Aku terkena penyakit sibuk. Penyakit sibuk mendera ketika kita sedang banyak kerjaan, dikejar deadline misalnya, tapi kita malahan begitu ingin mengerjakan pekerjaan lainnya. Ingat salah satu episode dari filem kartun Spongebob yang dia begitu ingn mengerjakan pekerjaan lain di saat dia harus mengerjakan PR dari Ny. Puff guru setirnya? Ya semodel begitulah.
Dikejar deadline belakangan ini, aku malah: mengerjakan origami, merajut, mendownload lagu2 nostalgia semasa SMP-SPG-kuliah, memberikan les tambahan pelajaran pada muridku, mendengarkan lagu lama dan menuliskan syairnya, begitu lah.. Oh ya dan satu lagi, aku membuka blog ku ini yang sudah tahunan tidak kubuka dan malah membereskannya. Here I am now :D
Kebiasaan buruk? Yah mungkin saja, tapi kalau sudah dibahas oleh Spongebob kelihatannya aku tidak sendirian menghadapi gejala ini.
Seharian ini aku memikirkan Ibu Kartini. Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong, Jepara tanggal 21 April 1879 adalah anak bangsawan. Itu saja begitu banyak hambatan yang Beliau terima sebagai anak perempuan dari kaum bangsawan. Apalagi kita-kita ini, kaum rakyat jelata.Perjuangan Ibu Kartini dalam memajukan kaum wanita. Rasanya aku ingin menangis karena terharu.
Aku membayangkan kalau Kartini belum ada, atau Kartini lain tidak ada, kehidupanku akan seperti apa. Aku akan menikah pada usia muda, dijodohkan tentunya. Aku akan sibuk menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, suami datang dan pergi lagi, aku tetap mengurus anak. Pekerjaan mulia memang, mulia sekali, tapi kalau hanya itu, ngeri membayangkannya. Lalu anak perempuanku juga akan menikah muda, dan dalam usia muda aku akan menjadi nenek? Whew! Tugas mengasuh berlanjut menjadi tugas mengasuh cucu. Seram ya. Masalahnya kerjaan kita hanya itu saja, sementara di dalam diri setiap perempuan terdapat potensi lain yang bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar mengasuh anak.
Kupikir perjuangan Ibu Kartini adalah terobosan. Beliau mendidik anak tetangganya untuk bisa menjahit, memasak, membaca dan menulis. Tujuannya supaya perempuan bisa menjadi ibu yang lebih berkualitas bagi anaknya. Bisa menjahitkan baju untuk anaknya, memasakkan makanan yang begizi, membacakan cerita, mengajarkan menulis awal bagi anaknya. Coba kalau aku lahir sebagai rakyat jelata tanpa kehadiran seorang Kartini, aku akan menjadi ibu yang buta huruf, tidak bisa menjahit dll, mengerikan ya. Tukang jahit dan konpeksi belum musim seperti sekarang kan?
Kupikir juga perjuangan Ibu Kartini bisa berhasil karena ridho dari suaminya juga. Kalau suaminya melarangnya ini itu, dia bisa apa? Memang dibalik prestasi seorang wanita dibutuhkan juga kebesaran hati seorang suami. Suami harus rela melemahkan dirinya sedikit, agar wanita tampak lebih kuat. Kalau semua suami bersikap sok powerful, sok kuasa, mengganggap wanita lemah, wanita akan lemah pula. Mendapati beberapa peristiwa suami melarang istrinya bekerja, mengerjakan pekerjaan luar rumah, tahu-tahu suaminya tidak panjang umur. Kemudian sang istri harus bontang banting memenuhi kebutuhan keluarga, kasihan juga. Ada lagi yang rumah tangganya berujung perceraian, wah perempuan dilemahkan lahir batin kalau begini, bukan.
Makanya lihat saja, potensi seorang perempuan akan keluar semua tatkala dia ditinggal suaminya. Ujug2 seorang perempuan bisa jadi penjahit, manajer, desainer, guru PAUD dll justru sepeninggal suaminya.
Tapi jangan juga kekuatan isteri terlalu besar jadi suaminya takut pada istrinya, atau bersembunyi di balik kelek istrinya. Semua sama Ibu tidak bisa dibenarkan juga. Urusan rumah tangga, membetulkan rumah, urusan anak, urusan cari nafkah, sementara sang suami enak-enakan terima jadi. Sebal juga nontonnya. Apalagi ditambah sang suami selingkuh. Pekerjaan orang kurang kerjaan ya. Memanfaatkan kekusasaan dengan sewenang-wenang menjajah istrinya. Naudzubillah...
Kalau katanya wanita diambil dari tulang rusuk pria, supaya sejajar memang benar. Perempuan harus diberdayakan supaya dia bisa berdaya, keluar semua potensinya tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan, sebagai ibu dari anak-anaknya. Dan itu membutuhkan kebesaran hati suaminya.
Aku bersyukur lahir jauh setelah perjuangan Ibu Kartini. Meskipun dari keluarga sederhana, rakyat jelata, aku bisa sekolah, memilih suami yang kucintai dan mencintaiku, aku bisa jadi guru sesuai cita-citaku saat masih kecil. Dan atas izin suamiku aku bisa kuliah meski setelah punya anak, yang kemudian perjalanan hidup membawaku menjadi seorang guru yang PNS, alhamdulillah...
Kira-kira kenapa ya Ibu Kartini harus meninggal dalam usia semuda itu? Selain takdir tentunya. Apakah beliau terlalu lelah? Terlalu banyak aktifitas saat hamil? Jarang periksa ke bidan? Tapi satu hal aku merasa Allah Swt begitu menyayangi beliau sehingga memanggilnya saat melahirkan. Bisa saja (insya Allah) beliau wafat dalam keadaan mati syahid kan? Alfatihah...
Hayu ah kita sibuk lagi... ^_^
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 April 2012
Jumat, 12 Maret 2010
Lagu untuk Ujian Praktek Seni Budaya dan Keterampilan di SDN Harapan 2 Bandung
Lagu-lagu yang harus dinyanyikan pada saat ujian praktik SBK. Siswa harus memilih satu lagu untuk setiap kategori. Berikut syairnya :
Lagu Wajib
1. Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sana lah Aku berdiri
Jadi pandu Ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka-Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya 2x
2. Mengheningkan Cipta
Dengar seluruh angkasa raya
Memuji Pahlawan Negara
Nan gugur remaja di h’ribaan bendera
Bela Nusa Bangsa
Kau ku kenang wahai
Bunga Putra Bangsa
Harga Jasa Kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
3. Ibu Kartini
Ibu Kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya
Ibu Kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu Kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
4. Dari Sabang Sampai Merauke
Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung
Menjadi satu Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia
5. Berkibarlah Benderaku
Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau?
Serentak rakyatku membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah slama-lamanya
6. Satu Nusa Satu Bangsa
Satu nusa satu bangsa Satu bahasa kita
Tanah air pasti jaya Untuk slama-lamanya
Indonesia pusaka Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa
Kita bela bersama
7. Hari Merdeka
Tujuh belas Agustus
Tahun empat lima
Itulah hari Kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka Skali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tiap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
8. Bagimu Negeri
Padamu Negri kami berjanji
Padamu Negri kami mengabdi
Padamu Negri kami berbakti
Bagimu Negri jiwa raga kami
9. Halo Halo Bandung
Halo-Halo Bandung Ibukota Periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali
10. Garuda Pancasila
Garuda Pancasila akulah pendukungmu
Patriot Proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku Ayo maju-maju
Ayo maju-maju Ayo maju-maju
Lagu Daerah
1. Ayam Den Lapeh (Sum Bar)
2. Buka Pintu (Maluku)
3. Etanase (Maluku)
E..tanase tanase bay bay 2x
Etanase tanase tanase tikam matae
Lihat itu ikan kawan
Berenti pukul tifa
Juru mudi tomang putar haluan
Etanase tanase
timbul di bulan bulan
Etanase tanase tanase tikam matae
Yang pawe la panggayo
panggayo hasa hasa
Etanase tanase tanase
Etanase.. bay bay...
4. Sayangkene (Maluku)
Sayangkene rasa sayangkene
Lihat dari jauh rasa sayangkene
Ombak putih putih ombak datang dari laut
Kipas lenso putih tanah Ambon sudah jauh
Ole sioh sioh sayange Lah rasa sayange
Sayang dilale apa tempo tuan balik ya nona
Oleh sioh sayange lagelange lagelange
La mari topu topu gelange
Sangaja topu tangan
topu tangan rame rame
rame rame gelange
lah balenggang lombose
5. Saputangan Babuncu Ampat
(Kal Sel)
Saputangan babuncu amat
Sabuncunya dimakan api
Dimakan api
Luka nang di tangan kawa dibabat
Luka nang di hati hancur sekali
Tabang bamban jangan diparit
Mun diparit buang ka sumur
Buang ka sumur
Rindang pangandang
Jangan diharit
Lamun diharit mambawa umur
6. Sipatokaan (Maluku)
Sayang sayang sipatokaan
Matego tego gorokan sayang
Sayang sayang sipatokaan
Matego tego gorokan sayang
Sako mangemo tanaman jauh
Mangemo milei leklako sayang
Sako mangemo tanaman jauh
Mangemo milei leklako sayang
7. Esa Mokan (Sul Sel)
Esa mokan genangku wiyaniko
Tiyamo maruarua genang eka ria
Mangawe ngawe uman
Wiya siyopo waiyan
Pakatuan paka lowiran kita mowaya
8. Goro-Gorone (Maluku)
Goro gorone e pato pato kamia
Loko sana loko mari
loko lenso e manari
Kata nyong Beta pinta
sio nona e manari
Dengar donci e balagu
Sio nona sender bahu
Meski nona duduk jauh
Sio beta panggil trus menyahut
Lah laju-lajulah lekas
Datang ke mari e
Pura-pura tidak tahu
Belum ditanya sudah mau
Lah sebab nona suka sendiri
9. Huhatee (Maluku)
Orang muda huhatee bay bay
Jangan sampai dapat kulit durian
Pasang mata telinga
kalau mencari teman
Jangan sampai dapat kulit durian
Huhatee huhatee huhatee bay bay
Jangan sampai
sembarang orang lah kenal
Sioh jangan sioh jangan
Jangan baribi kulit durian sioh baduri
Lagu Bebas
1. Hujan Rintik-Rintik
Hujan rintik-rintik turun titik-titik
Di halaman di jalan hujan rintik-rintik
Ambilkan payung untuk berlindung
Hujan turun hujan rintik-rintik
Hujan rintik-rintik turun tak berhenti
Di tengah rintik hujan payung warna warni
Seperti jamur yang tumbuh subur
Disirami hujan rintik-rintik
2. Masa Gemilang
Alam riang ria
sambut mentari dipagi hari
Unggas lincah gembira
Dendangkan lagu irama hati
Kuncup kuncup bunga berseri
Daun-daun segar menghijau
Bulir-bulir padi menghimbau
Bak lautan tak bertepi
Hati riang gembira
Menjelang masa gemilang
3. Teman Baru
Satu satu kawan baru
Kawan baru dalam kelasku
Dua dua sama sama
Duduk satu meja
Segra datang bu guru
Salam kami ucapkan
Gembira kita semua
Dalam kelas yang baru
Kawan lama kawan baru
Dalam klas yang baru
4. Nakalnya Diriku
Nakalnya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
Guruku tersayang guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku?
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasih
5. Udara Cerah
Udara cerah berlangit biru
Ingin aku bersenang-senang bersamamu
Bernyanyi-nyanyi dan menari
Di alam bebas dan segar seperti ini
Tralala lala la hati suka cita
Tralala lala la hati gembira
6. Tepuk Tangan
Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semwanya
Jangan segan jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan X X X
Tepuk tangan X X X
Tepuk tangan bergembira
Skali lagi X X X
Skali lagi X X X
Tepuk tangan kita semwa bergembira
7. Que Sera-Sera
When I was just a little kid
I asked my mother what will I be?
Will I be pretty will I be rich
Here’s what she said to me
Que sera-sera
What ever will be will be
The future is not ours to see
Que sera-sera
What will be will be
8. Berjalan di Pantai
Berjalan di spanjang pasir
Memandang ombak dan buih
Kunanti dia berdesir
Membasahi ujung kaki
Melayang-layang burung camar
Berlari-lari di ujung layar
Alam tenang hati senang
Berjalan-jalan di pantai
9. B – I – N – G – O
There was a farmer has a dog
And bingo was his name – o
B – I – N – G – O
B – I – N – G – O
B – I – N – G – O
And Bingo was his name – o
10. L – O – V – E
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary
E is even more than anyone
that you adore and
Love was made for me and you
Love is more than I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart but please
Don’t break it
Love was made from me and you
Lagu Suling
1. Esa Mokan
1 2 3 3 4 3 2 2 3 2 1
1 2 3 4 3 2 4 4 3 2 2 3 2 1
1 1 4 4 4 4 4 5 4 3 3 1 2 3
5 4 3 3 3 4 3 2 2 2 3 2 2 1
2. Do Re Mi
1 2 3 1 3 1 3 2 3 4 4 3 2 4
3 4 5 3 5 3 5 4 5 6 6 5 4 6
5 1 2 3 4 5 6 6 2 3 4 5 6 7
7 3 4 5 6 7 1 1 7 6 5 7 5 1
5 3 2 1
3. Gundul-Gundul Pacul
1 3 1 3 4 5 5 7 1 7 1 7 5
1 3 1 3 4 5 5 7 1 7 1 7 5
1 3 5 4 4 5 4 3 1 4 3 1
1 3 5 4 4 5 4 3 1 5 3 1
4. Berjalan di Pantai
3 5 1 3 5 4 3 2 4 5 7 2 4 4 3 3
3 5 7 3 5 4 5 6 6 5 4 5 6 4 2 1
5 4 5 4 5 4 5 6 4
6 5 6 5 6 5 7 5
1 7 2 4 7 6 1 3 5 4 5 7 6 4 2 1
5. Mengheningkan Cipta
5 3 4 5 5 3 1 1 7 1 6 5 3 5 4 3 2 1 2
5 3 4 5 5 3 1 1 7 1 6 5 3 4 3 2 1 2 1
1 2 3 1 5 3 1 6 6 5 4 5
5 1 5 2 5 3 2 1 7 1
7 6 5 3 4 2 3 . . . 2 . . . 1 . 0
6. Que Sera-Sera
1 2 3 5 3 5 3 5 3 5 4 6 5 6 5 3 4
7 1 2 7 1 6 7 1 7 4 5 6 5 1 3
1 7 6 4 6 7 1 2 1 6 5 1 3
5 6 5 3 5 5 2 5 2 3 4 1 1 234 7 1
7. Ibu Kartini
1 2 3 4 5 3 1 6 1 7 6 5
4 6 5 4 3 1 2 4 3 2 1
1 2 3 4 5 3 1 6 1 7 6 5
4 6 5 4 3 1 2 4 3 2 1
4 3 4 6 5 6 5 3 1
3 2 3 4 5 3 4 3 4 6 5 6 5 3 1
3 2 4 3 2 1
Lagu Wajib
1. Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sana lah Aku berdiri
Jadi pandu Ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka-Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya 2x
2. Mengheningkan Cipta
Dengar seluruh angkasa raya
Memuji Pahlawan Negara
Nan gugur remaja di h’ribaan bendera
Bela Nusa Bangsa
Kau ku kenang wahai
Bunga Putra Bangsa
Harga Jasa Kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
3. Ibu Kartini
Ibu Kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya
Ibu Kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu Kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
4. Dari Sabang Sampai Merauke
Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung
Menjadi satu Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia
5. Berkibarlah Benderaku
Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau?
Serentak rakyatku membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah slama-lamanya
6. Satu Nusa Satu Bangsa
Satu nusa satu bangsa Satu bahasa kita
Tanah air pasti jaya Untuk slama-lamanya
Indonesia pusaka Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa
Kita bela bersama
7. Hari Merdeka
Tujuh belas Agustus
Tahun empat lima
Itulah hari Kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka Skali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tiap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
8. Bagimu Negeri
Padamu Negri kami berjanji
Padamu Negri kami mengabdi
Padamu Negri kami berbakti
Bagimu Negri jiwa raga kami
9. Halo Halo Bandung
Halo-Halo Bandung Ibukota Periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali
10. Garuda Pancasila
Garuda Pancasila akulah pendukungmu
Patriot Proklamasi sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku Ayo maju-maju
Ayo maju-maju Ayo maju-maju
Lagu Daerah
1. Ayam Den Lapeh (Sum Bar)
2. Buka Pintu (Maluku)
3. Etanase (Maluku)
E..tanase tanase bay bay 2x
Etanase tanase tanase tikam matae
Lihat itu ikan kawan
Berenti pukul tifa
Juru mudi tomang putar haluan
Etanase tanase
timbul di bulan bulan
Etanase tanase tanase tikam matae
Yang pawe la panggayo
panggayo hasa hasa
Etanase tanase tanase
Etanase.. bay bay...
4. Sayangkene (Maluku)
Sayangkene rasa sayangkene
Lihat dari jauh rasa sayangkene
Ombak putih putih ombak datang dari laut
Kipas lenso putih tanah Ambon sudah jauh
Ole sioh sioh sayange Lah rasa sayange
Sayang dilale apa tempo tuan balik ya nona
Oleh sioh sayange lagelange lagelange
La mari topu topu gelange
Sangaja topu tangan
topu tangan rame rame
rame rame gelange
lah balenggang lombose
5. Saputangan Babuncu Ampat
(Kal Sel)
Saputangan babuncu amat
Sabuncunya dimakan api
Dimakan api
Luka nang di tangan kawa dibabat
Luka nang di hati hancur sekali
Tabang bamban jangan diparit
Mun diparit buang ka sumur
Buang ka sumur
Rindang pangandang
Jangan diharit
Lamun diharit mambawa umur
6. Sipatokaan (Maluku)
Sayang sayang sipatokaan
Matego tego gorokan sayang
Sayang sayang sipatokaan
Matego tego gorokan sayang
Sako mangemo tanaman jauh
Mangemo milei leklako sayang
Sako mangemo tanaman jauh
Mangemo milei leklako sayang
7. Esa Mokan (Sul Sel)
Esa mokan genangku wiyaniko
Tiyamo maruarua genang eka ria
Mangawe ngawe uman
Wiya siyopo waiyan
Pakatuan paka lowiran kita mowaya
8. Goro-Gorone (Maluku)
Goro gorone e pato pato kamia
Loko sana loko mari
loko lenso e manari
Kata nyong Beta pinta
sio nona e manari
Dengar donci e balagu
Sio nona sender bahu
Meski nona duduk jauh
Sio beta panggil trus menyahut
Lah laju-lajulah lekas
Datang ke mari e
Pura-pura tidak tahu
Belum ditanya sudah mau
Lah sebab nona suka sendiri
9. Huhatee (Maluku)
Orang muda huhatee bay bay
Jangan sampai dapat kulit durian
Pasang mata telinga
kalau mencari teman
Jangan sampai dapat kulit durian
Huhatee huhatee huhatee bay bay
Jangan sampai
sembarang orang lah kenal
Sioh jangan sioh jangan
Jangan baribi kulit durian sioh baduri
Lagu Bebas
1. Hujan Rintik-Rintik
Hujan rintik-rintik turun titik-titik
Di halaman di jalan hujan rintik-rintik
Ambilkan payung untuk berlindung
Hujan turun hujan rintik-rintik
Hujan rintik-rintik turun tak berhenti
Di tengah rintik hujan payung warna warni
Seperti jamur yang tumbuh subur
Disirami hujan rintik-rintik
2. Masa Gemilang
Alam riang ria
sambut mentari dipagi hari
Unggas lincah gembira
Dendangkan lagu irama hati
Kuncup kuncup bunga berseri
Daun-daun segar menghijau
Bulir-bulir padi menghimbau
Bak lautan tak bertepi
Hati riang gembira
Menjelang masa gemilang
3. Teman Baru
Satu satu kawan baru
Kawan baru dalam kelasku
Dua dua sama sama
Duduk satu meja
Segra datang bu guru
Salam kami ucapkan
Gembira kita semua
Dalam kelas yang baru
Kawan lama kawan baru
Dalam klas yang baru
4. Nakalnya Diriku
Nakalnya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
Guruku tersayang guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku?
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasih
5. Udara Cerah
Udara cerah berlangit biru
Ingin aku bersenang-senang bersamamu
Bernyanyi-nyanyi dan menari
Di alam bebas dan segar seperti ini
Tralala lala la hati suka cita
Tralala lala la hati gembira
6. Tepuk Tangan
Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semwanya
Jangan segan jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan X X X
Tepuk tangan X X X
Tepuk tangan bergembira
Skali lagi X X X
Skali lagi X X X
Tepuk tangan kita semwa bergembira
7. Que Sera-Sera
When I was just a little kid
I asked my mother what will I be?
Will I be pretty will I be rich
Here’s what she said to me
Que sera-sera
What ever will be will be
The future is not ours to see
Que sera-sera
What will be will be
8. Berjalan di Pantai
Berjalan di spanjang pasir
Memandang ombak dan buih
Kunanti dia berdesir
Membasahi ujung kaki
Melayang-layang burung camar
Berlari-lari di ujung layar
Alam tenang hati senang
Berjalan-jalan di pantai
9. B – I – N – G – O
There was a farmer has a dog
And bingo was his name – o
B – I – N – G – O
B – I – N – G – O
B – I – N – G – O
And Bingo was his name – o
10. L – O – V – E
L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary
E is even more than anyone
that you adore and
Love was made for me and you
Love is more than I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart but please
Don’t break it
Love was made from me and you
Lagu Suling
1. Esa Mokan
1 2 3 3 4 3 2 2 3 2 1
1 2 3 4 3 2 4 4 3 2 2 3 2 1
1 1 4 4 4 4 4 5 4 3 3 1 2 3
5 4 3 3 3 4 3 2 2 2 3 2 2 1
2. Do Re Mi
1 2 3 1 3 1 3 2 3 4 4 3 2 4
3 4 5 3 5 3 5 4 5 6 6 5 4 6
5 1 2 3 4 5 6 6 2 3 4 5 6 7
7 3 4 5 6 7 1 1 7 6 5 7 5 1
5 3 2 1
3. Gundul-Gundul Pacul
1 3 1 3 4 5 5 7 1 7 1 7 5
1 3 1 3 4 5 5 7 1 7 1 7 5
1 3 5 4 4 5 4 3 1 4 3 1
1 3 5 4 4 5 4 3 1 5 3 1
4. Berjalan di Pantai
3 5 1 3 5 4 3 2 4 5 7 2 4 4 3 3
3 5 7 3 5 4 5 6 6 5 4 5 6 4 2 1
5 4 5 4 5 4 5 6 4
6 5 6 5 6 5 7 5
1 7 2 4 7 6 1 3 5 4 5 7 6 4 2 1
5. Mengheningkan Cipta
5 3 4 5 5 3 1 1 7 1 6 5 3 5 4 3 2 1 2
5 3 4 5 5 3 1 1 7 1 6 5 3 4 3 2 1 2 1
1 2 3 1 5 3 1 6 6 5 4 5
5 1 5 2 5 3 2 1 7 1
7 6 5 3 4 2 3 . . . 2 . . . 1 . 0
6. Que Sera-Sera
1 2 3 5 3 5 3 5 3 5 4 6 5 6 5 3 4
7 1 2 7 1 6 7 1 7 4 5 6 5 1 3
1 7 6 4 6 7 1 2 1 6 5 1 3
5 6 5 3 5 5 2 5 2 3 4 1 1 234 7 1
7. Ibu Kartini
1 2 3 4 5 3 1 6 1 7 6 5
4 6 5 4 3 1 2 4 3 2 1
1 2 3 4 5 3 1 6 1 7 6 5
4 6 5 4 3 1 2 4 3 2 1
4 3 4 6 5 6 5 3 1
3 2 3 4 5 3 4 3 4 6 5 6 5 3 1
3 2 4 3 2 1
Selasa, 02 Maret 2010
Terperangkap
Tiap hari Senin aku kebagian pemantapan kelas 6. Tujuannya adalah memantapkan persiapan mereka dalam menghadapi UAS-BN, Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Diharapkan dengan diadakannya pemantapan ini siswa akan dapat menghadapi UASBN dengan baik dan mendapat nilai yang tidak mengecewakan. Goal akhirnya ya anak bisa lulus dengan nilai bagus dan mendapat SMP negeri yang diinginkan.
Mata pelajaran yang dimantapkan adalah Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika. Aku mengajar Matematika mendapat giliran hari Senin, IPA hari Selasa, dan terakhir Bahasa Indonesia pada hari Rabu.
Senin kemarin cuaca panas sekali. Berulangkali aku katakan pada anak kelas 6 kalau panas begini pantasnya sebentar lagi hujan. Ternyata benar hujan turun dengan titik besar-besar kemudian disusul dengan hujan turun deras sekali. Tidak ada petir jadi agak tenang menghadapinya.
Anak-anak diberikan kesempatan untuk menanyakan materi pelajaran yang tidak dimengertinya. Kemudian kujelaskan dan kuberikan beberapa soal. Setelah itu dinilai dan dianalisa sejauh mana mereka mengerti penjelasanku tadi. Lumayan, anak yang sama sekali belum mengerti tidak ada. Kebanyakan anak kurang teliti dalam perhitungan.
Semua itu terjadi dalam hujan yang terus menerus tidak berhenti sama sekali. Pemantapan mulai jam 13.00 seharusnya selesai jam 15.00. Tapi ini sudah satu jam lewat dari waktu pulang hujan belum juga mau berhenti. Deras berganti jadi gerimis rapat berubah lagi jadi hujan deras lalu gerimis rapat lagi. Stoknya banyak mungkin jadi air di langit nggak habis-habis.
Yang kasihan ya anak-anak itu. Mereka sudah dari pagi, dilanjutkan ke pemantapan, pasti jiwa raganya lelah menghadapi hari itu. Tapi apa daya, aku tidak ijinkan mereka pulang dalam hujan begini. Tak lama anak-anak mulai berani bilang, "Bu, sudah dijemput" Yang sudah dijemput boleh pulang. Masih sisa setengah kelas belum dijemput, hujan masih riang ria menghabiskan stok airnya yang nggak habis-habis. Akhirnya kami nyanyi-nyanyi.. mulai dari lagu anak sampai lagu pop yang ada di TV... sampai kelelahan.
Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 kulihat hujan tinggal gerimis kecil saja. Aku putuskan untuk pulang saja dan anak-anak juga takut untuk sendirian jadi merekapun memutuskan untuk pulang juga. Hampir magrib aku sampai d rumah. Aku berdoa semoga anak-anak tadi jangan ada yang sakit karena kehujanan.
Tadi pagi jadwalku Matematika di kelas 6 kulihat 2 orang yang tidak hadir. Satu karena minta ijin mau ke rumah sakit, satu lagi mengabarkan sakit demam dan pusing. Oh, itu pasti karena kemarin kehujanan :D. Lumayan upayaku menahan anak kemarin : hanya satu anak yang sakit akibat kehujanan... dari 40an anak kelas 6.
Mata pelajaran yang dimantapkan adalah Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika. Aku mengajar Matematika mendapat giliran hari Senin, IPA hari Selasa, dan terakhir Bahasa Indonesia pada hari Rabu.
Senin kemarin cuaca panas sekali. Berulangkali aku katakan pada anak kelas 6 kalau panas begini pantasnya sebentar lagi hujan. Ternyata benar hujan turun dengan titik besar-besar kemudian disusul dengan hujan turun deras sekali. Tidak ada petir jadi agak tenang menghadapinya.
Anak-anak diberikan kesempatan untuk menanyakan materi pelajaran yang tidak dimengertinya. Kemudian kujelaskan dan kuberikan beberapa soal. Setelah itu dinilai dan dianalisa sejauh mana mereka mengerti penjelasanku tadi. Lumayan, anak yang sama sekali belum mengerti tidak ada. Kebanyakan anak kurang teliti dalam perhitungan.
Semua itu terjadi dalam hujan yang terus menerus tidak berhenti sama sekali. Pemantapan mulai jam 13.00 seharusnya selesai jam 15.00. Tapi ini sudah satu jam lewat dari waktu pulang hujan belum juga mau berhenti. Deras berganti jadi gerimis rapat berubah lagi jadi hujan deras lalu gerimis rapat lagi. Stoknya banyak mungkin jadi air di langit nggak habis-habis.
Yang kasihan ya anak-anak itu. Mereka sudah dari pagi, dilanjutkan ke pemantapan, pasti jiwa raganya lelah menghadapi hari itu. Tapi apa daya, aku tidak ijinkan mereka pulang dalam hujan begini. Tak lama anak-anak mulai berani bilang, "Bu, sudah dijemput" Yang sudah dijemput boleh pulang. Masih sisa setengah kelas belum dijemput, hujan masih riang ria menghabiskan stok airnya yang nggak habis-habis. Akhirnya kami nyanyi-nyanyi.. mulai dari lagu anak sampai lagu pop yang ada di TV... sampai kelelahan.
Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 kulihat hujan tinggal gerimis kecil saja. Aku putuskan untuk pulang saja dan anak-anak juga takut untuk sendirian jadi merekapun memutuskan untuk pulang juga. Hampir magrib aku sampai d rumah. Aku berdoa semoga anak-anak tadi jangan ada yang sakit karena kehujanan.
Tadi pagi jadwalku Matematika di kelas 6 kulihat 2 orang yang tidak hadir. Satu karena minta ijin mau ke rumah sakit, satu lagi mengabarkan sakit demam dan pusing. Oh, itu pasti karena kemarin kehujanan :D. Lumayan upayaku menahan anak kemarin : hanya satu anak yang sakit akibat kehujanan... dari 40an anak kelas 6.
Langganan:
Postingan (Atom)