Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2020

Nonton Gratis di Android TV

 

Beberapa aplikasi untuk menonton streaming

Sekarang ini musim TV Android. Dengan koneksi internet di saja tersaji aneka platform  yang menyajikan tontonan. Kita tinggal pilih yang mana. Ada Catchplay, Iflix, Viu, Disney Hotstar, Vidio dan lain-lain.  Tinggal pilih mau yang mana. Catchplay menyediakan 10 judul film dan Iflix menyediakan tayangan gratis selain yang berbayar. Hanya saja Iflix masih menyimpan iklan beberapa iklan. Tapi kalau ada yang gratis kenapa harus bayar? 

Tadinya saya lebih suka download drama Korea lalu menontonnya di kala senggang. Tapi beberapa judul drama sudah hilang melayang akibat dihapus karena hard disk yang kepenuhan. Satu didownload dan yang lain yang sudah ditonton harus dikorbankan untuk dihapus. Begitu seterusnya. Sejak ada TV android ini kita tinggal memilih tayangan apa yang kita sukai. 

 Bagusnya tayangan streaming ini, dia tahu persis apa tontonan kita kemarin sampai mana, menit ke berapa. Kita tinggal pilih melanjutkan atau mau mengulang dari awal. Ya jelas melanjutkan dong ya.. 

Memang ada yang bayar seperti Disney Hotstar. Tapi bayarannya sangat terjangkau, dan kita bisa kenyang menonton filem Disney yang asyik itu kan. Atau mau mengulang-ulang Forky yang menanyakan arti teman? What? Nooo! hahaha

                               https://tenor.com/view/forky-what-no-toy-story-gif-15578581




Jumat, 20 April 2012

Kisah Tertinggal dari Gempa Jepang.. Mengharukan.. Sungguh!

Berita ini aku dapat dari Facebook. Mengharukan sekali...

Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya. Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, "Anak kecil! Ada anak kecil!"

Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!

Sabtu, 22 Januari 2011

Kaidah Penulisan Soal Evaluasi

KAIDAH PENULISAN SOAL
Oleh-oleh dari : Pelatihan Teknik Evaluasi untuk Guru


I. PILIHAN GANDA
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pengecoh harus berfungsi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar

B. KONSTRUKSI
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
8. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
9. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
10. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
11. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya
12. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
13. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti : sebaiknya, umumnya, kadang – kadang.
14. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.



C. BAHASA / BUDAYA
15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
a. Penggunaan Kalimat
(1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek
(2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek)
(3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat.
b. Pemakaian Kata
(1) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan
(2) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan yang baku


c. Pemakaian Ejaan
(1) Penulisan huruf (kapital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan
(2) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan

16. Bahasa yang digunakan harus komunikatif
17. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat
18. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

II. JAWABAN SINGKAT
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat


B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat
4. Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, simbol, atau kelompok kata
5. Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik).
6. Hindarilah pernyataan yang menggunakan kata – kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran.
7. Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar.
8. Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.
9. Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan.

C. BAHASA / BUDAYA
10. Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata Tanya siapa, kapan, berapa, dimana
11. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.
12. Gunakan bahasa Indonesia baku
13. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.

III. ISIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk isian.

B. KONSTRUKSI
3. Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan.
4. Hindarkan petunjuk kearah jawaban yang benar
5. Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya
6. Hindarkan pertanyaan – pertanyaan yang kurang tegas
7. Susunlah soal dengan pernyataan berita
8. Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar
9. Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan.
10. Pernyataan yang dihilangkan adalah benar – benar bentuk kata atau frase yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal – hal yang memang tidak penting.
11. Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran
12. Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya.
13. Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya).
14. Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar.
15. Berilah nomor pada tiap – tiap tempat jawaban.

C. BAHASA / BUDAYA
16. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
17. Gunakan bahasa Indonesia baku
18. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.

IV. MENJODOHKAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan
3. Gunakanlah materi – materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawaban.

B. KONSTRUKSI
4. Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, parallel/sejajar
5. Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf
6. Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad.
7. Pertanyaan dan pilihan ditulis dalam halaman yang sama.
8. Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10 – 15 butir soal.
9. Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya.
10. Pokok soal dan pilihan jawaban disusun dengan pertanyaan yang pendek.
11. Petunjuk mengerjakan soal harus jelas

C. BAHASA / BUDAYA
12. Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa
13. Gunakan Bahasa Indonesia baku
14. Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu.

V. URAIAN
A. MATERI
1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan
3. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan pengukuran
4. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas

B. KONSTRUKSI
5. Menggunakan kata tanya / perintah yang menuntut jawaban terurai
6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
7. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya
8. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca


C. BAHASA
9. Rumusan kalimat soal harus komunikatif
10. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku).
11. Tidak menimbulkan penafsiran ganda
12. Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat / tabu
13. Tidak mengandung kata / ungkapan yang menyinggung perasaan siswa