hidangan utama prasmanan atau buffet adalah makanan berat, dan harus duduk untuk menikmatinya. Piring yang biasanya datar (nggak ngerti juga kenapa air kuah sop itu musti ditaro di piring datar ya). Kita mengalami kerepotan itu juga orang lain bukan? Sebaiknya kita berdiri saja untuk menikmatin hidangan stand-stand untuk memberi kesempatan orang bawa piring berat tadi. Jangan tinggalkan tas juga ya.
Pernah ada orang duduk makan baso tahu diiris kecil dengan anggun (ceritanya) sementara di sebelahnya ada ibu-ibu bawa piring hidangan utama berdiri dan memandang dengan gemas ha ha ha...
Kesimpulannya kita harus memperhatikan jarak punggung di depan kita saat antri, jangan lupa prinsip angkat pantat hilang tempat, dan makan makanan ringan sambil berdiri tak apa.
Selamat ke undangan ^_^
Sabtu, 22 Januari 2011
Kaidah Penulisan Soal Evaluasi
KAIDAH PENULISAN SOAL
Oleh-oleh dari : Pelatihan Teknik Evaluasi untuk Guru
I. PILIHAN GANDA
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pengecoh harus berfungsi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
B. KONSTRUKSI
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
8. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
9. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
10. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
11. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya
12. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
13. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti : sebaiknya, umumnya, kadang – kadang.
14. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
C. BAHASA / BUDAYA
15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
a. Penggunaan Kalimat
(1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek
(2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek)
(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.
b. Pemakaian Kata
(1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan
(2) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan yang baku
c. Pemakaian Ejaan
(1) Penulisan huruf (kapital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan
(2) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan
16. Bahasa yang digunakan harus komunikatif
17. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat
18. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
II. JAWABAN SINGKAT
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat
B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat
4. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, simbol, atau kelompok kata
5. Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik).
6. Hindarilah pernyataan yang menggunakan kata – kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran.
7. Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar.
8. Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.
9. Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan.
C. BAHASA / BUDAYA
10. Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata Tanya siapa, kapan, berapa, dimana
11. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.
12. Gunakan bahasa Indonesia baku
13. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
III. ISIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk isian.
B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan.
4. Hindarkan petunjuk kearah jawaban yang benar
5. Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya
6. Hindarkan pertanyaan – pertanyaan yang kurang tegas
7. Susunlah soal dengan pernyataan berita
8. Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar
9. Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan.
10. Pernyataan yang dihilangkan adalah benar – benar bentuk kata atau frase yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal – hal yang memang tidak penting.
11. Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran
12. Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya.
13. Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya).
14. Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar.
15. Berilah nomor pada tiap – tiap tempat jawaban.
C. BAHASA / BUDAYA
16. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
17. Gunakan bahasa Indonesia baku
18. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
IV. MENJODOHKAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan
3. Gunakanlah materi – materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawaban.
B. KONSTRUKSI
4. Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, parallel/sejajar
5. Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf
6. Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad.
7. Pertanyaan dan pilihan ditulis dalam halaman yang sama.
8. Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10 – 15 butir soal.
9. Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya.
10. Pokok soal dan pilihan jawaban disusun dengan pertanyaan yang pendek.
11. Petunjuk mengerjakan soal harus jelas
C. BAHASA / BUDAYA
12. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
13. Gunakan Bahasa Indonesia baku
14. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
V. URAIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan
3. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran
4. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas
B. KONSTRUKSI
5. Menggunakan kata tanya / perintah yang menuntut jawaban terurai
6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
7. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya
8. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca
C. BAHASA
9. Rumusan kalimat soal harus komunikatif
10. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).
11. Tidak menimbulkan penafsiran ganda
12. Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu
13. Tidak mengandung kata / ungkapan yang menyinggung perasaan siswa
Oleh-oleh dari : Pelatihan Teknik Evaluasi untuk Guru
I. PILIHAN GANDA
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pengecoh harus berfungsi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
B. KONSTRUKSI
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
8. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
9. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
10. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
11. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya
12. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
13. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti : sebaiknya, umumnya, kadang – kadang.
14. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
C. BAHASA / BUDAYA
15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
a. Penggunaan Kalimat
(1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek
(2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek)
(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.
b. Pemakaian Kata
(1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan
(2) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan yang baku
c. Pemakaian Ejaan
(1) Penulisan huruf (kapital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan
(2) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan
16. Bahasa yang digunakan harus komunikatif
17. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat
18. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
II. JAWABAN SINGKAT
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat
B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat
4. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, simbol, atau kelompok kata
5. Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik).
6. Hindarilah pernyataan yang menggunakan kata – kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran.
7. Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar.
8. Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.
9. Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan.
C. BAHASA / BUDAYA
10. Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata Tanya siapa, kapan, berapa, dimana
11. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.
12. Gunakan bahasa Indonesia baku
13. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
III. ISIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk isian.
B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan.
4. Hindarkan petunjuk kearah jawaban yang benar
5. Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya
6. Hindarkan pertanyaan – pertanyaan yang kurang tegas
7. Susunlah soal dengan pernyataan berita
8. Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar
9. Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan.
10. Pernyataan yang dihilangkan adalah benar – benar bentuk kata atau frase yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal – hal yang memang tidak penting.
11. Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran
12. Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya.
13. Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya).
14. Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar.
15. Berilah nomor pada tiap – tiap tempat jawaban.
C. BAHASA / BUDAYA
16. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
17. Gunakan bahasa Indonesia baku
18. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
IV. MENJODOHKAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan
3. Gunakanlah materi – materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawaban.
B. KONSTRUKSI
4. Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, parallel/sejajar
5. Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf
6. Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad.
7. Pertanyaan dan pilihan ditulis dalam halaman yang sama.
8. Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10 – 15 butir soal.
9. Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya.
10. Pokok soal dan pilihan jawaban disusun dengan pertanyaan yang pendek.
11. Petunjuk mengerjakan soal harus jelas
C. BAHASA / BUDAYA
12. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
13. Gunakan Bahasa Indonesia baku
14. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.
V. URAIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan
3. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran
4. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas
B. KONSTRUKSI
5. Menggunakan kata tanya / perintah yang menuntut jawaban terurai
6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
7. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya
8. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca
C. BAHASA
9. Rumusan kalimat soal harus komunikatif
10. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).
11. Tidak menimbulkan penafsiran ganda
12. Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu
13. Tidak mengandung kata / ungkapan yang menyinggung perasaan siswa
Langganan:
Postingan (Atom)