Laramu simpanlah di hatimu
Lukamu biarkan di dalam situ
Sang waktu
Adalah penyembuh
Biarkan dia bekerja
Sesukanya
Sesuai ritmenya
Fokuslah pada
Yang di hadapanmu saja
Makin luka kau buka
Tak semua memihak
Barangkali ada yang suka
Bahkan malah bersenda tawa
Rugi dobel bukan
Jadi biar saja di sana
Biar waktu yg menebusnya
Tampilkan postingan dengan label Pasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasta. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Undangan Prasmanan-Standing Party, Etika dan Jangan
Undangan atau hajatan sekarang tidak ada musimnya. Ada sih bulan-bulan tertentu yang 'sepi' undangan dan ada yang ramai, tetapi di bulan itu beberapa kali ada yang hajatan. Kalau orang Jawa, mereka pantang mengadakan hajatan pada bulan Muharram, entah apa alasannya. Mau ditulis di sini takut salah :). Kalau orang Sunda beda lagi, mereka pantang hajatan pada bulan Safar dengan alasan yang berbeda.
Dulu hajatan mengandalkan hari baik dengan perhitungan-perhitungan tertentu yang rumit, sekarang tugas itu digantikan oleh gedung. Tanggal yang baik adalah yang pas gedungnya kosong saat kita butuhkan, atau nurut jadwal gedung kosongnya kapan.
Kalau di Jawa Tengah orang undangan duduk manis menanti hidangan di sajikan, seperti di restoran. Nanti hidangan akan keluar bergantian mulai dari hidangan pembuka sampai penutup. Kita tidak usah mengantri sana sini, kita tinggal duduk menikmati hidangan sambil menonton acara, dari temu sampai akhirnya penganten keluar menguntapkan kita para tamu pulang. Wah seperti raja rasanya.
Tapi itu hanya berlaku di sana saja. Kebanyakan kita menghadiri undangan yang prasmanan yang mengantri untuk mengambil makanan. Di daerah Jatengpun kelihatannya sekarang sudah mulai banyak yang mengambil cara hajatan sepert ini. Nah dalam menghadiri hajatan model prasmanan ada do and don'ts atau sebaiknya dan jangan yang harus diperhatikan.
Jangan:
1. Perhatikan sewaktu mengantri, jangan sampai ada anggota badan kita atau bawaan entah dompet, tas, atau suvenir yang kita pegang kena punggung orang yang di depan kita. Sentuhan kecil saja kalau dilakukan beberapa kali akan mengesankan kita mendesak dia sehingga terkesan kita kelaparan dan tidak sabar.
Sebaiknya berikan jarak beberapa cm saja antara kita dan punggung di depan kita.
2. Jangan meletakkan bawaan di kursi. Plis deh ya, kursi terbatas jumlahnya. Jangan menganggap itu kursi kelas atau kantor yang tersedia bagi setiap kita. Kelakuan seperti itu membuat orang yang bawa piring akan kebingungan mau duduk di mana sementara kita juga sedang sibuk antri, kursi tidak terpakai juga kan. Belum lagi resiko kehilangannya. Sebaiknya bawa sajalah barang kita yang tidak seberapa besar itu ke mana kita pergi. Gunakan prinsip angkat pantat hilang tempat.
3. Hidangan utama prasmanan atau buffet adalah makanan berat, dan harus duduk untuk menikmatinya. Piring yang biasanya datar (nggak ngerti juga kenapa air kuah sop itu musti ditaro di piring datar ya). Kita mengalami kerepotan itu juga orang lain bukan? Sebaiknya kita berdiri saja untuk menikmatin hidangan stand-stand untuk memberi kesempatan orang bawa piring berat tadi. Jangan tinggalkan tas juga ya.
Pernah ada orang duduk makan baso tahu diiris kecil dengan anggun (ceritanya) sementara di sebelahnya ada ibu-ibu bawa piring hidangan utama berdiri dan memandang dengan gemas ha ha ha...
Kesimpulannya kita harus memperhatikan jarak punggung di depan kita saat antri, jangan lupa prinsip angkat pantat hilang tempat, dan makan makanan ringan sambil berdiri tak apa.
Selamat ke undangan ^_^
Dulu hajatan mengandalkan hari baik dengan perhitungan-perhitungan tertentu yang rumit, sekarang tugas itu digantikan oleh gedung. Tanggal yang baik adalah yang pas gedungnya kosong saat kita butuhkan, atau nurut jadwal gedung kosongnya kapan.
Kalau di Jawa Tengah orang undangan duduk manis menanti hidangan di sajikan, seperti di restoran. Nanti hidangan akan keluar bergantian mulai dari hidangan pembuka sampai penutup. Kita tidak usah mengantri sana sini, kita tinggal duduk menikmati hidangan sambil menonton acara, dari temu sampai akhirnya penganten keluar menguntapkan kita para tamu pulang. Wah seperti raja rasanya.
Tapi itu hanya berlaku di sana saja. Kebanyakan kita menghadiri undangan yang prasmanan yang mengantri untuk mengambil makanan. Di daerah Jatengpun kelihatannya sekarang sudah mulai banyak yang mengambil cara hajatan sepert ini. Nah dalam menghadiri hajatan model prasmanan ada do and don'ts atau sebaiknya dan jangan yang harus diperhatikan.
Jangan:
1. Perhatikan sewaktu mengantri, jangan sampai ada anggota badan kita atau bawaan entah dompet, tas, atau suvenir yang kita pegang kena punggung orang yang di depan kita. Sentuhan kecil saja kalau dilakukan beberapa kali akan mengesankan kita mendesak dia sehingga terkesan kita kelaparan dan tidak sabar.
Sebaiknya berikan jarak beberapa cm saja antara kita dan punggung di depan kita.
2. Jangan meletakkan bawaan di kursi. Plis deh ya, kursi terbatas jumlahnya. Jangan menganggap itu kursi kelas atau kantor yang tersedia bagi setiap kita. Kelakuan seperti itu membuat orang yang bawa piring akan kebingungan mau duduk di mana sementara kita juga sedang sibuk antri, kursi tidak terpakai juga kan. Belum lagi resiko kehilangannya. Sebaiknya bawa sajalah barang kita yang tidak seberapa besar itu ke mana kita pergi. Gunakan prinsip angkat pantat hilang tempat.
3. Hidangan utama prasmanan atau buffet adalah makanan berat, dan harus duduk untuk menikmatinya. Piring yang biasanya datar (nggak ngerti juga kenapa air kuah sop itu musti ditaro di piring datar ya). Kita mengalami kerepotan itu juga orang lain bukan? Sebaiknya kita berdiri saja untuk menikmatin hidangan stand-stand untuk memberi kesempatan orang bawa piring berat tadi. Jangan tinggalkan tas juga ya.
Pernah ada orang duduk makan baso tahu diiris kecil dengan anggun (ceritanya) sementara di sebelahnya ada ibu-ibu bawa piring hidangan utama berdiri dan memandang dengan gemas ha ha ha...
Kesimpulannya kita harus memperhatikan jarak punggung di depan kita saat antri, jangan lupa prinsip angkat pantat hilang tempat, dan makan makanan ringan sambil berdiri tak apa.
Selamat ke undangan ^_^
Minggu, 08 Agustus 2010
Barisan Sakit Hati 1
Istilah itu disebutkan karena tipikal drama Korea mesti ada tokoh yang juga menyukai tokoh utama, tapi nggak kesampaian. Banyak? Banyak dong.. nanti kusebutkan satu persatu dilihat dari drama2 Korea yang sudah kutonton.
1. Yul (Princess Hours)

kasihan sekali menurutku tokoh Yul ini. Sedemikian buruknya Lee Shin memperlakukan Chae Kyeong sampai-sampai rasanya mendingan dia jadian saja sama Yul. Meski tampil sebagai tokoh antagonis, tapi Yul lebih pantas dikasihani dibanding dibenci
2. Kang In Wook (Memories of Bali)

Akting dia di Memories of Bali menyedot perhatian sekali. Tampak keren dengan overcoat hitam, gesture, dan jalannya yang gagah, membuat kita lupa bahwa dia tokoh antagonis. Kasihan, perannya sebagai anak tidak berayah, lahir dari keluarga miskin tapi bisa jadi orang kepercayaan Bos. Dia mencintai Lee Soo-jung (Ha Ji Won) tapi tidak kesampaian juga.. heu kasihan..
3. Kang San (Pasta)

Menurutku dia keterlaluan. Bayangkan saja, dia menjadi secret admirer selama 3 tahun bagi Seo Yoo Kyung? Dia mengirim gambar kaktus setiap hari, mengganggu setiap hari tanpa bilang kalau dia menyukai Yook Kyung? Keterlaluan kan? Eh, Yoo Kyungnya malah pilih suka sama si Chef (sikasep) yang baru dikenal dan digalakin terus pula! Heu kasian..
4. Bidam (The Great Queen Seondeok)

Ini lagi. Padahal rasanya dah cocok sekali dengan Sang Ratu, eh nggak kesampaian. Kasihan. Dia main di The Great Queen Seondeok jadi antagonis atau bukan yah. Sampai2 penggemar The Great Queen Seondeok pada nggak ikhlas dia dimatikan dan nggak dijadikan sama sang Ratu. Keterlaluan memang hehe...
5. Ahjussi Byun Hak Do (Chun Hyang-Sassy Girl)
.jpg)
Hehe.. baru tahu kalau namanya Byun Hak Do. Habisnya kita nontonnya di Indosiar, Chun Hyang cuman manggil dia Paman, jadi deh dia terkenal dengan nama "Si Paman" ya setidaknya di sekitarku. Wajahnya mirip sama Chef Pasta ya, cuma bekas jerawat yang bikin beda. bagus juga kalau mereka berdua dipasangkan main jadi kembar gitu atau adik kakak. Mirip sekali soalnya wajahnya.
1. Yul (Princess Hours)

kasihan sekali menurutku tokoh Yul ini. Sedemikian buruknya Lee Shin memperlakukan Chae Kyeong sampai-sampai rasanya mendingan dia jadian saja sama Yul. Meski tampil sebagai tokoh antagonis, tapi Yul lebih pantas dikasihani dibanding dibenci
2. Kang In Wook (Memories of Bali)
Akting dia di Memories of Bali menyedot perhatian sekali. Tampak keren dengan overcoat hitam, gesture, dan jalannya yang gagah, membuat kita lupa bahwa dia tokoh antagonis. Kasihan, perannya sebagai anak tidak berayah, lahir dari keluarga miskin tapi bisa jadi orang kepercayaan Bos. Dia mencintai Lee Soo-jung (Ha Ji Won) tapi tidak kesampaian juga.. heu kasihan..
3. Kang San (Pasta)

Menurutku dia keterlaluan. Bayangkan saja, dia menjadi secret admirer selama 3 tahun bagi Seo Yoo Kyung? Dia mengirim gambar kaktus setiap hari, mengganggu setiap hari tanpa bilang kalau dia menyukai Yook Kyung? Keterlaluan kan? Eh, Yoo Kyungnya malah pilih suka sama si Chef (sikasep) yang baru dikenal dan digalakin terus pula! Heu kasian..
4. Bidam (The Great Queen Seondeok)

Ini lagi. Padahal rasanya dah cocok sekali dengan Sang Ratu, eh nggak kesampaian. Kasihan. Dia main di The Great Queen Seondeok jadi antagonis atau bukan yah. Sampai2 penggemar The Great Queen Seondeok pada nggak ikhlas dia dimatikan dan nggak dijadikan sama sang Ratu. Keterlaluan memang hehe...
5. Ahjussi Byun Hak Do (Chun Hyang-Sassy Girl)
.jpg)
Hehe.. baru tahu kalau namanya Byun Hak Do. Habisnya kita nontonnya di Indosiar, Chun Hyang cuman manggil dia Paman, jadi deh dia terkenal dengan nama "Si Paman" ya setidaknya di sekitarku. Wajahnya mirip sama Chef Pasta ya, cuma bekas jerawat yang bikin beda. bagus juga kalau mereka berdua dipasangkan main jadi kembar gitu atau adik kakak. Mirip sekali soalnya wajahnya.
Jumat, 06 Agustus 2010
Lee Sun Gyun "Pasta"
Tiba-tiba aku punya idola baru. Sebagai penggemar Korean Drama atau Dongeng Korea aku pasti sudah nonton Cofee Prince. Dan memang Lee Sun Gyun main di drama itu sebagai "Barisan sakit hati", peran yang juga menyukai pelakon utama tapi tidak kesampaian. Di Coffee Prince juga akting Lee Sun Gyun mencuri perhatian juga sebenarnya tapi karena peran pinggiran itu tadi jadi agak terkesampingkan.
enak ya lihat senyumnya.. bikin kita ingin senyum balik padanya
Baru di drama "Pasta" Lee Sun Gyun dapat perhatian penuh dariku :D. Ternyata aktingnya lebih dari OK dan dia layak jadi idola. Sekarang ini aku sedang mengulang-ulang terus menonton "Pasta". Sampai-sampai rasanya English/Indonesian subnya sudah tidak perlu lagi karena sudah hafal dengan ceritanya.
Adu akting Lee Sun Gyun dengan Gong Hyo Jin terasa sekali kehebatan akting keduanya, sampai-sampai rasanya 'seperti betulan' interaksi antara keduanya. Itu yang membuat kita yang menonton tidak bosan mesti musti mengulang-ulang nonton "Pasta" beberapa kali. Dan rasanya bukan pendapatku saja nih drama "Pasta" memang bagus, rating drama ini juga lumayan masuh dua digit, memang belum sih kalau dibandingkan dengan "Baker King" atau "The Great Queen Seondeok".
Setelah nonton "Pasta" bosan (atau kasian sama DVDnya), aku sudah menyiapkan drama dari Lee Sun Gyun yang lain: Coffee Prince (ulang nonton),
Nanti dipilih aja khusus adegan bagian dianya aja doang :D .. Nggapapa kan? Namanya juga remedial.. ambil bagian pentingnya aja hehe..
Triple,
kalau lihat ratingnya sih cuman satu digit drama ini, tapi biarlah, nanti kalau rajin aku buat resumenya.. ciee :p
atau movie yang dia juga mainkan
Lee Sun Gyun juga masih terhitung manten anyar, alias penganten baru. Dapet daun mu da nih, karena jarak usia mereka terpaut jauh. Lee Sun Gyun kelahiran 2 Maret 1975, sementara isterinya kelahiran 17 Juni 1988. Tapi lihat fotonya deh.. boros banget ya untuk usia 21-22tahun? Kupikir dia kawin sama orang yang seumuran atau bahkan lebih tua? Ckckck... Model baju sama rambutnya enggak banget! Cirian tuh desainernya.. jangan pesan ke dia kalau nggak ingin kelihatan lebih tua dari umur sebenarnya hahaha... jahat ih.. hehe emang...
Tapi apapun itu kita mengharapkan dia bahagia dengan perkawinannya itu. Jangan ada gosip-gosip miring model artis-artis kita. Supaya image dia tetap baik dan kita tetap semangat menikmati karya-karyanya.
Lee Sun Gyunsshi, fighting :D
Langganan:
Postingan (Atom)