Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

Ghost Episode 3

Kim Woo Hyun asli tewas karena luka bakar dalam ledakan di pabrik tua itu. Park Gi Young menggantikan posisinya sebagai Kim Woo Hyun setelah dioperasi permak wajah. (Korea ahli lah dalam melakukannya. yang nggak perlu koreksi saja mereka perbaiki apalagi korban luka bakar :))

Kang Mi menjelaskan Shin Kyung Soo adalah Direktur Departemen Investigasi Kriminal. Dia memperlakukan Woo Hyun seperti anaknya sendiri.
Woo Hyun, seperti anaknya? Masukkan dia ke dalam blacklistku
Apa?
Dia pasti tahu kebiasaan dan kesukaan Woo Hyun. Kemeja putih, dasi. Tidak ada yang lain? Aku bisa mati melihat semua ini. Aku tidak bisa berfikir bebas. Berikutnya

Jeon Jae Hyuk direktur elit paling muda, dia sering berbenturan dengan Woo Hyun. Karena ada permainan kekuatan diantara departemennya dengan Woo Hyun. Masalahnya adalah Jeon Jae Hyuk akan menjadi direktur Departemen Keamanan Cyber, jadi dia bos kita. Siap-siap saja kamu diprovokasi sama dia.

Kang Mi bilang lagi kalau Woo Hyun tidak minum alkohol.
Oya? Berikut.

Ini adalah orang-orang yang akan menjadi teman kerjamu di tim cyber.
Han Hyung Suk agak gaptek, tapi feelingnya bagus tentang TKP kejahatan.
Lee Tae Gyun jenius pembuat game, tapi direkrut untuk masuk ke dept ini
Dr. Kang Eun Jin ahli dalam menyelamatkan bukti digital yang rusak
Lee Hae Rin ahli dalam video
Kalau ada yang menyapamu jangan senyum, sapa saja sekedarnya.

Iya itu aku sudah tahu (itu kan aslinya So Ji Sub hehehe)Kecerobohanku akan brakhir.
Pembunuh Shin Hyo Jung dan orang yang menimpakannya kepadaku, aku akan bertemu dengannya dan akan kulihat seberapa hebat dia.
Kenapa dia membunuh Woo Hyun, dan membuatku seperti ini.

Gi Young/ Woo Hyun masuk ke ruang pertemuan. Di dalam sudah ada atasannya, dan yang lain-lainnya menyambut kedatangannya.
Selamat datang kembali
Terima kasih
Kau sudah pulih?
Berkat anda saya sekarang lebih baik
Tidak ada orang yang lebih tepat untuk menjadi ketua tim kejahatan cyber (belumnemu bahasa Indonesianya.. CYBER), jadi aku agak kuatir. Namun sekarang kita sudah punya ketua Tim Kejahatan Cyber: Kwon Hyuk Joo.

Gi Young/ Woo Hyun terkejut. Dia ingat orang itu yang mengejarnya di markas kepolisian, yang mengancamnya di RS, yang tersenyum penuh kemenangan menyangka masalah sudah selesai.

Det Kwon menghampiri Gi Young/ Woo Hyun yang masih terkejut, dan bilang hati-hatilah denganku. Dan dijawabnya, perlakukan aku dengan hati-hati.

Di lift Dir Shin bilang, aku sudah berusaha sekuatku. Tapi kesalahanmu bertindak sendiri itu terlalu besar. Aku tidak bisa mnghndarkanmu dari penurunan pangkat. Seorang letnan tidak bisa jadi pimpinan. Karena itu Kwon bisa naik jadi atasanmu.

Kang Mi SMS memperingatkan Gi Young/ Woo Hyun untuk berhati-hati.

Dir. Shin mengantar Gi Young/ Woo Hyun menuju kantor barunya sambil menjelaskan, sekarang atasanmu adalah Kwon Hyuk Joo dan Jeon Jae Hyuk. Tidak akan mudah bekerja di bawah mereka.

Gi Young/ Woo Hyun mengatakan tidak apa-apa.

Dr. Shin merasakan keanehan sikap Gi Young/ Woo Hyun, dan tanya, kau tidak apa-apa?

Sampai ruangan keduanya disambut oleh Det. Han Hyung Suk.
Dia memasang borgol di tangan Gi Young/ Woo Hyun.


Dia kaget sesaat, tapi kemudian menyadari kalau itu adalah sambutan selamat datang buatnya.


Di tempat lain, Det Kwon dengan Dir. Jeon.



Kau tahu kan kenapa aku memilihmu?
Iya pasti karena kasus kematian Shin Hyo Jung yang belum tuntas itu. Juga kenapa Kim Woo Hyun menemui Park Gi Young sendirian, itu juga aku akan cari tahu.
Apapun alasannya, cari ada apa dengan sikap Woo Hyun, dan laporkan padaku.

Setelah Det. Kwon berlalu Dir. Jeon menelepon seseorang. Aku sudah katakan yang ingin kau katakan kepadanya, dan semua kecurigaan kita terhadap Kim Woo Hyun. Aku akan laporkan semuanya


Gi Young/ Woo Hyun masuk ke ruangannya dan melihat-lihat. Kang Mi masuk, dan melihat Gi Young/ Woo Hyun melonggarkan dasinya. "Rapikan dasimu," katanya.
Jangan senyum, jangan bertanya, jangan melonggarkan dasi, lain hari suruh saja aku jangan bernafas, jawab Gi Young/ Woo Hyun. Kang Mi merapikan dasi, "Kim Woo Hyun orang yang sangat rapi. Kalau ketahuan kau bukan Woo Hyun, habislah kau."
(ahem.. :D)

Kang Mi memimpin rapat kasus baru.
Keluarga Shin Hyo Jung melaporkan banyaknya netizen yang menggunakan video Shin Hyo Jung sewaktu bunuh diri.
Namanya Shin Hyo Jung video game. Wajahnya diganti-ganti dengan wajah artis atau politisi. Atau ada yang mengganti fotonya dengan tokoh pahlawan kesukaan mereka. Parahnya ada yang menggantinya dengan wajah kucing atau anjing pada wajah Shin Hyo Kyung. Sudah ada 500 video diunggah ke website.
Kita harus mencari siapa pelakunya dan menghukumnya.



Di tempat lain, seorang gadis pulang ke rumahnya. Di belakang sesosok berpakaian hitam-hitam menguntitnya. Dia berhenti, si hitam berhenti. Dia lari, si hitam juga lari. Dia lari sampai depan rumahnya. Sosok hitam itu mendekat, dia ketakutan. Tapi setelah itu si hitam-hitam malah pergi begitu saja. Si gadis masuk rumah dengan lega.

Masuk rumah gadis itu menyalakan lampu dan komputernya. Di luar si hitam-hitam tadi masih mengawasi rumah gadis itu. Gadis itu ke kamar mandi. Begitu masuk tiba-tiba ada seseorang yang menyalakan player lagu dari laptop gadis itu. Dia kaget karena musiknya begitu keras (Phantom of The Opera my fave^_^)
Dia keluar kamar mandi dan mendapati laptopnya mengetik sendiri. Si gadis ketakutan membaca ketikan di layar.

Di kantor polisi, Kang Mi kehilangan Woo Hyun dan mencarinya. Bertemu di depan lift dia bertanya, Kau mau ke mana? Go Young-Woo Hyun tanya, apa Woo Hyun tidak pernah makan? Aku kelaparan (hahahaha mau jajan rupanya, huh masak dia melucu dengan wajah sedingin itu)
Kang Mi ikut masuk lift, dan ternyata Woo Hyun mau makan ramen. (Perhatikan sajian ramennya: pakai panci kecil! Seperti di rumah, ya..) Kau selalu makan ramen? tanya KangMi. Ramen itu bagus untuk stimulasi otak, kau belum pernah baca? kata Gi Young-Woo Hyun. (aku juga baru tau deh) Apa ada penelitian seperti itu? kang Mi heran. Tentu saja tidak ada (heu kirain beneran)

Kang Mi membaca file daftar orang yang mengupload video yang memakai video Shin Hyo Jung yang dibawanya tadi, tiba tiba terbaca olehnya: PHANTOM?
Shin Hyo Jung menggunakan id itu ketika menulis email ke Woo Hyun, sebelum kematiannya. Mereka melacaknya di komputer, setelah IP addressnya diketahui mereka berangkat mendatanginya.

Gi Young-Woo Hyun masuk lewat jendela dan Kang Mi menyusulnya. Di dalam mereka menemukan seorang perempuan tewas. Dinding kamarnya penuh dengan tulisan-tulisan bernada ancaman. Gi Young-Woo Hyun melihat ada tanda cekikan dan menyimpulkan kalau itu pembunuhan. Tiba-tiba terdengar jendela terbuka. Seseorang masuk, mereka berdua menyergapnya.

Ternyata reporter koran online Choi Seong Yun. Dia bilang, dulu rumah ini tempat tinggal Baek Yeong Soo. Beberapa hari sebelumnya dia melaporkan kalau dia merasa dikuntit seseorang. Tapi kemudian dia tidak menjawab teleponku, jadi aku kuatir.

Reporter itu kaget melihat si korban.

Di luar rumah Reporter Choi bercerita kalau komputer Baek Yeong Soo menyala sendiri dan musik main sendiri tanpa ada yang menyetel.
Gi Young-Woo Hyun tanya apa dia menyelidiki dan menguntit?
Choi cerita kalau dia ingin pendapatnya mengenai kematian Shin Hyo Jung.
Tulisan di dinding tadi bukannya tulisan orang yang membencinya?

Det. Kwon dilapori oleh Kang Mi sambil meneliti TKP. Dia meragukan omongan Kang Mi sambil menyuruhnya membawa semua barang bukti ke kantor. Dia juga menyuruh Sang Woo untuk menanyai lingkungan sekitar, apa ada rekaman atau CCTV.
Gi Young-Woo Hyun hanya menghela nafasnya.

Hasil otopsi BAek Yeong Soo keluar, ada bekas cekikan di lehernya, tewas dua har yang lalu. Berarti tanggal 30 Mei (pas ep 1 keluar tuh kejadiannya hehe)Tanggal yang sama dengan waktu upload file video SHJ.
Det. Kwon menebak teori Kang Mi sambil meremehkannya. Tapi pendapat itu dibenarkan oleh Gi Young-Woo Hyun dengan memberikan foto2 tulisan yang ada di dinding.

Berita menyebar kalau hantu Shin Hyu Jung membunuh nona Baek atas komentar negatifnya. (Keterlaluan banget ya, sampai segitunya)

Bersambung






















Ghost Episode 2

Baru satu episode sudah seru. Masalah 'dikiranya' sudah selesai, padahal justru baru akan dimulai. Komputernya lambat banget, mungkin rebutan dengan yang streaming nonton bola malam2 begini.

Hades mencopy ID milik Woo Hyun dan mengganti fotonya dengn miliknya. Dia masuk ke markas polisi setelah menunjukkan tanda pengenalnya. Dia menyelusuri lorong menuju tempat arsip. Detektif Kwon ditanya staf , apakah dia sudah menemukan Park Gi Young. Sang Woo menjawab dengan guyon, dia bagaikan hilang ditelan bumi. mungkin dia sembunyi di dalam komputer ini. Diketuk2nya CPU komputer ‘Park Gi Young sshi..’ sambil nyengir. Det Kwon memandang gemas, kumasukkan kau ke penjara katanya.

Sementara Gi Young menyelusuri lorong ketahuan Det Kwon. dia memanggilnya tapi Gi Young jalan terus. Det Kwon kemudian mencarinya di CCTV.

Gi Young sudah ada di gudang arsip, ditodong oleh si Kang Mi yang yakin kalau dia adalah pembunuh Shin Hyoo Jung. Tapi kemudian dia memperhatikan pistol yang dipakai si Kang Mi adalah pistol tidak berpeluru, Gi Young lalu kabur setelah mendorong rak arsip dan menjatuhkan Kang Mi.

Kwon menemukan Gi Young di CCTV lalu mengejarnya. alarm berbunyi tanda ada penyusup, gerbang di tutup. Gi Young berhasil keluar lalu menelepon Woo Hyun dan minta bertemu.

Mereka bertemu di sebuah bangunan bekas pabrik. Woo Hyun tiba lebih dulu, dan menerima telepon dari Kang Mi yang mengkhawatirkan dirinya. Kwon dan Sang Woo mencari Gi Young dan mendapatkan info keberadaannya dan langsung balik arah (tipikal banget dah, mesti U turn, kali2 searak kek atau belok kiri atau kanan.)
Woo Hyun turun dari mobil dan Gi Young sudah ada di sana. Pabrik tuanya kelihatannya berbahaya.

Gi Young memberikan laptop yang berisi file data pembunuhan bukan video skandal sex Shin Hyoo Jung mengetahui peristiwa pembunuhan dan itu yang membahayakan dirinya hingga mati (wah kayak CONAN hehe). Dan dalam video itu ada kamu (ha?)
Sejak aku berhenti dari kepolisian tidk polisi ada yang aku percaya. Aku hanya percaya kepadamu Woo Hyun. Tapi kenapa kamu diam saja melihat orang meregang nyawa. jawab Woo Hyun!

Woo Hyun malah menodongkan senjata ke Gi Young. Katanya kamu tidah seharusnya menemukan file itu. Kau menemuinya sebelum ke sini ketemu aku kan? apa hubunganmu dengannya?
Woo Hyun meminta maaf. Tiba-tiba terdengar ledakan. Kedua jagoan kita melompat.

Det Kwon sampai di pabrik itu dan tiba2 mendengar gudang itu meledak terbakar.
Kwon kaget dan marah melihat kebakaran itu,

Ada dua orang luka di pabrik itu. luka bakar mukanya diperban tiddak kelihatan siapa siapanya.

Media terus memberitakan kematian Shin Hyoo Jung yang belum ada titik terangnya.
Perawat melihat kalau pasien diperban itu sudah sadar dan bilang dia sangat beruntung. Kenangan ketika Gi Young dan Woo Hyun berlatih taekwondo

Kang Mi ke kantor lagi dan berpapasan dengan lelaki berseragan dan pakai sepatu kets. dia ingin melihat file no 36 yang disebutkan Gi Young tapi sudah ada yang menghapusnya. dia curiga kepada lelaki berspatu kets tadi.
Kang Mi ke rs dan membuat sidik jari tapi tidak cocok dengan Woo Hyun berarti Gi Young? Kang Mi memanggil nama Gi Young, lelaki itu bilag ini bukam keclakaan ada orang lain lagi di tempat itu. Kang Mi diusir suster.. (yaiyalah dia berisik begitu di ruang ICU hehe )
Kang Mi lalu menelepon Det Han. Dia tidak tahu mau menelepon siapa

Woo Hyun gawat keadaannya. Dia kehilangan detak jantung dan dinyatakan mati, tapi kemudian detak jantungna muncul lagi. Kang Mi menyamar jadi suster dan menerima

seseorang mengetik email. Gi Young dinyatakan meninggal. lelaki itu memakai sepatu kets

Kang Mi melayat ke tempat abu Gi Young pakai PDU kepolisian.
Kang Mi mengambil hapenya daru servis dan menemukan banyak pesan dari Kim Woo Hyun.
Woo Hyun yang masih parah kondisinya diinvestigasi oleh komandan. Dia terus bilang tidak ingat. Komandan lalu pergi. Tinggal Det Kwon. Dia bilang tidak menyukai Gi Young tapi dia tidak bisa bilang kalau Woo Hyun tidak kompeten. kenapa kamu tiba2 bergerak sndirian? kamu ingin dapat penghargaan? atau kami ingin melindungi pembunuhnya? yang nomor dua ya.. Det Kwon lalu pergi

Woo Hyun dioperasi untuk memulihkan kondisinya. termasuk operasi plastik karena wajahnya rusak,

Kang Mi kadang2 datang melihat. dia terus berfikir tentang file no 36 yang hilang, meski GI YOUNG mengatakan yang sebenarnya, tetap harus ada buktinya. dia mengingat pembicaraan sebelumnya kalau orang pasti mencari Woo Hyun jadi aku akan menjadi Woo Hyun(Oh jadi Woo Hyun yang meninggal, terus wajah Gi Young dipermak jadi Woo Hyun? wah kayak FACE OFF ya.)

Setahun kemudian orang menghadiri peringatan setahun meninggalnya Shin Hyoo Jung diliput oleh kamera TV. Seorang pria mengamati di kejauhan.

Seorang gadis merasa gelisah, dia merasa tidak aman. Komputernya kelihatannnya di hack. Dia menerima telepon tidak ada suara. Layar komputer menampilkan teks ingat kesalahan yang telah kau perbuat.

Di RS perawat (yang diteror tadi ternyata perawat) kehilangan pasiennya

Di perabuan Gi Young seorang pakai PDU Kepolisian melayat. Kang Mi memergokinya. ‘Jangan kabur begitu saja dari RS’ Pria itu menoleh, sekarang peringatan setahunnya tidak seharusnya aku melewatkannya. Aku akan membongkar hantu yang ada di balik monitor. Aku adalan Woo Hyun, katanya.


(Mungkin dalam drama ini kita akan melihat akting So Ji Sub main dua peran. Gi Young dalam dirinya sementara di luar dia harus menampilkan sebagai Woo Hyun? Ah seru, aku yakin dia bisa ^_^)

Rabu, 13 Juni 2012

Ghost Episode 1

Akhirnya bisa juga nonton ep 1 dengan English sub.
Setelah didera internet putus, nonton beberapa kali ep 1 tanpa subtitle, sambil pegang recaps orang lain (niat banget ngga sih haha)...
Tapi tetap saja nggak ngerti karena recapsnya cuma ringkasan cerita.
Sementara gambarnya menyajikan kecanggihan teknologi IT dan dialognya padat. Sekarang aku akan mengunyahnya pelan-pelan sambil ditulis, biar ingat :D

Baru episode satu adegan awal sudah penuh ketegangan.
Mau nulis recapsnya juga jadi takut mengganggu yang ingin menikmati ketegangannya. Sebisaku saja ya :D

Artis Shin Hyo Jung ditemukan tewas, jatuh dari apartemennya, ramai diliput oleh reporter TV.

Sepuluh hari sebelum kejadian, SJS kita Kim Woo Hyun masuk kelas untuk memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Kepolisian.
Dia menyebutkan nomer HP seorang mahasisiwa dan menjelaskan pentingnya mengikuti kuliah cyber crime di udara yang cerah ini.
Siswa itu tampak kaget smsnya bisa diketahui orang lain.

Kim Woo Hyun menjelaskan, baru saja seseorang meretas informasi yang kau kirimkan kepada temanmu lewat smartphone.
Informasi yang dikumpulkan secara ilegal begini bisa dijadikan alat untuk kejahatan serius, seperti pencurian identitas.
Ini perlunya kita mengadakan penyelidikan di dunia maya. Kejahatan di dunia maya tidak mengenal batas negara.

Komputer kantor polisi diretas oleh seseorang.
Semua berlangsung cepat.
Woo Hyun mencabuti kabel power untuk berusaha menghentikannya. Tapi sia-sia.
Kang Mi menghentikan Woo Hyun dan mengajak melihat layar monitor. Semuanya hilang berganti dengan satu inisial: H
Woo Hyun mendesis, HADES.

Komandan tidak terima melihat barang buktinya hilang begitu saja dan marah-marah. Dia membanting sesuatu yang ada di atas meja. Woo Hyun bilang, Tidak tahukah anda kalau barang bukti bisa dihancurkanhanya dengan satu klik? dan anda baru saja merusak barang bukti. komandan tidak terima dibegitukan dan dia malah marah. Begitu Kau bersikap pada atasanmu? Aku lebih mementingkan membasmi kejahatan daripada beramahtamah dengan orang lain. (salah juga jadi marah ya digitukan sama anak muda hehe penyakit senioritas!)

Woo Hyun melanjutkan ini ada kiriman baru dari Bangladesh, kalau tersangkanya adalah HADES, kita harus menangkapnya. Setelah itu baru anda bisa menghukum atau memecat saya.
Komandan bilang tidak hanya Woo Hyun tetapi seluruh anggota Departemen Penyelidikan Cyber Crime harus ikut bertanggung jawab terhadap masalah ini.

Komandan Departemen Penyelidikan Cyber Crime masuk dan bilang kalau dia atasan di sini.
Komandan yang tadi bilang Kim Woo Hyun menghilangkan barang bukti kejahatan perjudian internasional!
Atasannya bilang aku seniormu. Kenapa kau tidak bersikap sopan pada seniormu? (heuheu kena deh dia) sambil melirik ke Woo Hyun



Woo Hyun bilang IP address HADES tersebar di beberapa tempat di Seoul sampai ke Pulau Jeju. Mereka kemudian merencanakan agar bila HADES sedang beraksi mereka bisa melacak dan menyadapnya.

Ada yang memposting twitternya Shin Hyo Jung untuk memberi kesan dia bunuh diri. Tapi ada twit nya yang belum terkirim. Woo Hyun: ada kemungkinan Shin Hyo Jung bukan bunuh diri, tapi ada yang ingin Shin Hyo Jung mati.
Detektif Kwon bilang ke atasannya terlalu dini buat menyimpulkan Shin Hyo Jung bunuh diri, tapi komandan berkeras dia 100% bunuh diri.
Terlalu banyak gosip beredar, kita harus menenangkan publik.
Detektif bertanya apa dia mendapat tekanan dari atas?
Komandan menoleh dan bilang tidak sambil menepuk bahu detektif.

Jumpa Pers 29 Mei 2011
Komandan menjelaskan tentang kematiah Shin Hyo Jung.
Detektf menyimak di pintu disusul oleh Sang Woo.
Sang Woo bilang ada yang perlu anda lihat.

Apartemen Shin Hyo Jung adalah kompleks perumahan elit tempat tinggal politisi dan artis terkenal dan terletak di pusat bisnis Kang Nam.
Jadi setiap tempat ada pantauan CCTV.
Aku sudah mengecek semuanya dan ini yang kutemukan.

Di jalanan macet, Woo Hyun kita menelepon Kang Mi.
Kamu sudah menemukan IP addres Hades? Kang Mi bilang petugas Lee sedang menelitinya.
Woo Hyun melihat layar monitor yang ada di mall. Sedang ada siaran langsung konferensi pers komandan tentang kematian Shin Hyo Jung yang bunuh diri. SJS memperhatikan orang2 di sekitarnya di jalan, di bis, memperhatikan ponsel mereka masing2. Dan dia juga mendapatkan SMS.


Shin Hyo Jung tidak mati. Dia dibunuh. Lalu layar yang tadinya menayangkan komandan berganti menjadi adegan saat Shin Hyo Jung didorong keluar jendela oleh pembunuhnya.

Woo Hyun lalu lari menuju gedung tempat layar itu dan menuju ruang kontrol. Petugas kontrol kebingungan karena tidak dapat menghentikannya. Gambar itu diulang2 saat Shin Hyo Jung didorong keluar jendela. Orang2 di jalan merekamnya dengan ponsel masing2. Woo Hyun berusaha menghentikan rekaman itu dan mencari sumbernya. akhirnya dia pendapatkan satu kata: HADES. Hackernya bernama HADES,


Woo Hyun menyimpulkan kalau HADES ada di gedung itu memakai koneksi internet wireless. Di CCTV kelihatan tersangkanya memakai baju biru dan topi. Woo Hyun lalu mengejarnya sampai stasiun kereta. Woo Hyun mengirim SMS kepada semua yang ada di stasiun untuk menemukan orang yang memakai topi dan baju biru. Orang2 menunjuk si tersangka. Dia kemudian lari dan sembunyi.

Dirasa aman tersangka kemudian keluar dari persembunyiannya. Baru berjalan dua langkah Woo Hyun kita menodongkan senjata ke kepala tersangka. Dia menoleh: sudah 10 tahun ya. Woo Hyun tanya jadi kamu si HADES? Iya. Kamu membunuh Shin Hyo Jung? Masak kalau aku membunuhnya aku akan menyiarkannya? Aku justru akan memburu pembunuh yang sebenarnya. Dia dibunuh saat sedang menulis sebuah email. Pembunuhnya menghapus email itu

Ternyata dia Park Gi Young teman Woo Hyun waktu di sekolah kepolisian.
Di markas dektektif Det Kwon menjelaskan identitas HAdes. Dia bahkan teman sekamar Woo Hyun di sekolah kepolisian.
mendengar penjelasan GI YOUNG ,Woo Hyun berkata kalau sebaiknya GI YOUNG ikut dengannya menjelaskan apa yang terjadi. GI YOUNG menolaknya dan memberitahukan kalau pembunuh sebenarnya memakai jam tangan yang ada gambar peta dunia. dia lalu melompat kabur.

Woo Hyun menerima telepon yang memberitahu kalau yang membunuh SHIN HYOO JUNG adalah GI YOUNG. DIa tersadar dan berusaha mengejar temannya. tapi terlambat, dia sudah melompat ke depan kereta api yang akan melintas.

Di markas Woo Hyun terngiang2 kalimat yang diucapkan temannya, kalau aku pembunuhnya untuk apa aku menyiarkanna? Kang Mi memberitahunya kalau tersangkanya adalah Park Gi Young. Woo Hyun terdiam.

Mereka melihat rekaman pendorongan itu dengan lebih teliti. di sana ada bayangan sang pembunuh yang memantul di kaca jendela. Setelah dizoom dan dicocokan ternyata 100% GI YOUNG.

Detektif Kwon di apartemen GI YOUNG berusaha membongkar kunci apartemennya. Detektif Kwon mendobrak pintu dengan tanganya, sampai 3x (patah ngga tuh tangannya?) Pintunya keras sekali setelah 3 x bary ber hasil terbuka.

Di dalam apartemen ternyata penuh dengan foto2 SHIN HYOO JUNG. Det Kwon menyimpulkan GI YOUNG adalah penguntit SHIN HYOO JUNG.

Motif yang jelas.

Di luar detektif Kwon bernafas lega merasa masalahnya sudah selesai. di sekelilingnya TV menyiarkan peristiwa itu sebagai Kisah NYATA. Di kejauhan Pak Gi Young memperhatikannya.

Pagi tiba di markas polisi Wu Hyun membaca bergpemberitaan tentang SHIN HYOO JUNG di internet. dia ingat GI YOUNG bilang tentang jam bergambar globe. Lalu dia bangkit dan bilang pada Kang Mi kita mengenal HADES tapi kenapa kalau dia membununya dia harus menyiarkannya? Kang Mi bilang, mungkin untuk pamer, lihat saya su
dah membunuhnya. begitu? Woo Hyun bilang coba kamu periksa sekali lagi.
Sang Woo bilang ke Det Kwon HP GI YOUNG berhasil diketahui tapi tidak aktif. Kwon membaca data GI YOUNG yang sebatang kara, tidak ada orang tua, tidak punya saudara, dan tidak ada sanak famili (kasihan juga ya).

Woo Hyun di TKP yang masih dibatasi police line Kang Mi merasa pusing kepala. Dia googling obat sakit kepala, yang ditemukannya sakit kepala, mual, mual karena kehamilan dan mendapat ilham. Dia ke toko obat dekat SHIN HYOO JUNG tinggal dan menanyakan apa ada SHIN HYOO JUNG datang membeli alat tes kehamilan. pramuniaganya malah balik tanya ke dia SHIN HYOO JUNG datang ke sini? Kang Mi tanya lagi apa ada orang datang pakai kaca mata hitam dan masker datang ke sini beli alat kehamilan/ pramuniaga bilang ada.

Kang Mi lalu lapor ke Woo Hyun kalau SHIN HYOO JUNG sebelum mati membeli alat tes kehamilan dan dia tidak datang sndirian. dia datang naik mobol dan kelihatan seperti pasangan yang sedang bertengkar

Woo Hyun naik ke apartemen lewat tangga darurat dan merekonstruksi tingkah laku GI YOUNG dalam bayangannya.

Kalau itu GI YOUNG kenapa pembunuhnya bisa tidak terlihat? Dia membatin.
Pembunuhnya tahu kalau di tangga darurat tidak ada CCTV dan dia turun lewat tangga darurat 2 menit kalau cepat dan 4 menit kalau lambat. Kenapa GI YOUNG ada d CCTV sementara pembunuhnya tidak? Woo Hyun terus membayangkan sambil berjalan ke sana ke mari di apartemen SHIN HYOO JUNG. Dan dia menuju ke kamar SHIN HYOO JUNG nomer 1102. dia melihat pria berjam gambar globe itu (bayangan apa beneran nih)

Sementara itu GI YOUNG menyamar dan berhasil masuk ke markas polisi.

(Kayaknya GI YOUNG dibayar oleh pembunuh SHIN HYOO JUNG supaya berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Makanya GI YOUNG saja yang kelihatan CCTV sementara pembunuhnya tidak. Jadi masalahnya bukannya sudah selesai Det Kwon, ini baru saja mulai. Belum2 sudah tegang ini, mana banyak istilah komputernya lagi yang bingung mengIndonesiakannya. Demi SJS kulakukan ini :D)


*

Rabu, 30 Mei 2012

So Ji Sub Pakai Seragam Judo di Ghost

Kembalinya So Ji Sub ke drama TV benar-benar membuatku semangat. Meski drama ini rencananya tayang nanti malam, mungkin kita tidak akan bisa menikmatinya langsung. Kalaupun bisa kita tidak mengerti bahasanya *sigh..*. Jadi aku akan menunggu netizen yang baik hati membuatkan recapsnya, dan menontonnya setelah ada yang baik hati lagi mengupload berikut english sub nya.

Dalam Ghost itu ada adegan SJS memakai seragam judo, dan bertarung lawan Choi Daniel.
Keren banget ya... jangan lupa tarik nafas ya ^__^

Tapi kelihatannya nggak sungguhan, karena mereka akur-akur saja pas acara press conference

Makin tak sabar kan menunggu tayangannya.. samalah denganku ^_^
Gambar2 langsung di kopas dari http://totallysojisub.blogspot.com/2012/05/ghost-press-conference-22052012-6.html

Sabtu, 26 Mei 2012

GHOST Drama Baru So Ji Sub

Artis Korea datang dan pergi menghiasi layar kaca. Ada yang menggurat di hati karena perannya nampak seperti 'betulan' ada juga yang lewat begitu saja, bisa juga saking banyaknya. Tapi aku tetap menanti So Ji Sub.
Apel jadi beda banget di tangan SJS :D


Setiap ada drama baru, aku selalu berpendapat, cocoknya peran ini yang main SJS. Atau coba yang main tokoh itu SJS. Tapi setelah 2 tahun berlalu penantianku tiba juga pada ujungnya, SJS kembali ke layar kecil dengan mengambil peran di drama baru yang berjudul Ghost. SJS akan main dengan Lee Yoon Hee.
Syutingnya sudah dimulai awal Mei kemarin, dan akan tayang perdana tanggal 30 Mei sebagai pengganti setelah Rooftop Prince habis.

Dan SJS sangat suka melihat hasil kerjanya melalui layar monitor.

Tanggal 30 Mei ini drama terbaru So Ji Sub "Ghost" akan mulai ditayangkan sebagai ganti Rooftop Prince yang tamat minggu lalu.

sumber foto semuanya dari http://totallysojisub.blogspot.com

Minggu, 16 Januari 2011

Recaps Bread Love and Dreams episode 26

Kim Tak Goo bersiap untuk rapat direksi. Hadirin rapat memperhatikan kelakuan Tak Goo yang salah tingkah membolak balik tumpukan dokumen sampai ada yang jatuh. Gu Ma Jun langsung menyela kalau Tak Goo sama sekali tak siap dengan presentasi hari ini. Ia kemudian memulai presentasinya lengkap dengan tumpukan kertas kerja di setiap meja hadirin. Ma Jun menyampaikan gagasannya untuk rencana Geo Sung 10 tahun ke depan. Tak Goo memperhatikan betapa canggihnya Majun presentasi sementara dia tahunya cuman membuat roti.

Selesai, Ma Jun lalu menantang Tak Goo untuk menyampaikan presentasinya. Tak Goo memulai, "Seperti diketahui aku kurang memenuhi syarat untuk menempati posisi ini. Aku sudah bersiap untuk presentasi tapi bukan dengan kertas. Aku memakai roti." Tak Goo memberi isyarat pada anak buahnya, segera keluarlah trolit berisi roti-roti bagi setiap hadirin rapat. "Bukannya ini dari pabrik kita? Untuk apa kita makan roti yang sudah kita ketahui selama 30 tahun lebih?" salah satu direksi penasaran. "Bukan." Tak Goo menjelaskan "Ini roti buatanku. Aku membuatnya sendiri sejak tadi pagi. Tidak banyak yang kulakukan, aku tidak mengerti tentang 'odari' profit juga"
(salah sebut dia.. mustinya ordinary menjadi odari = kaki pengkor?)

"Aku juga tdak tahu bedanya manekin dengan marketing. Satu hal yang bisa kulakukan sebagai pengganti presiden adalah membuat roti. Dan untuk itulah sebabnya aku duduk di sini." Wajah-wajah dewan direksi menjadi berubah respek pada Kim Tak Goo termasuk Ja Kyung. Ma Jun hanya terdiam. "Dalam roti presdir menemukan kepercayaan dirinya selama 30 tahun lebih. Itulah pemikiranku. Jangan kalian berpikir dengan menempatkanku yang hanya tahu membuat roti pada posisi ini Presdir hanya untuk melestarikan visinya. Mungkinkah?" Senyap di ruangan "Bagaimanapun Presdir adalah orang yang sangat mengerti roti" kata salah seorang direksi memecah keheningan yang disetujui oleh yang lain.
Majun, "Lalu sampai kapan kau hanya akan membuat roti yang ayah buat? Waktu berlalu,s elera berubah, dan kita selalu menjual produk yang sama dengan yang selama ini kita jual? Apa kau pikir pola biasa dapat menjalankan bisnis?"
Tak Goo, " menciprtakan rasa khas baru dapat menjadi awal yang baru. Sebelum terjun ke bisnis ini jangan lupa kita adalah tukang membut roti Gu Ma Jun."
Selama Tak Goo bicara panjang lebar, pengacara Park membatin, "Kenapa di antara semua orang harus Kim Tak Goo, Presdir?" kelihatannya dia menyadari kalau Presdirnya ternyata benar.

Selesai meeting asisten Tak Goo membincangkan bosnya, "kau lihat sorot matanya? Itu hebat!" Yoo Kyung menyambut ingin tahu hasil pertemuan itu, dia ingin tahu nasib Tak Goo juga. Tak Goo ditugaskan untuk menghidupkan kembali pabri roti di Cheongsan yang hampir bangkrut sebagai pembuktian kalau dia bisa menjalankan bisnis. "Kenapa Ceongsan?" Ny. Seo penasaran. "Cheongsan tempat di mana dia bisa menggali kuburannya sendiri" Tuan Han yakin. (Huh yakin dong..dia kan sudah punya rencana jahat buat Tak Goo yah, kan?)

Tak Goo merasa tidak yakin akan keberhasilan pabrik di Cheongsan setelah mengetahui rencana itu ternyata dari pengacara Park. "Aku menyarankan tanggalkan saja posisi presdir pengganti itu." "Jadi kau mengujiku?" Tak Goo mendesak. "Posisi itu bukanlah jabatan yang dapat dirterima dengan mudah. Kau sudah memberukan kesan yang baik di pertemuan tadi, aku harap kau berhasil di Cheongsan. Permisi."
Di kantornya Tak Goo minum dengan hausnya, ditanya oleh Yoo Kyung "Apakah kau akan ke pabrik di Cheongsan? Apapun yang akan kau lakukan kau akan melakukannya dengan baik." Tak Goo menyambut riang, "Terimakasih, Apapun upaya yang kulakukan sukses atau gagal tergantung Surga memberikannya. Namun aku harus melakukan yang terbaik. Alangkah senangnya kalau kau bisa ke Cheongsan denganku." Yoo Kyung gelagapan. "Ah, aku melantur lagi, maafkan." Ia kemudian memberikan instruksi lewat telepon. "Aku melakukannya dengan baik, kan" Dia tersenyum lebar pada Yoo Kyung.

Kim Mi Sun mencari Tak Goo di kantornya, dia melihat kesana kemari "Di sinikah Tak Gooku bekerja?" Dia berhenti sebentar mersa terharu. Ingatan kembali ke saat belasan tahun yang lalu saat Tak Goo ditinggalkannya di rumah ayahnya. Flashback selesai, Kim Mi Sun menuju lift.

Kim Tak Goo masuk lift dan turun bersama asistennya.

Kim Mi Sun merasa pusing, meletakkan kepalanya di dinding depan lift. Kim Tak Goo keluar dari lift. Kim Mi Sun terjatuh dan ditolong oleh asistennya. Tak Goo tertarik dengan pemandangan itu, mendekat dan bertanya, "Kau sakit Nyonya? (please Tak Goo itu ibumuuuu.. :) ) Kim Mi Sun bilang tidak apa-apa dan Tak Goo berkata lagi "Ada ruang duduk di mana kau bisa berstirahat di situ." Tak Goo bicara dengan punggung Kim Mi Sun dijawab lagi dengan jawaban tidak apa-apa.

Tak Goo masih khawatir dengan ibu-ibu itu ketika ada yang memanggil namanya. Dia Dr. yoo memmuji roti buatan Kim Tak Goo yang berhasil menyentuh mereka semua. Lalu dia berjalan keluar. Kim Mi Sun memperhatikan dari jauh dan memanggil lirih nama anaknya, lalu pingsan. (duh mbak asisten ... panggil dong Tak Goonya, kasihan nyonyamu itu lho ah)

Presdir dilapori pengacara Park, tentang tugas yang harus diembannya dan sebulan waktu yang diberikan. Presdir hanya merem lalu membuka matanya sebentar kemudian merem lagi. (kelihatannya sudah sadar nih ya Presdir)

Di kantor Ma Jun didatangi ibunya. "Kau suka kantormu?"
"Tidak apa-apa, aku suka."
"Kau hanya enam bulan di sini. Aku akan memberikanmu jabatan Direktur Eksekutif awal tahun depan."
"Bagus juga."
"Ini awalnya, banyak mata memandang ke dalam perusahaan, kau mengerti?"
"Ya akan kuusahakan."
Ny. Seo beranjak pergi, Majun menahan "Masalah pernikahanku tolong dimajukan secepat mungkin, Bu." Wajah Ny.Seo mengeras "Di hari yang baik ini jangan mengecewakan orang lain dengan bicara seperti itu." Majun menjawab, "Aku tidak selalu bisa mengatakan hal yang ingin kau dengar saja bukan? kau bawa aku ke dalam perusahaan, sekarang kau ingin membawakan perempuan yang kuinginkan dekat denganku, begitu, kan?" Mengapa kau begitu yakin aku akan menyetujui pernikahanmu itu?" "Karena tempat aku menemukan gelang itu adalah tempat di mana nenek meninggal." (Skakmat) Ny. Seo terkejut ketakutan. "Majun, ada apa sebenarnya sampai kau lakukan ini terhadapku? Apa yang kau lihat? Apa yang kau dengar? Apa lagi yang kau tahu?" "Jangan bertanya lagi Bu. Aku takkan menjawab lagi. Kau hanya cukup merestui pernikahanku."

Yoo Kyung dipanggi Ny. Seo ke rumahnya. "Anda memanggilku Nyonya?" Ny. Seo menoleh dan dia melihat gelang itu, dan terlihat seperti ketakutan. "Berlutut!" "Kenapa?" "Kau tak bisa?" Tadinya Yoo Kyung mamu membantah lagi tapi akhirnya dia menurut. "Aku berlutut." "Bagaimana rasanya?" tanya Ny. Seo. Kemudian dia menghujani Yoo Kyung dengan umpatan, cacian, dan hinaan. Setelah puas dia meninggalkan Yoo Kyung yang perasaannya campur aduk dan masih berlutut.

Tak Goo sudah sampai di pabrik Cheongsan malam harinya. Keluar dari mobil, pikirannya melayang ke 14 tahun yang lalu ketika di amencuri roti dan pertama kali bertemu dengan ayahnya.

Tak Goo masuk ke dalam pabrik meski dilaran oleh asistennya "manager pabrik belum datang Tuan." Tak Goo masuk ke dalam pabrik dan menyelusuri lorong-lorong pabrik yang gelap. "Tuan sebaiknya kta menunggu manager pabrik di luar saja." Tak Goo tidak mempedulikan dan terus memberikan komentar situasi pabrik yang mengkhawatirkan.

Tak Goo mendengar suara dari dalam sana. Dia mencoba menyalakan lampu tapi tidak berhasil. Tak Goo menemukan senter dan menyalakannya, kemudian mencari asal suara. Ketika dia membuka sebuah pintu, tiba-tiba Tak Goo ditinju seseorang, lalu mereka terlibat perkelahian. Ketika Tak Goo hendak meninju lagi orang itu tiba-tiba lampu dinyalakan. Ternyata orang yang ditinjunya tadi adalah Shin Shin Ho! Ayah Shin Yoo Kyung! Tak Goo tertegun, "Ahjussi?"
Manager pabrik yang menyalakan lampu, "Hey apa yang kalian lakukan di sini?" Asisten Tak Goo memberikan kartu nama dan memperkenalkan diri, "Kami dari kantor pusat."

Yoo Kyung mendatangi Ma Jun di kantornya. Dia menoleh, "Ini jadi kantorku sekarang." Yoo Kyung mendekat, "Aku habis menemui ibumu. Aku mendapat restunya untyk pernikahan kita. " "Ibu menyatakannya kepadamu? Dia menyetujuinya?" Shin Yoo Kyung mengangguk, kemudian Ma Jun menariknya ke dalam pekukannya. "Maukah kau katakan padaku? Gelang yang kau berikan padaku. Ada cerita apa di baliknya?" Yoo Kyung bertanya dalam pelukan Ma Jun. "Tak ada cerita. Jangan tanya apa-apa lagi tentang gelang itu." katanya kaku. "Mulai sekarang berfikirlah kau akan menjadi istriku. Menjadi wanitaku.
Oh keliru! Ny. Seo tidak memberikan begitu saja restu itu pada anaknya. Dia menangis, mengamuk menghancurkan botol-botol minuman di bar di rumahnya. Presdir di dalam kamar sibuk menyimak. (aneh kok orang bangun dari pingsannya nggak ketahuan yah. Kalo di sini mungkin kita sudah pengajian deh buat mengucap syukur pada Tuhan)

Di Pabrik Cheongsan Tak Goo diajak ke dalam kantor oleh manajer pabrik di sana. "Ketika ada berita dari pusat, kupikir orang yang datang jauh lebih tua. Aku agak kaget melihat betapa mudanay dirimu." Tak Goo tersenyum, "Pria tadi?" "Ah, Shin Shin Ho?" "Dia bekerja di sini?" "Dia bekerja di sini sebagai penjaga keamanan sejak 5-6 tahun yang lalu. Dia tak punya keluarga, tak punya tujuan, kami tak bisa mendiamkannya lalu kami angkat dia sebagai satpam." Mendengar penjelasan manager pabrik Tak Goo termenung. "Kau mengenal dia?" Tak Goo mengelak, "Ah bukan seperti itu." Sementara Shin Shin Ho merenung di tempat gelap, mungkin juga menguping diam-diam.

"Mengapa kau datang dari pusat secara mendadak jam segini?" tanya manager pabrik. "Kudengar situasi di Cheongsan tidak begitu bagus. Mengetahui itu, aku ingin menemuimu dan mungkin aku dapat menemukan solusinya." Tak Goo menjelaskan. "Mungkin aku tak seharusnya mengungkapkan hal ini. Tapi pabrik ini sudah tak ada harapan lagi. Karena ada isu pabrik mau tutup banyak karyawan sudah mengundurkan diri. Kalau kau datang ke sini untuk memulihkan keadaan pabrik ini percuma, tak ada harapan" Manager pabrik menjelaskan dengan apatis.

Tak Goo tidak putus asa. "kita lakukan apa yang dapat kita lakukan.Aku harus dapat membuat produk baru di sini dalam sebulan. Selagi aku ada di sini aku akan melihat-lihat." Lalu dia berkeliling memeriksa terigu, dan membauinya.

Shin Shin Ho memperhatikan dari jauh, Tak Goo mengetahuinya, dan kemudian datang menyapanya. "Ahjussi. Kau ayahnya Shin Yoo Kyung kan? bagaimana hidupmu selama ini? Bagaimana dengan Yoo Kyung? Apa kau mendengar berita tantangnya?" Kelihatannya Ahjussi berang dengan pertanyaan Tak Goo, "Tutup mulutmu, ya."
"Ahjussi?"
"Dia anak yang menjeblsokan ayahnya sendiri lalu pergi begitu saja. Jangan pernah menyebutkan namanya di depanku lagi.Aku akan mendengar namanya lagi ketika dia mati dan aku mati dengannya." (ini bapaknya beneran apa bukan sih?)
"Ahjussi, kau tak berubah sedikitpu?! Bagaimana kamu masih dapat berpikir seperti itu tentang satu-satunya anakmu?" heran Tak Goo. Shin semakin berang mendengarnya, "Diam!! LEbih baik tutup mulutmu, dan kembalilah ke Seoul. Kau membuat langkah keliru. Kau juga bisa mati di sini! Mengerti?!" Manager Cheongsan menguping dan menelepon. (Manager Han tentunya, kan?)

Setelah menutup telepn, Manager Han bicara dengan seseorang... Jun Gu! (Duh Jin Gu ini antagonis atau protagonis sih? kok kemana aja ikut :( mana ekspresinya datar gitu jadi nggak ketahuan)

Manager Han memberikan secarik kertas jada Jin Gu, "Bawalah orang ini diam-diam ke sini. Tentunya jangan sampai ada yang tahu." Jin Gu menyela, "Kudengar kau akan menyuruhku berbuat untuk Tak Goo." "ini ada hubungannya dnegan dia. Kalau kau sudah sampai, kau akan tahu."

Di sebuah rumah sakit, Dr Yoon bicara dengan Kim Mi Sun dan Bibi Gong,"Sekarang kita tinggal menunggu donor mata. Dalam 2 atau 3 bulan kau akan mendapat corneal transplant. Tapi sekarang kau harus memulihkan dulu kondisimu." Bibi Gong khawatir, "Ya Tuhan sudah beberapa hari ini dia masih saja belum membaik? Kalau kau ingin bertemud engan anakmu, kau harus bertemud engan anakmu. Bukannya malah kembali pulang seperti ini dan berbaring saja."

Kim Mi Sun merasa malu dengan keadaannya. Kesannya dia seperti tidak bertanggung jawab dalam tumbuh kembang Tak Goo sampai dewasa. Lalu bagaimana tiba-tiba dia datang ke dalam kehidupannya sebagai ibunya. Dr Yoon ingin membantu Mi Sun dengan mengontak Tak Goo, tapi Mi Sun menolaknya. "Mesik dari kejauhan aku sudah melihat Kim Tak Goo bukan, kalau mati sekarang aku tak akan menyesal," katanya.

Manager Han dan Ny. Seo.
"Kudengar kau sedang berkonsentrasi pada pernikahan Ma Jun dan Yoo Kyung?"
"Siapa bilang?"
"Kudengar dari Majun. Pernikahan segera dilakukan segera setelah presdir sadar dari komanya."
Ny. Seo memberikan alamat panti asuhan tempat Yoo Kyung dibesarkan.
"Banyak yang mencurigakan dari anak itu. Carilah ayah kandung Shin Yoo Kyung. Sekarang aku akan menenangkan Ma Jun, setelah itu tidak ada alasan lain untuk membuat Shin Yoo Kyung menyerah." Ny. Seo lalu mengajak Shin Yoo Kyung pergi ke suatu tempat.
Tak Goo mencari Yoo Kyung di sekertariat, tapi ybs sudah pergi. Tak Goo kemudian menitipkan pesan pada rekah Shin Yoo Kyung lalu pergi. Tapi Ma Jun mengetahuinya. "Urusan apa yang harus kau katakan pada Yoo Kyung?" "Sesuatu yang tak bisa kukatakan kepadamu" Tak Goo lalu pergi. "Yoo Kyung dan aku segera menikah," kata Ma Jun menghentikan langkah Tak Goo. "Kenapa kau kelihatan begitu terkejut? Kau takkan mengajaknya menikah bukan? SHin Yoo Kyung akan menjadi isteriku, jadi jangan berahasia di depanku. Kau dah Yoo Kyung secara hirarki akan menjadi keluarga. Jangan mempersulit diri." Tak Goo menjawab Ma Jun "Kau akan membuatnya bahagia bukan? Dia anak yang penuh penderitaan. Biarkan dia bersandar padamu." kemudian berlalu.

Tak Goo lalu ke Pal Bong Bakery dan bertemu dengan semuanya, minus Jin Gu. Dia meminta semuanya mengevalusi roti Cheongsan. Kesimpulannya semua sepakat rotinya tidak enak dan tidakheran pabrik mau tutup.
Yang Mi Sun, "Perusahaan itu mau mendepakmu dari sana" Kemudian Tak Goo meminta bantuan para chef itu yang dipercayainya untuk bekerja di pabriknya.

Para chef kemudian melamar di Pal Bong Bakery. Dengan alasan sekarang sulit mencari pekerjaan, sementara mereka cuma tahu bikin roti, akhirnya mereka diterima di sana. Ketiganya lalu meneliti kinerja pabrik. Bertemu dengan Tak Goo mereka berpura-pura tidak kenal, eh tapi malah Tak Goo yang senyum lebar pada mereka.. dasar Tak Goo yaa.. :D

Di kantor Geosung mereka melaporkan temuannya pada Tak Goo. Semua hasil laporannya memprihatinkan. Semua itu menyebabkan kantor pusat mengeluarkan anggaran lebih. "berarti seseorang menggunakan uang pabrik, bukan cuma beberapa Won tapi milyaran Won" kata Tak Goo. "Bukannya itu terlalu besar untuk penggelapan oleh manager pabrik?" Tuan Yang tidak yakin. "itu yang harus kita cari tahu." Tak Goo lalu meminta ketiganya terus memonitor pabrik sementara dia akan memikirkan formula untuk produk barunya.

Shin Yoo Kyung makan bersama di keluarga Ma Jun. Ma Jun meminta pernihkahan dilaksanakan segera dan tidak ingin ada penundaan lagi. Ja Kyung, kakaknya heran mengapa Ma Jun terburu-buru sementara ayahnya masih terbaring sakit.
"Di keluarga kita keturunan sangat penting. Pernikahan dipercepat pada masa ini." kata Ma Jun. Ja Kyung dan Ma Jun kemudian terlibat perdebatan.
Ny. Seo mengatakan ide itu tidak buruk dan membuat janji untuk persiapan menuju pernikahan. Ja Rim heran ibunya berubah pikiran. Ja Kyung memilih pergi meninggalkan meja makan lebih dulu dan disusul oleh Ja Rim.

Keluar rumah Yoo Kyung marah karena situasinya makin sulit dan aneh baginya. Menurutnya, ibun Ma Jun sudah merestui mereka dan sebaiknya mereka tarik nafas dulu lagipula presiden sedang sakit. Mengapa harus mendesak sepert ini?
Ma Jun, "Kenapa kau seperti ini? Kau berubah pikiran? Ketika ibu menerimamu kau menyerah dan mengabaikan pernikahan ini?"
Yoo Kyung, "Bukan itu."

"Maka dari itu," Ma Jun melanjutkan, "Mari kita lanjutkan. Kalau kita tidak buru-buru bisa jadi pernikahan tidak akan terlaksana. Kau biilang kau takkan menyesal. Sudah. Tutup saja matamu dan lakukan dengan caraku." Ma Jun menarik Yoo Kyung ke dalam pelukannya, "Bilang aku bersedia Yoo Kyung." Tak Goo datang membawa dus besar kelihatannya berat, ia lewat mendekap dusnya erat-erat (hahaha kasihan tapi lucu melihat objek yang didekap Ma Jun dan Tak Goo)

Tak Goo masuk kamar ayahnya dan menemukan kakak tertuanya Ja Kyung sedang di sana. "Kakak, bagaimana keadaan Ayah? Ada kemajuan hari ini?" Pertanyaan Tak Goo dijawa Ja Kyung, "Masih sama." (eeealaah... belum pada tahu ya)
Tak Goo berbicara dengan ayahnya seperti ayahnya bisa menanggapinya sambil memijat kaki ayahnya. Kelihatannya Ja Kyung tersentuh dengan sikap adiknya itu.

Di Rumah Sakit, Bibi Gong sangan mencemaskan keadaan Kim Ki Sun, meminta Dr. Yoon segera mencari Kim Tak Goo. Dr. Yoon lalu berangkat. Dia berpapasan dengan Jin Gu (o ow.. aku mencium bahaya nih)

Di Cheongsan, manager pabrik mempertemukan Shin Shin Ho pada Manager Han, "Ini orangnya, Tuan." Melihat Manager Han, Shin terbelalak, "Apa yang membawamu ke sini?" Manager Han menjawab tenang, "Orang bilang dunia ini kecil. Mungkin ini maksudnya." Shin semakin bingung, "Maksudmu?"
"Kau punya anak perempuan bukan? Dia bernama Shin Yoo Kyung?" tanya Manager Han.

Manager Han keluar ketika Tak Goo datang. Shin mengikutinya, Tak Goo mencium adanya bahaya. Dia mencoba melarang Shin. "Mau ke mana?" tanya Tak Goo. Shin menjawab mau mencari anaknya. Tak Goo melanjutkan, "Kau tak pernah bersikap seperti seorang ayah pada anakmu. Apa kau akan menjerumuskannya ke dalam bahaya?"
"Kau ini siapa bicara seperti itu? Suaminya?" Shin mendorong Tak Goo dan berusaha masuk ke dalam mobil. Manager Han segera menyuruh berangkat. Tak Goo masih berteriak, "Baiklah sekali ini saja. Dapatkah kau bersikap seperti seorang ayah bagi Yoo Kyung?" Shin masuk ke dalam mobil. Manager Han segera menyuruh berangkat. Tak Goo terus memanggil-manggil Shin dan meratap sedih.

Dr. Yoon mencari Tak Goo di kantornya.

Shin Yoo Kyung memilih dan mencoba baju pengantin. Yoo Kuyng keluar dalam baju pengantin. Ma Jun terpana, sementara Ny Seo berlagak sibuk tidak mau melihatnya. Dia malah terus melihat jam di dinding.
Manager Han tiba diikuti Shin dan mempertemukanya dengan anaknya. Shin Yoo Kyung terbelalak kaget, begitu jugan dengan Shin ayahnya. Mungkin dia heran melihat anaknya begitu cantik.

Tak Goo mencari Yoo Kyung di kantornya, dan diberi alamat tempat butik baju pengantin. Dia lalu berlalu dan masuk lift berpapasan dengan Dr. Yoon.
Lift tertutup dan membuka lagi. Dr. Yoon bertanya, "Kum Tak Goo?" Diiyakan oleh Tak Goo. "Yang pernah tinggal di Cheongsan?" Dr Yoon bertanya lagi.
Bersambung.